SOLO, MENARA62.COM – Memulai pendidikan magister bukan sekadar memasuki ruang kuliah dengan materi yang lebih kompleks. Mahasiswa dituntut memiliki kemampuan riset, penulisan ilmiah, hingga pemahaman teori yang kuat.
Kesiapan itulah yang dibangun Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah (MHES), Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, melalui kegiatan matrikulasi mahasiswa baru pada 10–11 September 2026.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru Pascasarjana UMS tersebut dirancang untuk memberikan fondasi akademik sebelum mahasiswa memasuki proses pembelajaran di jenjang magister.
Kaprodi Magister Hukum Ekonomi Syariah UMS, Dr. Isman, S.H.I., S.H., M.H., mengatakan matrikulasi tidak hanya menjadi ajang mengenalkan lingkungan akademik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk memastikan mahasiswa memiliki bekal yang memadai dalam menjalani studi magister.
“Matrikulasi tidak hanya menjadi ruang pengenalan lingkungan akademik, tetapi juga diarahkan untuk membangun kesiapan mahasiswa dalam menjalani pembelajaran pada jenjang magister,” ujar Isman, Jumat (11/9/2026).
Menurut dia, mahasiswa mendapatkan sejumlah materi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan studi MHES, mulai dari keterampilan penelitian, penulisan ilmiah, teori hukum hingga perspektif ekonomi.
Dibekali Reference Manager hingga Teori Hukum
Salah satu materi yang diberikan adalah Aplikasi Reference Manager dalam Penulisan Ilmiah yang disampaikan Imam Ahmad Hambali.
Materi tersebut membekali mahasiswa agar mampu mengelola sumber referensi secara sistematis. Keterampilan ini dibutuhkan untuk menyusun artikel ilmiah, proposal penelitian, tesis, maupun berbagai karya akademik lainnya.
Penguasaan aplikasi pengelola referensi juga diharapkan membuat mahasiswa lebih efektif dan akurat dalam melakukan sitasi serta menyusun daftar pustaka.
Selain itu, mahasiswa mendapatkan materi Paradigma Penelitian Hukum Ekonomi Syariah yang disampaikan Isman.
Materi tersebut menjadi pijakan awal bagi mahasiswa untuk memahami cara pandang dan pendekatan penelitian yang relevan dengan bidang Hukum Ekonomi Syariah.
Pemahaman paradigma penelitian dinilai penting karena akan membantu mahasiswa menentukan arah kajian, merumuskan masalah penelitian, sekaligus mengembangkan penelitian yang memiliki dasar akademik dan relevansi terhadap persoalan hukum ekonomi syariah.
Bekal mahasiswa kemudian diperluas melalui materi Makro dan Mikro Ekonomi yang disampaikan Prof. Sholahuddin, Guru Besar Kewirausahaan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS.
Perspektif ekonomi tersebut menjadi bagian penting dalam memahami berbagai persoalan yang bersinggungan dengan hukum ekonomi syariah.
Sementara itu, materi Teori Hukum Noetik disampaikan Prof. Dr. Kelik Wardiono, S.H., M.Hum. Materi tersebut memperkaya wawasan mahasiswa mengenai pemikiran dan teori hukum yang menjadi salah satu fondasi keilmuan di jenjang magister.
Mahasiswa Datang dari Aceh hingga Lombok
Di balik rangkaian materi akademik tersebut, matrikulasi MHES UMS tahun ini juga memperlihatkan semakin beragamnya latar belakang mahasiswa.
Isman mengatakan mahasiswa baru MHES UMS berasal dari berbagai wilayah Indonesia, di antaranya Aceh, Jambi, Bengkulu, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan sejumlah daerah lainnya.
“Keberagaman tersebut menunjukkan semakin luasnya jangkauan MHES UMS dalam menjaring mahasiswa dari berbagai wilayah,” kata Isman.
Menurut dia, keberagaman daerah asal mahasiswa bukan sekadar data demografis. Perbedaan latar belakang justru dapat menjadi modal untuk membangun jejaring dan memperkaya pertukaran pengalaman selama menjalani pendidikan.
“Perbedaan latar belakang daerah juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun jejaring serta bertukar pengalaman dalam lingkungan akademik yang sama,” imbuhnya.
Antusiasme mahasiswa dari luar Pulau Jawa bahkan terlihat dari upaya mereka menghadiri matrikulasi secara langsung di kampus UMS.
Salah satunya Asep Nurkirman yang telah mempersiapkan perjalanan menuju Surakarta. Namun, kondisi erupsi Anak Gunung Krakatau menyebabkan kendala perjalanan sehingga rencana kehadiran secara langsung tersebut harus dibatalkan.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat mengikuti rangkaian akademik MHES UMS.
Bagi MHES UMS, keberagaman mahasiswa sekaligus menjadi peluang untuk menciptakan lingkungan akademik yang mempertemukan berbagai pengalaman, perspektif, dan latar belakang daerah dalam satu ruang keilmuan.
Dilanjutkan Orientasi Pascasarjana
Rangkaian penyambutan mahasiswa baru belum berhenti pada matrikulasi.
Pada 12 September 2026, mahasiswa baru akan mengikuti Orientasi dan Penyambutan Mahasiswa Baru Pascasarjana UMS yang diselenggarakan Direktorat Pascasarjana UMS.
Agenda tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh ekosistem akademik Pascasarjana UMS.
Mahasiswa juga akan dipersiapkan menghadapi perjalanan akademik yang mencakup proses pembelajaran, penelitian, serta pengembangan keilmuan selama menempuh pendidikan di UMS.
Melalui matrikulasi, MHES UMS tidak sekadar menyambut mahasiswa baru. Program tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan mahasiswa yang datang dari berbagai penjuru Indonesia memiliki fondasi akademik yang cukup sebelum memasuki tantangan pendidikan di jenjang magister. (*)
