YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) menyambut 1.277 mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Mereka terdiri dari Program Studi Sarjana 1.090 mahasiswa, Program Studi Profesi 87 orang, Program Studi Magister 78 mahasiswa, dan Program Studi Doktor sebanyak 22 mahasiswa.
Dr Ir Agus Mansur, ST, M Eng Sc, IPU, ASEAN Eng, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Keislaman, dan Kealumnian FTI UII mengungkapkan hal tersebut kepada wartawan secara Daring, Kamis (10/9/2026). Program Studi Manajemen Rekayasa (Prodi MR) mengalami peningkatan jumlah mahasiswa baru 100 persen.
Agus Mansur memerinci jumlah mahasiswa baru berdasarkan Program Studi (Prodi). Program Sarjana (S1) sebanyak 1.090 mahasiswa baru berasal dari Teknik Industri 360 orang; Informatika 192; Teknik Mesin 144; Teknik Kimia 141; Teknik Elektro 127; Manajemen Rekayasa 46; PJJ Informatika 34; Rekayasa Tekstil (material) 19; Informatika Program Internasional 11; Teknik Elektro Program Internasional 7; Teknik Industri Program Internasional 5; Teknik Kimia Program Internasional 4 mahasiswa.
Kemudian Program Profesi sebanyak 87 Mahasiswa baru dari Program Profesi Insinyur (P1). Program Magister (S2) sebanyak 78 Mahasiswa baru yang berasal dari Teknik Industri 24; Informatika 26; Rekayasa Elektro 23; Teknik Kimia 5. Sedang Program Doktor (S3) sebanyak 22 mahasiswa baru dari Rekayasa Industri 13 dan Informatika 9 orang.
Agus Mansur menjelaskan kenaikan 100 persen mahasiswa baru pada Prodi Manajemen Rekayasa (MR) dipengaruhi oleh kehadiran Artificial Intelligence atau Akal Imitasi (AI) yang membuat usia bisnis menjadi lebih pendek. Sebab dengan bantuan AI, seseorang bisa meniru segala bisnis dan bahkan bisnis yang muncul belakangan lebih bagus atau kemampuan soft engineering.
Menurut Agus Mansur, kemampuan soft engineering ini sangat dibutuhkan agar bisa mengatur bisnis yang memiliki usia lebih panjang dan berkelanjutan. Prodi Manajemen Rekayasa (MR) mencetak ahli soft engineering dan masyarakat tampaknya sudah menyadari hal ini.
“Ahli soft engineering selalu menciptakan produk inovatif, dan memperkirakan kapan produk harus diluncurkan dan kapan harus ditarik. Nah ini orang Manajemen Rekayasa yang ahli di situ. Ini yang membuat ketertarikan masyarakat pada Prodi Manajemen Rekayasa,” kata Agus Mansur.
Kenaikan peminat pada Prodi Manajemen Rekayasa UII juga dipengaruhi belum banyak perguruan tinggi lain memiliki Prodi tersebut. “Di Jawa Tengah dan DIY, baru UII yang memiliki Prodi Manajemen Rekayasa,” kata Agus Mansur.
Mahasiswa baru, kata Agus, datang dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara. “Kehadiran mahasiswa dengan latar belakang yang beragam menjadi bagian dari upaya FTI UII membangun lingkungan pembelajaran yang terbuka terhadap perspektif dan pengalaman yang berbeda,” katanya.
Para pendiri UII, kata Agus, mencetuskan secara jelas bahwa UII tidak hanya mencetak para scientist, tetapi UII juga disiapkan untuk menjadi para pemimpin. Di kampus ini, para mahasiswa nanti akan belajar tentang science, belajar tentang agama tentu saja, dan belajar tentang soft skill mereka supaya terasah menjadi manusia-manusia yang mampu mandiri.
‘Lulusan UII diharapkan mampu menjadi manusia yang tidak hanya bisa menyelesaikan solusi. Tetapi menjadi manusia-manusia inovatif yang bisa memiliki cara-cara baru untuk mengatasi masalahnya,” tandas Agus Mansur. (*)
