31.9 C
Jakarta

Bank Jateng Syariah UMS Ajak Pegawai Ubah Lelah Jadi Lillah

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Rutinitas pekerjaan kerap menghadirkan rasa lelah. Namun, bagi pegawai Bank Jateng Syariah, lelah dalam bekerja dapat menjadi bernilai ibadah jika dilakukan dengan niat yang benar.

 

Pesan tersebut mengemuka dalam pengajian dan doa bersama Bank Jateng Syariah Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang digelar di Hall Lantai 2 Gedung Induk Siti Walidah UMS, Kamis (10/9/2026).

 

Mengangkat tema “Melayani dengan Hati, Mengubah Lelah Menjadi Lillah”, kegiatan tersebut diikuti jajaran KCPS Bank Jateng Syariah se-Solo Raya. Agenda ini menjadi bagian dari kegiatan rutin untuk memperkuat keimanan dan nilai spiritual pegawai dalam menjalankan pekerjaan.

 

Tausiyah dalam kegiatan tersebut disampaikan Dr Hakimuddin Salim, Lc., M.A., yang mengajak peserta memaknai kembali setiap aktivitas dan perjuangan dalam pekerjaan.

 

Menurut Hakimuddin, rasa lelah yang muncul saat bekerja tidak seharusnya hanya dipandang sebagai konsekuensi rutinitas. Jika dilandasi niat yang benar, perjuangan tersebut dapat bernilai pahala.

 

“Perjuangan yang kadang melelahkan, ini kalau tidak menjadi pahala artinya rugi,” ujar dosen Fakultas Agama Islam tersebut.

 

Luruskan Niat, Lelah Jadi Pahala

 

Hakimuddin menjelaskan, salah satu cara mengubah lelah menjadi pahala adalah dengan meluruskan niat. Bekerja dapat diniatkan sebagai ikhtiar mencari nafkah yang halal bagi keluarga sekaligus memberikan manfaat kepada orang lain.

 

“Bagaimana agar lelah menjadi pahala? Lelah harus lillah. Niatkan untuk mencari nafkah yang halal untuk keluarga masing-masing, niatkan untuk menolong sesama,” ungkapnya.

 

Ia mengingatkan bahwa manusia diciptakan Allah SWT untuk beribadah. Karena itu, pekerjaan yang dilakukan sehari-hari juga dapat ditempatkan sebagai bagian dari pengabdian kepada Allah SWT.

 

“Allah menciptakan kita semua di dunia ini hanyalah untuk beribadah,” katanya.

 

Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi pegawai Bank Jateng Syariah yang sehari-hari bekerja di bidang ekonomi syariah. Hakimuddin mengajak peserta menyadari bahwa pekerjaan dalam mengembangkan ekonomi berbasis prinsip syariah juga merupakan bagian dari perjuangan yang bernilai ibadah.

 

“Kita semua di Bank Jateng Syariah ini sedang berjuang syariah, terutama di bidang ekonomi, jadi ekonomi syariah,” jelasnya.

 

Hakimuddin juga mengingatkan peserta agar menjauhi hal-hal yang bertentangan dengan prinsip syariah, termasuk praktik riba. Menurutnya, konsumsi atau praktik yang haram memiliki konsekuensi spiritual bagi kehidupan seseorang.

 

“Mudharat dari memakan yang haram, riba, akan mendatangkan dosa dan juga murka Allah,” tuturnya.

 

Pengajian Digelar Dua Kali Sebulan

 

Pemimpin Bank Jateng KCPS UMS, Erni Kusumawati, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya pengajian tersebut. Ia menjelaskan, kegiatan serupa dilaksanakan secara bergilir di wilayah KCPS Solo Raya.

 

Menurut Erni, kajian tersebut menjadi agenda rutin yang digelar dua kali dalam sebulan. Pelaksanaannya dilakukan secara bergantian di sejumlah wilayah KCPS Solo Raya.

 

“Suatu kebanggaan bagi kami atas penyelenggaraan agenda ini. Acara ini dibuat berkeliling di daerah KCPS Solo Raya. Agenda kajian seperti ini dilaksanakan dua kali dalam sebulan,” ungkap Erni, Jumat (11/9/2026).

 

Ia berharap kegiatan yang berlangsung di lingkungan UMS tersebut membawa keberkahan bagi para peserta sekaligus lingkungan kerja Bank Jateng Syariah.

 

“Semoga kajian malam ini membawa keberkahan bagi kita juga kantor kita,” tambahnya.

 

Sementara itu, Pemimpin Bank Jateng Kantor Cabang Syariah Surakarta, Nur Rochmah Lia Fabiyanti, menyebut kegiatan di UMS merupakan putaran kedelapan dari rangkaian pengajian Bank Jateng Syariah.

 

Setelah pelaksanaan di UMS, rangkaian kegiatan tersebut akan dilanjutkan di Boyolali.

 

“Hari ini adalah putaran ke delapan untuk pengajian dan yang terakhir nanti adalah Boyolali. Malam ini sangat istimewa sekali karena acara ini adalah salah satu rutinitas kami supaya selalu tersirat keimanan,” tuturnya.

 

Menurut Nur Rochmah, pengajian menjadi salah satu ikhtiar untuk menjaga sekaligus meningkatkan keimanan pegawai di tengah padatnya aktivitas pekerjaan.

 

“Dengan adanya acara ini semoga menambah keimanan teman-teman semua,” lanjutnya.

 

Kegiatan pengajian dan doa bersama tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama. Melalui kegiatan ini, Bank Jateng Syariah mendorong para pegawai tidak sekadar bekerja untuk menyelesaikan tugas, tetapi menjadikan setiap ikhtiar sebagai bagian dari ibadah dan upaya memberikan manfaat bagi sesama. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!