SOLO, MENARA62.COM – Medali bukan satu-satunya yang dipertaruhkan dua tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id dalam kompetisi nasional September ini. Mereka juga membawa nama almamater sekaligus menguji kemampuan menghadapi tantangan di tingkat nasional.
UMS melepas delegasi mahasiswa yang akan berlaga dalam Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026 dan Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026, Jumat (11/9/2026). Pelepasan berlangsung di Hall Gedung Induk Siti Walidah UMS.
Delegasi KKI akan bertanding di Politeknik Negeri Bengkalis, Riau, pada 14-17 September 2026. Tim tersebut didukung komunitas mahasiswa Intelligence Maritime Development Center (IMDC) dari Fakultas Teknik UMS.
Sementara itu, komunitas Aerobo UMS akan menghadapi persaingan dalam KRTI 2026 di Institut Teknologi Kalimantan dan kawasan Ibu Kota Nusantara pada 21-25 September 2026.
Tak tanggung-tanggung, Aerobo turun di tiga divisi sekaligus, yakni Racing Plane, Vertical Take-off and Landing (VTOL), dan Technology Development.
Keberangkatan dua tim tersebut menjadi penanda bahwa mahasiswa UMS tidak hanya dituntut unggul di ruang kuliah, tetapi juga mampu menguji gagasan, keterampilan, dan inovasi dalam arena kompetisi nasional.
Kasubdit Talenta, Inovasi, dan Prestasi Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi UMS, Muhammad Al Fatih Hendrawan, S.T., M.T., mengatakan lolosnya kedua tim ke tingkat nasional merupakan pencapaian yang patut diapresiasi.
Menurut dia, perjalanan menuju kompetisi nasional tidak berlangsung singkat. Mahasiswa telah melalui berbagai proses hingga akhirnya memperoleh kesempatan membawa nama UMS di tingkat nasional.
“Tentu ini merupakan prestasi yang luar biasa. Makanya di sini kami siap mendampingi, siap terus men-support untuk teman-teman, adik-adik semuanya ini supaya sampai ke tingkat nasional,” kata Al Fatih.
Bukan Sekadar Membawa Nama Kampus
Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, Ph.D., mengatakan mahasiswa yang berangkat ke kompetisi nasional merupakan bagian dari mahasiswa berprestasi yang dipercaya menjadi representasi UMS.
Ia menyebut keberhasilan mahasiswa tersebut menjadi salah satu bukti bahwa keunggulan sebuah perguruan tinggi tidak cukup hanya dibangun melalui reputasi institusi.
“UMS bukan unggul secara nama saja, tapi memang unggul karena mahasiswanya juga unggul. Dan Anda adalah sebagian mahasiswa yang excellent. Dari sekian puluh ribu mahasiswa, Anda sekarang menjadi duta untuk UMS. Itu yang penting,” ujar Ihwan.
Karena itu, Ihwan meminta mahasiswa menikmati setiap tahapan yang mereka jalani selama mempersiapkan kompetisi.
Menurut dia, pengalaman menghadapi tekanan, menyelesaikan persoalan, dan bekerja bersama dalam sebuah tim akan menjadi modal penting ketika mahasiswa memasuki dunia profesional.
“Tidak hanya ketika Anda studi, tapi nanti ketika Anda berkarier, bagaimana Anda selalu bisa menghadapi tantangan dan tentu menyelesaikan persoalan itu secara bersama-sama, secara kolektif,” katanya.
“Kita Bukan Superman, tapi Super Team”
Ada satu pesan yang secara khusus disampaikan Ihwan kepada para delegasi: jangan mengandalkan kemampuan individu semata.
Ia menilai kompetisi tingkat nasional membutuhkan tim yang mampu bekerja secara solid. Sebab, kemampuan satu orang tidak akan cukup untuk menyelesaikan seluruh persoalan yang muncul dalam proses kompetisi.
“Sebuah prestasi tidak hanya karena hebatnya satu orang. Kita ini bukan superman, tapi kita adalah super team,” tuturnya.
Ihwan meminta setiap anggota tim saling melengkapi. Perbedaan kemampuan tidak seharusnya menjadi sumber persoalan, tetapi justru menjadi kekuatan untuk mencapai target bersama.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terburu-buru menyalahkan anggota tim ketika menghadapi masalah.
“Jangan pernah menyalahkan orang lain, kawan Anda sendiri, karena tidak akan menyelesaikan masalah. Tetapi bagaimana mencari solusi supaya prestasi itu bisa diraih, dan tentu saja menjadi sebuah super team butuh komitmen dan kerja keras,” jelasnya.
Menurut Ihwan, kemenangan memang menjadi tujuan dalam kompetisi. Namun, proses menuju kompetisi juga memiliki nilai yang tidak kalah penting.
Mahasiswa dapat belajar menghadapi kegagalan, memperbaiki kekurangan, berkomunikasi dengan anggota tim, serta mengambil keputusan ketika berada dalam situasi yang penuh tekanan.
Pengalaman semacam itu, kata dia, akan terus terbawa ketika mahasiswa menyelesaikan studi dan memasuki dunia kerja.
“UMS tidak hanya sekadar institusi, tetapi ini menjadi tempat kita bersama. Siapa pun Anda kalau Anda keluar dan membawa nama UMS, semua orang akan luar biasa,” pungkasnya. (*)


