28.6 C
Jakarta

Mahasiswa UMS Perkuat Digitalisasi Pajak Kendaraan di Ponorogo

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id berkontribusi dalam mendukung digitalisasi pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) melalui Program Magang Mandiri di Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPT PPD) Ponorogo, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur.

 

Melalui program tersebut, mahasiswa terlibat dalam implementasi SIJATIL (Sistem Informasi Jaringan Transaksi Integrasi Layanan Mitra Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor), inovasi yang dirancang untuk memperluas akses pembayaran PKB sekaligus mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

Dua mahasiswa FEB UMS yang mengikuti program ini adalah Anindya Putri Annora (B100240434) dan Pebrianti Nurul Azizah (B100240459). Selama menjalani magang, keduanya terlibat langsung dalam berbagai aktivitas pelayanan publik sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik (experiential learning).

 

“Kami tidak hanya mempelajari proses administrasi pelayanan PKB, tetapi juga melakukan observasi, pendampingan, dokumentasi, analisis proses bisnis, serta pengumpulan data pada jaringan Mitra Layanan Pembayaran PKB yang telah tergabung dalam ekosistem SIJATIL,” ujar Anindya, Rabu (22/7/2026).

 

Menurutnya, pendampingan di lapangan memberikan pengalaman nyata mengenai mekanisme pembayaran pajak kendaraan, pola kemitraan dengan berbagai mitra layanan, hingga strategi memperluas akses pembayaran bagi masyarakat.

 

Tak hanya memperoleh pengalaman praktis, mahasiswa juga menyusun rekomendasi berbasis kajian akademik yang diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengembangan SIJATIL. Hasil observasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, dan akuntabel.

 

Kepala UPT PPD Ponorogo, Sartono, S.Sos., mengapresiasi kontribusi mahasiswa UMS selama mengikuti Program Magang Mandiri. Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi inovasi pelayanan publik.

 

“Kami mengapresiasi semangat, dedikasi, dan profesionalisme mahasiswa Magang Mandiri UMS yang telah menjadi bagian dari pengembangan inovasi SIJATIL. Kehadiran mereka memberikan kontribusi nyata melalui observasi, analisis, dan pendampingan langsung kepada mitra layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor,” katanya.

 

Sartono menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah mampu menghasilkan manfaat bagi kedua belah pihak. Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai tata kelola pelayanan publik dan pengelolaan pendapatan daerah, sementara instansi mendapatkan masukan objektif untuk menyempurnakan inovasi layanan.

 

Ia menambahkan, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah tidak hanya bergantung pada regulasi maupun teknologi, tetapi juga membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, mitra layanan, dan dunia pendidikan.

 

“Kehadiran mahasiswa sebagai agen perubahan menjadi bagian penting dalam membangun budaya inovasi yang berkelanjutan guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta memberikan pelayanan yang semakin mudah, cepat, dan berkualitas kepada masyarakat,” ujarnya.

 

Program Magang Mandiri ini menjadi wujud sinergi antara Bapenda Provinsi Jawa Timur melalui UPT PPD Ponorogo dengan UMS dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong lahirnya inovasi pelayanan publik berbasis digital.

 

Melalui kolaborasi tersebut, UMS berharap kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat terus berkembang untuk menciptakan layanan publik yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Timur melalui optimalisasi pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!