SOLO, MENARA62.COM – Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat langkah internasionalisasi melalui implementasi kerja sama dengan Wuhan Sports University (WHSU), Tiongkok.
Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) yang berfokus pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan berlangsung di kampus Wuhan Sports University pada 16–19 Juli 2026.
Delegasi Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS dipimpin Ketua Program Studi, Dr. Eko Sudarmanto, S.Pd., M.Or., didampingi Agam Akhmad Syaukani, S.Si., M.Ed., Ph.D., yang bertindak sebagai fasilitator sekaligus penghubung akademik selama kegiatan berlangsung. Kehadiran rombongan UMS disambut langsung oleh Dr. Du Geng mewakili Wuhan Sports University.
Dalam implementasi kerja sama tersebut, kedua perguruan tinggi membahas berbagai peluang kolaborasi, mulai dari riset bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, seminar internasional, publikasi ilmiah bereputasi, hingga pengembangan kurikulum yang selaras dengan perkembangan sport science global.
Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS, Dr. Eko Sudarmanto, mengatakan kolaborasi internasional menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat global.
“Implementasi MoU ini merupakan wujud nyata komitmen Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS dalam mengembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui jejaring internasional. Kami percaya kolaborasi dengan Wuhan Sports University tidak hanya memperluas ruang akademik bagi dosen dan mahasiswa, tetapi juga menjadi jembatan untuk melahirkan penelitian inovatif, pembelajaran yang lebih berkualitas, serta pengabdian kepada masyarakat yang berdampak global,” ujarnya.
Menurut Eko, internasionalisasi tidak sekadar memperbanyak kerja sama luar negeri, tetapi juga membangun ekosistem akademik yang mendorong pertukaran pengetahuan, budaya ilmiah, dan inovasi. Pengalaman akademik dari institusi bereputasi internasional dinilai mampu memperkaya perspektif dosen maupun mahasiswa dalam menghadapi tantangan pendidikan olahraga di masa depan.
Sementara itu, Dr. Du Geng menyambut positif kemitraan dengan UMS. Ia menilai kedua institusi memiliki visi yang sama dalam mengembangkan pendidikan olahraga berbasis riset dan inovasi.
Menurutnya, implementasi MoU menjadi titik awal berbagai program strategis yang saling menguntungkan, termasuk penelitian kolaboratif, pertukaran sivitas akademika, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Selama berada di Wuhan Sports University, delegasi UMS mengikuti sejumlah agenda akademik, di antaranya diskusi mengenai sistem pembelajaran olahraga, pemaparan hasil riset terbaru di bidang sport science, serta kunjungan ke laboratorium fisiologi olahraga, laboratorium biomekanika, pusat kebugaran olahraga prestasi, hingga fasilitas pelatihan atlet elite.
Delegasi juga mempelajari penerapan teknologi olahraga dalam pembinaan atlet berprestasi yang menjadi salah satu keunggulan Wuhan Sports University.
Forum diskusi menghasilkan sejumlah rencana implementasi kerja sama yang akan direalisasikan dalam waktu dekat. Program prioritas tersebut meliputi penyelenggaraan kuliah tamu internasional, penelitian bersama dengan publikasi pada jurnal bereputasi internasional, student mobility, faculty exchange, serta pengembangan kurikulum berbasis standar internasional.
Agam Akhmad Syaukani memastikan seluruh rangkaian komunikasi akademik berjalan efektif sehingga menghasilkan berbagai kesepahaman untuk pengembangan kerja sama pada periode mendatang.
Melalui kolaborasi strategis ini, Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS berharap dapat mempercepat transformasi menuju pendidikan berstandar internasional sekaligus memperluas kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk memperoleh pengalaman akademik lintas negara.
Kemitraan dengan Wuhan Sports University juga diharapkan menjadi fondasi lahirnya inovasi di bidang pendidikan jasmani, olahraga, dan sport science yang memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat global. (*)

