35 C
Jakarta

MI Muhammadiyah Blumbang Gelar Parenting, Hadirkan Narasumber Pusat

Baca Juga:

BOYOLALI, MENARA62.COM — MI Muhammadiyah Blumbang Boyolali mengawali Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan menggelar Awalussanah dan Seminar Parenting, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara madrasah dan orang tua dalam mendampingi pendidikan serta tumbuh kembang anak.

 

Mengangkat tema “Menyelaraskan Kompas Pengasuhan di Rumah dan di Madrasah”, seminar menghadirkan Pujiono, anggota Tim Diksuspala Penjamin Mutu Sekolah Muhammadiyah Pimpinan Pusat, sebagai narasumber.

 

Kepala MI Muhammadiyah Blumbang, Waginah, S.Pd., mengatakan kegiatan parenting menjadi bagian penting dalam membangun kesamaan visi antara madrasah dan keluarga.

 

Menurutnya, pendidikan anak tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Orang tua memiliki peran penting dalam melanjutkan dan memperkuat pendidikan yang diberikan di madrasah.

 

Perkuat Sinergi Madrasah dan Orang Tua

 

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Majelis Dikdasmen PDM Boyolali, Komite Madrasah, serta orang tua dan wali siswa.

 

Majelis Dikdasmen PDM Boyolali yang diwakili Safii, S.Pd., menyampaikan sambutan sekaligus memberikan penguatan kepada keluarga besar madrasah. Kehadiran Majelis Dikdasmen menjadi bentuk dukungan terhadap upaya MI Muhammadiyah Blumbang meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan orang tua.

 

Sementara itu, doa dipimpin Sholeh Wiyono, S.Ag., dari Komite Madrasah. Anggota Komite Madrasah, Rukani, juga turut hadir memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.

 

Seminar parenting menjadi ruang bagi orang tua untuk merefleksikan pola pengasuhan yang selama ini diterapkan. Pujiono menekankan pentingnya memberikan arah yang jelas kepada anak agar mampu menghadapi perubahan zaman.

 

“Rumah dan madrasah tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Apa yang ditanamkan guru di madrasah perlu diperkuat orang tua di rumah, demikian pula nilai-nilai baik yang dibangun keluarga perlu mendapatkan penguatan di madrasah,” papar Pujiono.

 

Ia menegaskan, guru dan orang tua memiliki peran yang saling melengkapi. Guru mendidik anak di lingkungan madrasah, sementara orang tua merupakan pendidik utama di rumah.

 

Keduanya perlu memiliki “kompas” pengasuhan yang sama, yakni mengantarkan anak menjadi pribadi yang beriman, berakhlak, cerdas, mandiri, dan memiliki karakter kuat.

 

Pujiono yang juga Mudir PonpesMu Manafiul ’Ulum Canden, Sambi, tersebut mendorong agar komunikasi antara madrasah dan keluarga terus dibangun sehingga pendidikan anak dapat berjalan secara konsisten.

 

Awal Tahun Pelajaran dengan Kolaborasi

 

Kepala MI Muhammadiyah Blumbang, Waginah, bersama keluarga besar madrasah berharap Awalussanah dan Seminar Parenting menjadi langkah awal membangun kolaborasi pendidikan yang semakin erat.

 

Kolaborasi tersebut melibatkan madrasah, orang tua, komite, serta persyarikatan Muhammadiyah.

 

Dengan pengasuhan yang selaras, rumah dan madrasah diharapkan tidak menjadi dua lingkungan yang berjalan terpisah. Keduanya dapat menjadi kekuatan yang saling mendukung dalam mengantarkan anak menuju masa depan yang lebih baik.

 

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem pendidikan, bukan hanya guru di ruang kelas, tetapi juga keluarga yang mendampingi awnak dalam kehidupan sehari-hari. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!