BOYOLALI, MENARA62.COM – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Al-Ghozali Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali menghadirkan program Pojok Harmoni bagi masyarakat Desa Catur, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali.
Kegiatan yang digelar di Taman Punokawan, Gumukrejo, Desa Catur, Sabtu (22/8/2026), tersebut memadukan edukasi psikologi, layanan kesehatan, olahraga, hiburan, dan penguatan kebersamaan masyarakat.
Sebanyak 37 ibu-ibu PKK dan enam anak mengikuti rangkaian kegiatan. Selain itu, kegiatan turut dihadiri empat anggota tim monitoring dan evaluasi.
Acara diawali dengan senam bersama. Setelah itu, peserta mendapatkan pemeriksaan kesehatan umum dari bidan serta pemeriksaan gigi yang dilakukan bersama tim Gigigo.
Anggota Tim PPK Ormawa IMM Al-Ghozali, Musakinah Oktafira Aura Wijaya, mengatakan kegiatan tersebut dikemas khusus untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.
“Pojok Harmoni: Merayakan Kemerdekaan, Menguatkan Perempuan, dan Memberdayakan Masyarakat melalui Kesehatan dan Edukasi Psikologi,” menjadi tema yang diusung dalam kegiatan tersebut.
Musakinah menjelaskan, Pojok Harmoni merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap minggu. Program tersebut menjadi wadah pemberdayaan masyarakat melalui edukasi sekaligus penerapan ilmu psikologi.
“Pojok Harmoni merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap minggu sebagai wadah pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan penerapan ilmu psikologi,” kata Musakinah, Sabtu (5/9/2026).
Menurut dia, program tersebut secara khusus menyasar masyarakat, terutama perempuan dan ibu-ibu. Mereka diajak belajar, berbagi pengalaman, membangun dukungan sosial, serta meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan mental.
Pada edisi khusus kemerdekaan, Pojok Harmoni memadukan edukasi psikologi dengan kegiatan kesehatan, hiburan, dan kebersamaan. Konsep tersebut diharapkan menciptakan ruang yang nyaman bagi masyarakat untuk belajar dan saling mendukung.
Edukasi Psychological First Aid
Salah satu materi utama dalam kegiatan tersebut adalah edukasi Psychological First Aid (PFA) yang disampaikan Arimby Dwinda Putri.
Peserta diperkenalkan pada pentingnya memberikan dukungan psikologis awal kepada seseorang yang tengah menghadapi situasi sulit.
Arimby menekankan bahwa memberikan dukungan kepada seseorang tidak selalu harus dilakukan dengan memberikan solusi. Dalam kondisi tertentu, seseorang justru membutuhkan ruang aman untuk bercerita dan didengarkan.
“Ibu boleh lelah, ibu boleh bercerita, ibu boleh meminta bantuan, ibu juga berhak memiliki ruang untuk dirinya sendiri. Kadang kita tidak membutuhkan seseorang yang langsung memberi solusi. Kita hanya membutuhkan seseorang yang bersedia berkata: aku dengarkan,” ujar Arimby.
Pesan tersebut mendapat perhatian peserta yang sebagian besar merupakan ibu-ibu PKK. Edukasi PFA diharapkan dapat membantu masyarakat memahami cara memberikan dukungan psikologis awal secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Pemeriksaan Kesehatan hingga Perlombaan
Selain edukasi psikologi, kegiatan juga diisi dengan berbagai aktivitas yang mendorong interaksi dan kebersamaan warga.
Peserta mengikuti perlombaan estafet karet dan joget balon. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan dalam suasana peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga.
Perwakilan ibu-ibu PKK, Indra, mengaku senang mengikuti Pojok Harmoni edisi kemerdekaan.
“Saya sangat senang mengikuti kegiatan hari ini. Acaranya menyenangkan karena ada senam, permainan, pemeriksaan kesehatan, dan pemeriksaan gigi gratis,” ujarnya.
Ia menilai materi psikologi yang diberikan juga bermanfaat, terutama bagi peserta yang telah memasuki usia lanjut.
“Materi yang disampaikan juga sangat bermanfaat, terutama bagi kami yang sudah lanjut usia,” katanya.
Melalui Pojok Harmoni, Tim PPK Ormawa IMM Al-Ghozali berupaya menggabungkan pendekatan psikologi dan kesehatan dengan aktivitas yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan mental dan fisik, tetapi juga memperkuat dukungan sosial serta pemberdayaan perempuan di tingkat masyarakat. (*)

