SOLO, MENARA62.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo dikemas berbeda pada tahun ajaran 2026/2027. Mengusung konsep belajar sambil bermain, sekolah menghadirkan mini outbound edukatif yang membuat murid baru lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolah sejak hari pertama, Senin (13/7/2026).
Sejak pagi, suasana hangat terasa saat puluhan murid kelas I datang didampingi orang tua. Mereka disambut guru dan tenaga kependidikan yang bertugas sebagai among tamu, kemudian diarahkan menuju loker sepatu sebelum memasuki ruang kelas masing-masing.
Di dalam kelas, murid disambut guru yang mengenakan kostum pakaian tradisional dari berbagai negara. Setiap peserta menerima co card dan topi MPLS Ramah sebagai simbol dimulainya perjalanan belajar di SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo.
Kegiatan dilanjutkan dengan apel pembukaan di hall sekolah yang diawali doa bersama, Senam Anak Indonesia Hebat, serta sambutan Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Nursalam.
Dalam sambutannya, Nursalam mengajak seluruh murid menikmati pengalaman belajar dengan penuh kegembiraan serta berani mengenal teman, guru, dan lingkungan sekolah.
> “Mari belajar dengan hati yang gembira. Sekolah ini menjadi rumah kedua bagi anak-anak untuk bertumbuh, belajar, beribadah, dan meraih cita-cita,” pesannya.
Belajar Lewat Mini Outbound
Usai pembagian kelompok, peserta mengikuti mini outbound yang dirancang sebagai media pengenalan sekolah melalui aktivitas kolaboratif dan menyenangkan. Kegiatan berlangsung bergiliran di tiga lokasi, yakni Ruang Haji Isa, hall sekolah, dan halaman depan Masjid Kottabarat.
Pada Pos 1, murid menyusun puzzle lambang Muhammadiyah dan gambar K.H. Ahmad Dahlan secara berkelompok. Setelah puzzle selesai, guru mengenalkan sejarah singkat Muhammadiyah serta keteladanan pendirinya.
Di Pos 2, peserta mengikuti permainan Berbagi Pizza, sebuah permainan estafet menggunakan capit warna yang melatih konsentrasi, koordinasi, dan kerja sama antarteman.
Sementara di Pos 3, murid bermain Estafet Gelas Plastik menggunakan sedotan. Permainan tersebut mengasah kemampuan komunikasi, ketelitian, kekompakan, dan semangat bekerja sama dalam kelompok.
Seluruh permainan diawali dengan yel-yel penyemangat yang dipimpin guru pendamping. Suasana semakin meriah dengan gelak tawa dan sorak sorai para murid yang saling mendukung menyelesaikan setiap tantangan.
MPLS Ramah Bangun Adaptasi Positif
Setelah mini outbound selesai, murid kembali ke kelas untuk beristirahat sebelum berkumpul di hall bersama guru sambil menunggu penjemputan orang tua.
Koordinator kegiatan, Andi Arfianto, menjelaskan bahwa konsep MPLS Ramah tahun ini dirancang agar peserta didik merasa nyaman sejak hari pertama masuk sekolah.
“Melalui permainan edukatif, murid tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga belajar tentang kerja sama, keberanian, komunikasi, serta nilai-nilai Kemuhammadiyahan dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.
Rangkaian MPLS Ramah berlanjut pada hari kedua, Selasa (14/7/2026), dengan pengenalan berbagai kegiatan ekstrakurikuler di Ruang Haji Isa. Para murid menyaksikan penampilan tari tradisional, Tapak Suci, modern dance, hingga Sains Club sebagai bekal awal mengenali minat dan bakat yang dapat dikembangkan selama menempuh pendidikan di SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo.
Melalui konsep MPLS Ramah, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo menegaskan komitmennya menghadirkan proses adaptasi yang menyenangkan, bebas tekanan, dan berpusat pada kebutuhan anak. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun rasa percaya diri sekaligus menumbuhkan kecintaan murid terhadap sekolah sejak hari pertama. (*)

