TULUNGAGUNG, MENARA62.COM — Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung menghadirkan pendekatan baru dalam membantu pelaku usaha menyelesaikan persoalan bisnis. Melalui Bidang Pengembangan Bisnis, SUMU membuka Klinik Bisnis: Konsultasi, Mentoring & Bedah Masalah Nyata Perusahaan.
Program ini dirancang bukan sekadar sebagai seminar atau pelatihan. Pelaku usaha justru diajak membawa persoalan nyata yang sedang dihadapi perusahaan untuk dikonsultasikan, dibedah, dan dicarikan alternatif solusi bersama praktisi serta peserta lainnya.
Konsep peserta terbatas menjadi pembeda utama Klinik Bisnis. Dengan jumlah peserta yang tidak banyak, setiap pelaku usaha memiliki ruang lebih luas untuk menyampaikan persoalan perusahaan secara terbuka dan mendapatkan masukan yang lebih spesifik.
Tujuh Pelaku Usaha Ikuti Batch Pertama
Batch pertama Klinik Bisnis digelar pada Minggu (6/9/2026) dan diikuti tujuh pelaku usaha. Mereka mendapatkan sesi konsultasi dan mentoring bersama Alfath, praktisi sumber daya manusia (SDM) dan tata kelola organisasi.
Pembahasan difokuskan pada sejumlah persoalan yang kerap menjadi tantangan perusahaan, mulai dari pengembangan organisasi, kaderisasi dan talent management, sistem penggajian, hingga penyusunan sistem kompetensi jabatan dan asesmen.
Selain itu, peserta juga membahas strategi rekrutmen dan pengembangan SDM serta penerapan sistem berbasis kinerja seperti Key Performance Indicator (KPI) dan Balanced Scorecard.
Format konsultasi yang privat membuat peserta lebih leluasa mengungkapkan persoalan perusahaan.
Ardian, CEO Upaz Net sekaligus salah satu peserta, menilai format tersebut membuat proses diskusi berjalan lebih efektif.
“Menurut saya, program ini sangat bermanfaat karena pesertanya terbatas, jadi suasananya lebih privat dan kita bisa lebih leluasa untuk berdiskusi.”
Ia mengatakan materi yang diperoleh tidak berhenti pada teori, tetapi langsung dikaitkan dengan persoalan yang sedang terjadi di perusahaan.
“Materi yang diberikan juga tidak hanya teori. Kita bisa langsung membawa dan membahas masalah yang sedang terjadi di perusahaan, sehingga bisa mendapatkan masukan, solusi, sekaligus sharing pengalaman dengan peserta lainnya.”
Menurut Ardian, pengetahuan dan masukan dari Klinik Bisnis juga dapat menjadi referensi yang langsung diterapkan dalam pengelolaan perusahaan.
“Klinik bisnis ini sangat membantu karena ilmu yang didapat bisa dijadikan referensi atau langsung diterapkan dalam kondisi nyata di perusahaan.”
Bedah Masalah Nyata, Bukan Sekadar Teori
SUMU Tulungagung mengembangkan Klinik Bisnis dengan pendekatan bahwa setiap perusahaan memiliki karakter dan persoalan berbeda. Karena itu, solusi bisnis tidak selalu cukup diperoleh dari teori atau materi yang bersifat umum.
Dalam program tersebut, peserta diarahkan untuk mengidentifikasi persoalan, menemukan akar masalah, melihatnya dari perspektif berbeda, kemudian menyusun alternatif solusi yang relevan dengan kondisi perusahaan masing-masing.
Pendekatan ini diharapkan membuat proses belajar tidak berhenti sebagai pengetahuan. Masukan yang diperoleh dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan sekaligus mendorong perbaikan sistem di perusahaan.
SUMU Dorong Ekosistem Usaha yang Saling Menguatkan
Korda SUMU Tulungagung mengatakan Klinik Bisnis merupakan salah satu program kerja Bidang Pengembangan Bisnis yang ditujukan untuk memberikan manfaat nyata bagi anggota SUMU maupun pelaku UMKM secara lebih luas.
“Harapan saya sebagai Korda SUMU Tulungagung, program ini bisa menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi anggota, khususnya dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya. Tetapi kami juga ingin manfaatnya tidak berhenti di anggota SUMU saja,” ujarnya.
Menurutnya, pelaku usaha membutuhkan ruang untuk belajar sekaligus berkonsultasi mengenai persoalan yang benar-benar mereka hadapi, baik terkait organisasi, manajemen, SDM maupun sistem kerja perusahaan.
“SUMU harus bisa hadir memberikan manfaat. Anggota tentu menjadi bagian yang kami prioritaskan, tetapi secara lebih luas kami ingin program-program SUMU juga bisa dirasakan oleh pelaku UMKM lainnya. Intinya, SUMU bermanfaat untuk semuanya,” katanya.
Batch Kedua Digelar Akhir September
Setelah batch pertama, SUMU Tulungagung akan kembali menggelar Klinik Bisnis Batch Kedua pada akhir September 2026 dengan tema Organisasi Bisnis, Managerial & HR.
Konsep peserta terbatas tetap dipertahankan agar setiap peserta memperoleh waktu yang memadai untuk berkonsultasi, mengikuti mentoring, dan membedah persoalan bisnis secara lebih mendalam.
Program ini menjadi bagian dari upaya SUMU Tulungagung membangun ekosistem usaha yang tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga mendorong terbentuknya organisasi yang sehat, sistem manajemen yang baik, dan SDM yang terus berkembang.
Melalui Klinik Bisnis, SUMU Tulungagung ingin menumbuhkan budaya saling belajar, berbagi pengalaman, dan membantu menyelesaikan persoalan usaha.
Bagi SUMU Tulungagung, organisasi bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi harus mampu menghadirkan manfaat dan solusi nyata bagi pelaku usaha. (*)
