MAGELANG, MENARA62.COM – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menghadirkan cara kreatif untuk mengenalkan mitigasi bencana kepada anak-anak. Melalui permainan edukatif, mereka menanamkan kesadaran kesiapsiagaan sejak dini di Desa Sumber Agung 1, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Ahad (19/7/2026).
Kegiatan yang merupakan luaran mata kuliah Komunikasi Bencana ini bertujuan meningkatkan pengetahuan anak-anak mengenai berbagai potensi bencana sekaligus membekali mereka dengan langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.
Salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA, Khansa Aziza Arya Kusuma, mengatakan metode pembelajaran sengaja dirancang secara interaktif agar materi kebencanaan lebih mudah dipahami oleh anak-anak.
“Selama kegiatan, peserta kami perkenalkan pada berbagai jenis bencana serta langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Kami ingin mitigasi bencana kali ini menyenangkan. Karena itu, kegiatan ini bukan hanya penyampaian materi, tetapi juga dengan aktivitas interaktif, seperti bermain clay dan mengerjakan teka-teki silang (TTS),” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak mengikuti berbagai permainan edukatif. Melalui media clay, mereka dikenalkan pada berbagai simbol dan bentuk yang berkaitan dengan kebencanaan sambil mengembangkan kreativitas.
Sementara itu, permainan teka-teki silang dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengulang materi yang telah dipelajari. Pendekatan tersebut membuat suasana belajar lebih aktif, menyenangkan, sekaligus membantu peserta mengingat informasi penting tentang mitigasi bencana.
Khansa menjelaskan, pendekatan kreatif dipilih agar pesan-pesan kesiapsiagaan dapat melekat lebih lama dalam ingatan anak-anak.
Menurutnya, pembelajaran yang menyenangkan akan mendorong peserta lebih mudah memahami tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
“Harapannya, anak-anak tidak hanya memahami apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana, tetapi juga berani berbagi pengetahuan tersebut kepada keluarga dan teman-temannya. Dengan begitu, kesadaran mitigasi bencana dapat tumbuh sejak dini dan menyebar lebih luas di lingkungan sekitar,” katanya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang dilakukan mahasiswa UNIMMA melalui penerapan ilmu komunikasi di tengah masyarakat.
Selain mengasah kompetensi akademik, mahasiswa juga memperoleh pengalaman langsung dalam menyusun strategi komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan kebencanaan kepada kelompok usia anak.
Melalui program ini, UNIMMA berharap literasi mitigasi bencana dapat terus meningkat sejak usia dini. Pendekatan yang edukatif, kreatif, dan menyenangkan diharapkan mampu membentuk generasi yang lebih tanggap, siap menghadapi potensi bencana, serta mampu menularkan budaya kesiapsiagaan kepada lingkungan sekitarnya. (*)
