MANGGARAI TIMUR, MENARA62.COM — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) melalui Tim Kesehatan Muhammadiyah bergerak membantu pelayanan kesehatan masyarakat terdampak gempa bumi di Puskesmas Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tim kesehatan Muhammadiyah diterjunkan untuk mendampingi dr. Melinda setelah permintaan bantuan tenaga medis yang disampaikannya beredar di media sosial. Keterbatasan tenaga kesehatan membuat pelayanan terhadap banyaknya pasien pascagempa membutuhkan dukungan tambahan.
Di bawah koordinasi Direktur Klinik Utama Muhammadiyah Ende, dr. Ibrahim Sengaji, Muhammadiyah mengirimkan satu dokter dan dua perawat untuk membantu pelayanan di Puskesmas Dampek.
Salah satu tenaga medis yang diterjunkan, dr. Baim, mengatakan tim Muhammadiyah telah bergerak sejak hari pertama setelah gempa terjadi. Bersama Klinik Muhammadiyah Ende, MDMC Ende, dan Klinik Muhammadiyah Maumere, tim berangkat menuju Mbay pada Sabtu sekitar pukul 10.30 WITA.
Setibanya di Mbay, tim langsung melakukan penyisiran terhadap masyarakat yang berada di wilayah perbukitan. Langkah tersebut dilakukan menyusul informasi mengenai potensi tsunami setelah gempa.
“Kemudian besoknya kami melanjutkan ke Riung, Kabupaten Ngada. Kami membuat pos pelayanan Muhammadiyah di Mbay, kemudian melanjutkan ke Riung dan berkoordinasi dengan PDM dan PDA Kabupaten Ngada untuk membuat pos pelayanan di sana,” ujar dr. Baim.
Bawa Obat dan Logistik di Tengah Akses Berbahaya
Dalam perjalanan menuju Manggarai Timur, tim menemukan sejumlah wilayah mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi akses yang berbahaya menjadi salah satu tantangan dalam mobilisasi tim kesehatan.
Tim tetap membawa logistik dan obat-obatan dalam jumlah terbatas untuk mendukung pelayanan kepada warga terdampak.
Setibanya di Manggarai Timur, tim menemukan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Warga juga membutuhkan pertolongan medis akibat dampak gempa.
Tim kemudian memberikan pelayanan kepada masyarakat, antara lain membersihkan luka dan melakukan tindakan medis seperti penjahitan luka.
Pada malam hari ketika berada di wilayah Pota, tim memperoleh informasi mengenai dr. Melinda yang harus menangani banyak pasien seorang diri di Puskesmas Dampek.
Informasi tersebut beredar melalui grup Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
“Setelah ada berita di grup IDI bahwa dr. Melinda menangani sendiri dengan begitu banyak pasien, keesokan paginya kami bergeser ke Dampek untuk membantu dr. Melinda dengan satu dokter dan dua perawat,” kata dr. Baim.
Tiga Pasien Fraktur Dirujuk ke RSUD Borong
Hingga Selasa (18/8/2026), Tim Kesehatan Muhammadiyah masih mendampingi pelayanan di Puskesmas Dampek.
Selain memberikan pelayanan kesehatan di fasilitas tersebut, tim juga membantu melakukan evakuasi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Sebanyak tiga pasien dengan kondisi fraktur telah dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Borong untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Kehadiran Tim Kesehatan Muhammadiyah merupakan bagian dari respons kemanusiaan MDMC bersama jejaring layanan kesehatan Muhammadiyah dalam membantu masyarakat terdampak gempa di wilayah Flores.
Tim kesehatan Muhammadiyah akan terus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan, pemerintah, dan berbagai pihak terkait di lapangan. Koordinasi dilakukan untuk memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat terdampak dapat ditangani sesuai kondisi dan kebutuhan. (*)
