31.9 C
Jakarta

SD Muhammadiyah PK Solo Jadi Rujukan Diklat Bahasa Jawa

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo kembali menorehkan prestasi di dunia pendidikan. Sekolah unggulan di Jawa Tengah ini dipercaya menjadi lokasi Studi Lapangan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bahasa Jawa yang diselenggarakan Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Gunungkidul melalui UPT Balai Pendidikan dan Pelatihan Pegawai, Rabu (15/7/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Haji Isa tersebut diikuti 36 peserta diklat beserta lima pendamping dari Kabupaten Gunungkidul. Studi lapangan ini menjadi wadah berbagi praktik baik pembelajaran Bahasa Jawa sekaligus memperkuat kolaborasi antarlembaga pendidikan dalam mengembangkan pembelajaran berbasis budaya lokal.

 

Kepala UPT Balai Pendidikan dan Pelatihan Pegawai BKPPD Kabupaten Gunungkidul, Saryana, mengatakan studi lapangan menjadi bagian penting dalam proses diklat karena memberikan pengalaman nyata kepada peserta mengenai inovasi pembelajaran yang telah diterapkan di sekolah rujukan.

 

“Kami ingin peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga belajar langsung mengenai metode, strategi, dan inovasi pembelajaran Bahasa Jawa yang telah diterapkan di sekolah. SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo kami pilih karena merupakan salah satu sekolah unggulan di Jawa Tengah yang memiliki banyak praktik baik untuk dipelajari,” ujarnya.

 

Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Nursalam, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokasi studi lapangan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk saling berbagi pengalaman sekaligus memperkuat jejaring antarsekolah.

 

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari BKPPD Kabupaten Gunungkidul. Semoga kegiatan ini menjadi sarana saling belajar dan berbagi pengalaman sehingga mampu memberikan manfaat bagi kemajuan pembelajaran Bahasa Jawa di sekolah masing-masing,” tutur Nursalam.

 

Dalam sesi utama, Guru Bahasa Jawa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Nurrohmah Manda Noviana, memaparkan materi bertajuk Pembelajaran Bahasa Jawa yang Aktif, Kontekstual, dan Menyenangkan. Ia menekankan pentingnya mengubah pola pembelajaran Bahasa Jawa dari sekadar hafalan menjadi pengalaman belajar yang bermakna.

 

Menurut Manda, pembelajaran Bahasa Jawa perlu dirancang agar peserta didik mampu menggunakan bahasa daerah secara alami dalam kehidupan sehari-hari sekaligus memahami nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

 

Berbagai strategi pembelajaran inovatif turut diperkenalkan, mulai dari permainan edukatif, bermain peran, diskusi, pembuatan komik, pemanfaatan media digital, hingga penggunaan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) sebagai pendukung proses belajar mengajar. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan keaktifan, kreativitas, dan rasa percaya diri siswa dalam menggunakan Bahasa Jawa.

 

Suasana diskusi berlangsung dinamis. Para peserta diklat antusias mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan tantangan pembelajaran Bahasa Jawa di sekolah masing-masing. Pertukaran gagasan tersebut menghasilkan berbagai inspirasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

 

Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo kembali menegaskan perannya sebagai sekolah rujukan yang aktif berbagi inovasi pendidikan. Komitmen tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya pembelajaran Bahasa Jawa yang lebih aktif, kontekstual, menyenangkan, serta relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!