SOLO, MENARA62.COM – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus memperkuat implementasi Caturdarma Perguruan Tinggi Muhammadiyah melalui perluasan kemitraan strategis. Salah satunya diwujudkan dengan menjalin kerja sama bersama Forum Guru Muhammadiyah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kompetensi guru, serta memperkuat sinergi antara dunia akademik dan sekolah Muhammadiyah.
Kolaborasi yang dibahas dalam pertemuan di FAI UMS pada 22 Juli 2026 ini menjadi langkah awal penyusunan berbagai program bersama yang berorientasi pada pengembangan pendidikan Islam yang adaptif dan berkelanjutan.
FAI UMS diwakili Wakil Dekan II Bidang Administrasi dan Keuangan, Dr. Istanto, S.Pd.I., M.Pd., didampingi anggota Unit Penjaminan Mutu Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Dartim, S.Pd., M.Pd., serta Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam UMS, Dr. Muh. Nur Rochim Maksum, S.Pd.I., M.Pd.I. Sementara Forum Guru Muhammadiyah diwakili Sutomo, M.Ag.
Wakil Dekan II FAI UMS, Dr. Istanto, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen kedua lembaga dalam membangun hubungan kelembagaan yang produktif dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pendidikan Muhammadiyah.
“Melalui kerja sama Caturdarma ini, FAI UMS dan Forum Guru Muhammadiyah akan memperluas ruang kolaborasi dalam berbagai bidang, mulai dari pengembangan kualitas pendidikan, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, hingga penguatan hubungan antara dunia akademik dengan kebutuhan riil di lingkungan sekolah,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, kemitraan tersebut tidak hanya berorientasi pada penandatanganan kerja sama, tetapi akan diwujudkan melalui berbagai program konkret yang memberikan dampak langsung bagi guru, mahasiswa, maupun masyarakat.
Beberapa agenda kolaboratif yang telah disiapkan meliputi pelatihan dan pengembangan profesional guru, seminar pendidikan, kuliah praktisi, pendampingan akademik, penelitian bersama, publikasi ilmiah, hingga program pengabdian kepada masyarakat.
Istanto menilai sinergi antara perguruan tinggi dan forum guru menjadi strategi penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman.
“Perguruan tinggi menghadirkan pengembangan keilmuan, riset, dan inovasi pembelajaran, sedangkan guru memberikan pengalaman empiris mengenai kebutuhan serta tantangan nyata di sekolah. Kolaborasi ini akan menghasilkan program yang lebih relevan dan berdampak,” tegasnya.
Melalui kolaborasi tersebut, program yang dijalankan diharapkan tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi benar-benar meningkatkan mutu pembelajaran dan kapasitas tenaga pendidik di sekolah-sekolah Muhammadiyah.
Keterlibatan Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam UMS juga menjadi penguat dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis riset, profesionalisme, serta kebutuhan masyarakat. Kerja sama ini diharapkan membuka ruang kolaborasi bagi dosen, mahasiswa, alumni, dan guru untuk melahirkan inovasi pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Di sisi lain, Unit Penjaminan Mutu Program Studi PAI berperan memastikan setiap program memiliki standar pelaksanaan yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, serta mekanisme evaluasi berkelanjutan sehingga kualitas implementasi kerja sama terus meningkat.
Kemitraan antara FAI UMS dan Forum Guru Muhammadiyah menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarlembaga Muhammadiyah dalam membangun pendidikan yang berkualitas, adaptif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam serta Kemuhammadiyahan.
Melalui langkah ini, FAI UMS menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kolaborasi yang mampu mengintegrasikan kapasitas akademik perguruan tinggi dengan pengalaman profesional para guru. Sinergi tersebut diharapkan semakin memperkuat kontribusi Muhammadiyah dalam mencetak pendidik yang kompeten sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat lokal, nasional, hingga internasional. (*)

