32.2 C
Jakarta

IMM FKIP UMS Gandeng BPBD Wujudkan Desa Tangguh Banjir

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten dan Pemerintah Kecamatan Juwiring untuk memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi bencana banjir di Desa Carikan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten.

 

Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis mengingat Desa Carikan termasuk wilayah yang memiliki risiko banjir cukup tinggi. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus mengurangi risiko bencana secara berkelanjutan.

 

Dosen Pendamping PPK Ormawa, Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D., menjelaskan audiensi dengan BPBD Kabupaten Klaten dilaksanakan pada Rabu (8/7/2026), kemudian dilanjutkan koordinasi bersama Pemerintah Kecamatan Juwiring pada Kamis (9/7/2026).

 

Menurutnya, koordinasi tersebut merupakan bagian dari implementasi program Kalibuntung Resilien: Pemberdayaan Masyarakat melalui Sistem Ketangguhan Banjir Terintegrasi Berbasis Teknologi Tepat Guna dan Inklusi menuju Desa Carikan Tangguh Bencana.

 

“Program ini merupakan kolaborasi antara IMM FKIP UMS, IMM Fakultas Teknik UMS, dan IMM Fakultas Komunikasi dan Informatika UMS dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi risiko bencana banjir,” ujarnya, Minggu (12/7/2026).

 

Dalam audiensi di Kantor BPBD Kabupaten Klaten, tim PPK Ormawa memaparkan sejumlah inovasi yang akan diterapkan di Desa Carikan. Program tersebut meliputi pengembangan Flood Early Warning System (FEWS), pemetaan wilayah rawan banjir, hingga penguatan kapasitas masyarakat melalui pendekatan yang inklusif.

 

Siti Azizah menilai kolaborasi dengan BPBD menjadi kunci agar aspek teknis mitigasi bencana dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

 

“Kolaborasi ini penting untuk memastikan simulasi kebencanaan dapat terintegrasi dengan program Kalibuntung Resilien dan mendukung upaya pengurangan risiko bencana di Desa Carikan,” katanya.

 

Ia menegaskan, sinergi antara kampus, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam membangun desa yang tangguh terhadap ancaman bencana.

 

Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa, Damar Yekti Calista Farica Mariono, mengatakan program yang dijalankan tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu menghadapi potensi banjir secara mandiri.

 

“Program ini dirancang agar masyarakat tidak hanya memiliki perangkat pendukung mitigasi bencana, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi potensi banjir secara mandiri,” jelasnya.

 

Koordinasi kemudian berlanjut bersama Pemerintah Kecamatan Juwiring dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari perwakilan Ringsatu–Juwiring Bersatu, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat yang aktif dalam kegiatan kebencanaan.

 

Audiensi diterima Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Kecamatan Juwiring, Hastuti Murwaningsih, yang menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut.

 

“Program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat dalam membangun sistem ketangguhan bencana yang berkelanjutan,” ujarnya.

 

Damar mengungkapkan, tim telah menjadwalkan pelatihan kebencanaan pada 15–16 Juli 2026, yang akan dilanjutkan dengan pendampingan masyarakat selama proses implementasi program berlangsung.

 

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Klaten, Sri Yuwana Haris Yuliyanti, S.T., M.T., menegaskan komitmen BPBD untuk mendukung penuh program tersebut, terutama pada pelaksanaan simulasi kebencanaan di akhir rangkaian kegiatan.

 

“BPBD Kabupaten Klaten siap membantu dan berkolaborasi dengan Tim Pelaksana PPK Ormawa, khususnya dalam pelaksanaan simulasi kebencanaan sebagai bagian dari upaya penguatan ketangguhan masyarakat di Desa Carikan,” tegasnya.

 

Melalui Program Kalibuntung Resilien, IMM FKIP UMS bersama IMM Fakultas Teknik dan IMM Fakultas Komunikasi dan Informatika UMS berharap Desa Carikan mampu menjadi desa yang lebih tangguh, adaptif, dan inklusif dalam menghadapi ancaman banjir. Program ini juga diharapkan menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun sistem pengurangan risiko bencana berbasis teknologi tepat guna. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!