31.1 C
Jakarta

Masta IMM FKIP UMS: Cerdas Berpikir, Humanis Bertindak

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Sebanyak 725 mahasiswa baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mengikuti Masa Ta’aruf Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Masta IMM). Kegiatan ini menjadi pintu awal mahasiswa mengenal kehidupan kampus sekaligus menanamkan nilai intelektual dan kepedulian sosial.

 

Mengusung tema “Akademisi dalam Pikiran, Humanis dalam Tindakan,” Masta IMM FKIP UMS diarahkan tidak sekadar menjadi ajang pengenalan lingkungan akademik. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembentukan karakter mahasiswa agar mampu memadukan kecerdasan intelektual dengan moral dan kepedulian terhadap masyarakat.

 

Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., mengatakan Masta IMM menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat kehidupan kampus, nilai-nilai Muhammadiyah, sekaligus membangun rasa memiliki terhadap almamater.

 

“Masta IMM menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat kehidupan kampus, nilai-nilai Muhammadiyah, serta membangun rasa memiliki terhadap almamater,” kata Anam saat diwawancarai, Rabu (9/9/2026).

 

Menurut Anam, mahasiswa FKIP UMS tidak hanya diproyeksikan menjadi insan akademik yang unggul. Mereka juga dipersiapkan sebagai calon pendidik yang memiliki karakter kuat dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

 

Mahasiswa Baru Dibagi dalam Kelompok Kecil

 

Sebanyak 725 mahasiswa baru yang berasal dari 11 program studi di FKIP UMS mengikuti rangkaian Masta IMM. Untuk membangun interaksi sejak awal perkuliahan, peserta dibagi menjadi 20 kelas kecil yang kemudian dikelompokkan ke dalam empat kelas besar.

 

Pembagian tersebut diharapkan mampu mempertemukan mahasiswa dari berbagai program studi sehingga tercipta ruang interaksi, kebersamaan, dan solidaritas lintas bidang keilmuan.

 

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kepedulian terhadap sesama.

 

Ia berharap mahasiswa baru tidak hanya mengejar prestasi akademik selama menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial di sekitarnya.

 

“Jadilah akademisi yang tidak hanya cerdas dalam pikiran, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat dan kebaikan melalui setiap tindakan,” ujar Harun.

 

Pesan tersebut sejalan dengan tema Masta IMM FKIP UMS yang menempatkan kemampuan akademik dan nilai kemanusiaan sebagai dua hal yang saling melengkapi.

 

“Anggun dalam Moral, Unggul dalam Intelektual”

 

Ketua Umum IMM FKIP UMS, Muhammad Tito Rusmanto, turut menyampaikan slogan yang menjadi pesan bagi mahasiswa baru selama menjalani pendidikan di UMS, yakni “Anggun dalam Moral, Unggul dalam Intelektual.”

 

Menurut Tito, slogan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan mahasiswa tidak cukup diukur dari capaian akademik. Pembentukan karakter dan akhlak juga menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan mahasiswa.

 

Sementara itu, Ketua Pelaksana Masta IMM FKIP UMS, Mochamad Daffa Atssal, berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar dan memberikan pengalaman positif bagi mahasiswa baru.

 

“Semoga acara Masta pada pagi ini bisa berjalan dengan khidmat tanpa ada kendala apa pun,” ujarnya.

 

Masta IMM FKIP UMS juga dimeriahkan dengan kegiatan inagurasi yang menampilkan kreativitas mahasiswa. Selain menjadi ruang ekspresi, kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk membangun kebersamaan, mempererat hubungan antarmahasiswa, serta menumbuhkan solidaritas sebagai bagian dari keluarga besar FKIP UMS dan IMM.

 

Dibuka dengan Pembacaan Al-Qur’an

 

Pembukaan Masta IMM FKIP UMS berlangsung pada Sabtu (5/9/2026) pukul 07.00 WIB di Auditorium Moh. Djazman UMS, Kampus 1 UMS.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya, dan Mars IMM yang diikuti seluruh peserta dengan penuh khidmat.

 

Melalui Masta IMM, FKIP UMS berupaya menempatkan masa awal perkuliahan bukan sekadar sebagai proses adaptasi mahasiswa terhadap lingkungan kampus, tetapi juga sebagai momentum membangun identitas akademisi yang berkarakter, humanis, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!