SOLO, MENARA62.COM – Kebakaran melanda Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Putri Cempo, Mojosongo, Surakarta, Rabu (2/9/2026) malam. Api yang membesar sejak sekitar pukul 18.00 WIB membakar area yang berdasarkan kaji cepat mencapai hampir 10.000 meter persegi.
Penyebab kebakaran hingga Kamis (3/9/2026) dini hari belum diketahui. Besarnya area terdampak, kondisi sampah yang kering, serta angin kencang membuat kebakaran tersebut berpotensi menimbulkan ancaman lanjutan, terutama berupa penyebaran api dan asap.
Merespons kondisi tersebut, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta segera mengerahkan relawan ke sekitar lokasi kejadian.
Ketua MDMC PDM Kota Surakarta, Teguh Wahyudi, turun langsung memantau pergerakan relawan Muhammadiyah sekaligus perkembangan situasi di lapangan.
Menurut Teguh, respons awal difokuskan pada pemantauan kondisi di sekitar lokasi, distribusi masker dan air minum dalam kemasan (AMDK), serta pengerahan satu unit ambulans MDMC untuk mengantisipasi kondisi darurat.
“Kami telah mengutus bidang Tanggap Darurat (TD) sebagai penanggung jawab pengerahan pasukan. Fokus kita malam ini pemantauan sekat antara permukiman dan lokasi kebakaran, pembagian masker dan AMDK, serta pengerahan ambulans MDMC untuk antisipasi kejadian luar biasa yang membahayakan korban jiwa,” ujar Teguh.
Api Meluas, Asap Bergerak ke Utara
MDMC PDM Kota Surakarta mencatat kebakaran memiliki potensi risiko cukup tinggi karena dipengaruhi kondisi angin dan material sampah yang kering.
Teguh meminta relawan tidak mengambil risiko dengan masuk terlalu jauh ke area kebakaran.
“Malam ini angin cukup besar dan sampah permukaan yang kering. Kami harap relawan Muhammadiyah yang bertugas berhati-hati agar tidak terlalu dalam masuk mengingat risikonya cukup besar,” katanya.
Berdasarkan laporan tim kaji cepat, sebaran api diperkirakan mencapai hampir 10.000 meter persegi. Sementara itu, sebaran asap diperkirakan mencapai sekitar 113.000 meter persegi dan bergerak ke arah utara.
Kondisi tersebut membuat pemantauan menjadi bagian penting dari respons awal, khususnya untuk mengantisipasi dampak terhadap kawasan permukiman di sekitar TPSA Putri Cempo.
Teguh juga menyampaikan perkembangan kondisi kepada Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani sebagai bagian dari koordinasi penanganan kejadian.
Relawan Ditarik, Pemantauan Dilanjutkan
MDMC PDM Kota Surakarta tidak langsung melakukan pengerahan lanjutan secara terbuka setelah tengah malam. Tim memilih mengutamakan pemantauan dan menunggu hasil kajian serta koordinasi lebih lanjut.
Pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 00.15 WIB, relawan Muhammadiyah yang melakukan respons di lokasi diinstruksikan kembali ke markas komando (mako).
“Sementara ini pemantauan dulu. Per tanggal 3 September 2026 pukul 00.15 WIB kami instruksikan kepada relawan Muhammadiyah yang respons agar kembali ke Mako. Cukup lakukan pemantauan terlebih dahulu sembari kami akan koordinasi,” ujar Teguh.
Ia mengatakan keputusan mengenai respons berikutnya akan menunggu perkembangan situasi dan laporan resmi dari tim.
“Tunggu hasil SITREP yang akan dikeluarkan oleh Pusdatin MDMC PDM Kota Surakarta,” tambahnya.
MDMC PDM Kota Surakarta memastikan pemantauan tetap dilakukan untuk mengetahui perkembangan api, arah pergerakan asap, serta potensi dampak terhadap masyarakat sekitar.
Respons tersebut menjadi langkah awal Muhammadiyah dalam mengantisipasi risiko kebakaran TPSA Putri Cempo, terutama di tengah kondisi angin dan material sampah kering yang dapat mempercepat penyebaran api. (Bams/*)
