33.1 C
Jakarta

IMM FIK UMS Sulap Alpukat Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mengembangkan inovasi pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pengolahan buah dan daun alpukat menjadi produk bernilai ekonomi. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Musuk, Kabupaten Boyolali, Sabtu (11/7/2026).

 

Pelatihan menyasar ibu rumah tangga sebagai upaya meningkatkan keterampilan mengolah potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Produk yang diperkenalkan meliputi selai buah alpukat dan teh daun alpukat, dua inovasi yang diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

 

Ketua PPK Ormawa IMM FIK UMS, Fidelina Tri Adelin, menjelaskan bahwa selama ini alpukat di Desa Musuk umumnya hanya dipasarkan dalam bentuk buah segar. Padahal, komoditas tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan yang lebih bernilai.

 

“Melalui pelatihan ini, kami ingin meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah komoditas alpukat yang selama ini sebagian besar hanya dijual dalam bentuk buah segar,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

 

Selain memanfaatkan buah, tim mahasiswa juga mengenalkan pemanfaatan daun alpukat yang selama ini belum banyak diolah oleh masyarakat. Dengan inovasi tersebut, hampir seluruh bagian tanaman alpukat dapat dimanfaatkan sehingga meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

 

Pada sesi awal, peserta mendapatkan materi mengenai karakteristik bahan baku, fungsi setiap bahan dalam proses pembuatan selai dan teh daun alpukat, serta pentingnya menjaga sanitasi dan higiene dalam produksi pangan. Materi tersebut bertujuan memastikan produk yang dihasilkan aman dikonsumsi dan memiliki kualitas yang baik.

 

Tak hanya teori, peserta juga diajak mengikuti demonstrasi pembuatan selai buah alpukat dan teh daun alpukat, mulai dari persiapan bahan, proses pengolahan, hingga teknik pengemasan sederhana yang dapat diterapkan sebagai bekal usaha rumahan.

 

“Demonstrasi berlangsung interaktif sehingga peserta dapat mengikuti setiap proses dengan mudah. Setelah itu, mereka mempraktikkan langsung pembuatan kedua produk tersebut secara berkelompok,” jelas Fidelina.

 

Selama pelatihan, tim PPK Ormawa IMM FIK UMS mendapat pendampingan dari Aktif Cahyaningtyas, S.Km., M.Km. yang memastikan setiap peserta memahami prosedur pengolahan sesuai standar sehingga mampu memproduksi secara mandiri setelah pelatihan berakhir.

 

Fidelina berharap kegiatan ini mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap potensi komoditas lokal.

 

“Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya menjual alpukat dalam bentuk segar, tetapi juga mampu mengembangkan produk olahan yang bernilai tambah. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi peluang usaha baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat,” tuturnya.

 

Pelatihan ditutup dengan penilaian organoleptik terhadap hasil olahan masing-masing kelompok, penyerahan produk kepada peserta, serta sesi foto bersama. Tim PPK Ormawa IMM FIK UMS berharap kegiatan ini menjadi langkah awal tumbuhnya usaha mikro berbasis olahan alpukat di Desa Musuk, sekaligus mendukung lahirnya produk unggulan desa yang berdaya saing, inovatif, dan berkelanjutan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!