SOLO, MENARA62.COM – SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta kembali menegaskan kiprahnya sebagai sekolah dasar unggulan berwawasan global. Sekolah yang berdiri sejak 1935 itu menerima kunjungan observasi akademik dari tim peneliti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung untuk mengkaji implementasi pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial (AI), koding, serta penguatan karakter Islami yang diterapkan secara terintegrasi.
Kunjungan yang berlangsung di sekolah tersebut dipimpin Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si., bersama Dr. Yanti Shantini, M.Pd., Dr. Wilodati, M.Pd., dan Lingga Utami, M.Pd. Tim peneliti melakukan observasi terhadap ekosistem pendidikan modern yang dikembangkan SD Muhammadiyah 1 Ketelan sebagai bagian dari riset pengembangan pendidikan dasar di era digital.
Pelaksana Tugas Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Sri Martono Lanjarsari, mengatakan sekolah tidak hanya berorientasi pada peningkatan mutu akademik, tetapi juga menjadikan pendidikan sebagai bagian dari dakwah Muhammadiyah.
“Amal Usaha Muhammadiyah adalah kendaraan dakwah. Kita tidak mungkin memajukan syiar agama jika kapal penggeraknya atau lembaga dibiarkan karam. Kesuksesan sekolah ini adalah kesuksesan dakwah kita bersama,” ujarnya.
Menurut Lanjarsari, pengelolaan sekolah mengusung filosofi “Kapal Dakwah”, yakni menyelaraskan kualitas sumber daya manusia, fasilitas, dan pelayanan dengan pembentukan karakter Islami peserta didik. Filosofi tersebut menjadi landasan dalam membangun sekolah yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Pembelajaran Berbasis AI dan Deep Learning
SD Muhammadiyah 1 Ketelan kini menerapkan transformasi pembelajaran menuju student-centered ecosystem atau ekosistem pendidikan yang berpusat pada murid. Paradigma baru ini menempatkan peserta didik sebagai subjek utama dalam proses belajar.
Model pembelajaran konvensional telah dikembangkan menjadi Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) yang mengintegrasikan kecerdasan artifisial (AI), koding, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), serta Project-Based Learning.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, hingga literasi digital yang menjadi kebutuhan generasi masa depan.
Didukung Empat Zona Pembelajaran
Untuk mendukung implementasi pembelajaran modern, sekolah yang didukung sekitar 70 tenaga pendidik dan kependidikan itu membagi kawasan sekolah ke dalam empat zona utama.
Zona tersebut meliputi Pusat Inovasi dan Teknologi yang dilengkapi laboratorium komputer, Laboratorium MIPA, dan Studio Radio Streaming Solo Belajar. Selain itu terdapat Pusat Seni dan Budaya yang menaungi ruang karawitan, musik, dan musala sebagai pusat pembinaan karakter.
Sekolah juga menghadirkan Pusat Kesejahteraan Siswa melalui kantin sehat, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), hingga ruang laktasi bagi orang tua yang menyusui.
Kembangkan Bakat Melalui 26 Ekstrakurikuler
Tak hanya unggul dalam bidang teknologi, SD Muhammadiyah 1 Ketelan juga memberi ruang luas bagi pengembangan minat dan bakat siswa melalui 26 kegiatan ekstrakurikuler.
Beragam pilihan tersedia, mulai dari Robotic Club, Science Club, seni karawitan, pedalangan, kriya batik, hingga olahraga Tapak Suci dan renang. Program tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah mencetak peserta didik yang unggul secara akademik, kreatif, sekaligus berkarakter.
Sekolah juga memasang target peningkatan prestasi dari sekitar 750 capaian pada tahun sebelumnya menjadi 1.000 prestasi pada tahun ajaran 2026/2027.
Menurut Lanjarsari, tingginya kepercayaan masyarakat terlihat dari penerimaan peserta didik baru yang selalu terpenuhi sesuai kuota, yakni 112 siswa setiap tahun.
“Dengan keterisian siswa baru yang selalu mencapai target 100 persen, membuktikan bahwa integrasi antara kedalaman spiritual, budaya lokal, dan kecerdasan artifisial mampu melahirkan generasi emas yang siap bersaing di panggung internasional,” pungkasnya.
Kunjungan tim peneliti UPI Bandung diharapkan semakin memperkuat posisi SD Muhammadiyah 1 Ketelan sebagai rujukan pengembangan pendidikan dasar berbasis AI, pembelajaran mendalam, dan pendidikan karakter yang relevan dengan tantangan global. (*)
