JAKARTA, MENARA62.COM — Sebanyak 230 pengusaha dari Jakarta dan sekitarnya berkumpul dalam Kopdar Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) DKI Jakarta 2026 di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan yang digelar SUMU bersama Lembaga Pengembang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LP-UMKM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta tersebut mengusung tema “Ekosistem Usaha Berkemajuan: Mewujudkan Industrialisasi Indonesia.”
Kopdar tidak hanya menjadi ajang silaturahmi para pelaku usaha Muhammadiyah. Forum tersebut diarahkan menjadi ruang konsolidasi potensi bisnis, mempertemukan pelaku usaha, membuka peluang kolaborasi, sekaligus membangun ekosistem bisnis yang saling terhubung.
Direktur SUMU sekaligus Wakil Ketua LP-UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ghufron Mustaqim, mengatakan industrialisasi menjadi salah satu jalan penting untuk membangun kemakmuran masyarakat. Menurut dia, agenda tersebut sekaligus menjadi bentuk aktualisasi nilai Al-Ma’un dalam konteks abad ke-21.
“Gerakan ekonomi Muhammadiyah tidak cukup hanya diwujudkan melalui pemberian bantuan materi, tetapi juga perlu diarahkan pada penciptaan lapangan kerja dan sumber penghidupan yang berkelanjutan,” ujar Ghufron.
Ia menilai Muhammadiyah memiliki modal ekosistem yang kuat untuk mendorong agenda industrialisasi. Modal tersebut antara lain jaringan Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) yang dapat mendukung akses permodalan, perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) dengan kapasitas riset dan pengembangan pengetahuan, serta basis warga Muhammadiyah yang menjadi potensi pasar besar.
Menurut Ghufron, berbagai kekuatan tersebut perlu dihubungkan dan dikonsolidasikan agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan demikian, potensi yang dimiliki Muhammadiyah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang produktif.
UMKM Muhammadiyah Perlu Naik Kelas
Ketua LP-UMKM PP Muhammadiyah, Toni Firmansyah, menegaskan tantangan pengembangan UMKM Muhammadiyah bukan sekadar meningkatkan jumlah pelaku usaha.
Persoalan yang lebih penting, kata dia, adalah bagaimana potensi tersebut dikonsolidasikan menjadi kekuatan ekonomi bersama.
“Diperlukan ekosistem yang menghubungkan pelaku usaha dengan persyarikatan, lembaga keuangan, perguruan tinggi, pasar, dan berbagai jaringan Muhammadiyah,” katanya.
Toni menilai kolaborasi lintas ekosistem diperlukan untuk membangun rantai nilai bersama. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan skala dan daya saing usaha sekaligus mendorong UMKM Muhammadiyah naik kelas.
Lebih jauh, penguatan ekosistem bisnis diharapkan dapat membuka akses pelaku UMKM Muhammadiyah ke rantai industri yang lebih luas.
SUMU Diharapkan Perkuat Gerakan Ekonomi
Ketua PWM DKI Jakarta, Dr. Akhmad H. Abubakar, S.E., M.M., mengapresiasi penyelenggaraan Kopdar SUMU DKI Jakarta 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat gerakan ekonomi Muhammadiyah di Jakarta.
Ia menegaskan bahwa penguatan ekonomi merupakan bagian penting dari agenda dakwah Muhammadiyah. Karena itu, konsolidasi para pengusaha melalui SUMU diharapkan berkembang menjadi gerakan ekonomi yang memberikan dampak nyata.
Akhmad berharap kekuatan ekonomi yang dibangun melalui jejaring pengusaha Muhammadiyah dapat berkontribusi terhadap pembangunan Jakarta sekaligus perekonomian nasional.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Koordinator Bidang UMKM PWM DKI Jakarta Ramilan, S.E., M.M.; Ketua LP-UMKM PWM DKI Jakarta Nosri Sahibi; serta praktisi branding dan marketing Apik Syamsul Rijal.
Selain talkshow dan diskusi, Kopdar SUMU DKI Jakarta 2026 diisi presentasi pengenalan usaha sekaligus penawaran peluang kolaborasi dari 22 pengusaha anggota SUMU.
Sesi tersebut memberikan kesempatan kepada para pengusaha untuk memperkenalkan produk dan layanan, memperluas jaringan bisnis, serta menjajaki kerja sama secara langsung dengan peserta lainnya.
Melalui forum tersebut, SUMU mendorong agar kekuatan ekonomi Muhammadiyah tidak berhenti pada besarnya jumlah pelaku usaha. Lebih dari itu, kekuatan tersebut diharapkan berkembang menjadi ekosistem bisnis yang terintegrasi, produktif, dan berdaya saing.
Konsolidasi pengusaha Muhammadiyah di Jakarta diharapkan menjadi pijakan awal untuk memperluas kemitraan, membuka pasar baru, memperkuat rantai pasok, dan membangun kolaborasi bisnis yang mampu memberikan kontribusi strategis terhadap industrialisasi Indonesia. (*)
