31.3 C
Jakarta

Dadang Kahmad: AI Harus Perkuat Dakwah Digital Muhammadiyah

Baca Juga:

PURWOKERTO, MENARA62.COM – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dadang Kahmad menegaskan bahwa era kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) harus dimanfaatkan untuk memperkuat dakwah digital Muhammadiyah. Namun, pemanfaatannya harus tetap berpijak pada nilai-nilai Islam, ilmu pengetahuan, dan etika kemanusiaan.

 

Pesan tersebut disampaikan Dadang saat membuka Rapat Kerja Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah Tahun 2026 di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Jumat (17/7/2026).

 

Dalam sambutannya, Dadang menekankan bahwa Majelis Pustaka dan Informasi memiliki peran strategis sebagai jantung dakwah Muhammadiyah di era digital. Menurutnya, dakwah saat ini tidak lagi cukup dilakukan melalui mimbar, tetapi juga harus hadir di berbagai platform informasi dan teknologi.

 

“Dakwah zaman kini harus berlangsung melalui buku, jurnal, media massa, televisi, radio, media sosial, podcast, video digital, hingga kecerdasan artifisial. Siapa yang menguasai ruang informasi, ia memiliki peluang besar membentuk cara berpikir masyarakat,” ujarnya.

 

Dadang menjelaskan, tantangan dakwah saat ini semakin kompleks karena masyarakat hidup di tengah banjir informasi. Di satu sisi informasi sangat mudah diakses, namun di sisi lain disinformasi, hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi sosial juga berkembang semakin cepat.

 

Karena itu, Muhammadiyah harus tampil sebagai sumber informasi yang kredibel, mencerahkan, dan mempersatukan masyarakat.

 

“Berita beredar sangat cepat, namun kebenaran sering tertinggal. Teknologi berkembang, tetapi etika sering tertinggal di belakang. Di sinilah MPI harus hadir,” tegasnya.

 

Mengutip Surah Al-Hujurat ayat 6, Dadang mengingatkan pentingnya prinsip tabayun atau verifikasi informasi sebelum menyebarkan berita. Menurutnya, nilai tersebut merupakan fondasi etika komunikasi Islam sekaligus sejalan dengan prinsip-prinsip jurnalisme modern yang mengedepankan akurasi dan keberimbangan.

 

Susun Peta Jalan Transformasi Digital

 

Dadang juga mendorong Rapat Kerja MPI PP Muhammadiyah menghasilkan peta jalan transformasi digital Persyarikatan sebagai arah pengembangan dakwah di era teknologi.

 

Ia menyebut sedikitnya lima agenda strategis yang perlu menjadi prioritas, yakni penguatan literasi digital warga Muhammadiyah, pengembangan arsip digital dan perpustakaan Muhammadiyah, penguatan media Muhammadiyah sebagai rujukan publik, pengembangan konten dakwah kreatif yang dekat dengan generasi muda, serta penyusunan pedoman etika pemanfaatan AI di lingkungan Persyarikatan.

 

“Bagi kita di Muhammadiyah, khususnya MPI, AI tidak boleh dipandang sebagai ancaman semata, tetapi juga tidak boleh diterima tanpa sikap kritis. Muhammadiyah harus menjadi pelopor pemanfaatan AI yang berlandaskan nilai-nilai Islam, ilmu pengetahuan, dan etika kemanusiaan,” katanya.

 

Perkuat Literasi dan Jurnalisme Berkemajuan

 

Dalam kesempatan itu, Dadang kembali mengingatkan bahwa Muhammadiyah sejak awal berdiri dibangun di atas tradisi membaca, menulis, dan mengembangkan ilmu pengetahuan sebagaimana dicontohkan KH Ahmad Dahlan.

 

Karena itu, budaya literasi harus terus diperkuat. Perpustakaan Muhammadiyah, menurutnya, tidak boleh hanya menjadi tempat menyimpan koleksi buku, tetapi juga berkembang sebagai pusat lahirnya gagasan, inovasi, penelitian, dan solusi atas berbagai persoalan umat.

 

Di bidang media, Dadang berharap media-media Muhammadiyah tidak sekadar mengejar pemberitaan peristiwa, tetapi mampu menghadirkan perspektif yang mencerdaskan masyarakat.

 

“Jurnalisme Muhammadiyah harus menjadi jurnalisme untuk kemanusiaan, membela kebenaran, memperkuat persaudaraan, mengangkat suara mereka yang lemah, serta menghadirkan harapan di tengah berbagai krisis,” ujarnya.

 

Ia menegaskan media Muhammadiyah tidak boleh terjebak pada sensasionalisme, melainkan harus konsisten mengedepankan objektivitas, keberimbangan, akurasi, dan akhlak dalam setiap karya jurnalistik.

 

Raker Harus Hasilkan Agenda Strategis

 

Menutup sambutannya, Dadang berharap Rapat Kerja MPI PP Muhammadiyah tidak berhenti pada penyusunan program administratif, tetapi mampu melahirkan agenda besar yang memperkuat posisi Muhammadiyah sebagai gerakan ilmu sekaligus gerakan peradaban.

 

Ia mendorong MPI menjadi pusat pengembangan literasi, dokumentasi sejarah Persyarikatan, penguatan media digital, pengembangan penerbitan ilmiah, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang komunikasi dan informasi.

 

Dadang optimistis, melalui kolaborasi dengan seluruh majelis, lembaga, organisasi otonom, amal usaha Muhammadiyah, hingga mitra eksternal, dakwah digital Muhammadiyah akan semakin luas jangkauannya dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi bangsa serta kemanusiaan.

 

Dengan mengucapkan basmalah, Dadang Kahmad secara resmi membuka Rapat Kerja Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah Tahun 2026. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!