YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Model pendidikan Muhammadiyah kembali mendapat perhatian dari dunia internasional. Kali ini, Yobe State, Nigeria, menawarkan kerja sama pendidikan dengan Muhammadiyah untuk mengembangkan sekolah yang mengintegrasikan pendidikan agama Islam dan ilmu umum.
Tawaran tersebut disampaikan delegasi Yobe State saat berkunjung ke Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).
Delegasi Yobe State dipimpin Abba Idris Adam, Komisioner Pendidikan Dasar dan Menengah (Basic and Secondary Education) Yobe State. Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya menjajaki kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) antara Yobe State dan Muhammadiyah.
Kerja sama yang ditawarkan secara khusus diarahkan pada pembangunan model sekolah yang memadukan pendidikan agama Islam dengan pendidikan umum secara seimbang.
Rombongan delegasi diterima langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir bersama Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti dan perwakilan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah.
Yobe State Belajar Model Pendidikan Muhammadiyah
Haedar Nashir menyambut positif tawaran kerja sama tersebut. Menurutnya, umat Islam di berbagai negara perlu terus memperkuat kualitas keberagamaan yang terkoneksi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, sains, teknologi, dan perubahan zaman.
Integrasi nilai-nilai keislaman dengan kemajuan ilmu pengetahuan, kata Haedar, menjadi bagian penting dalam membangun peradaban umat Islam.
Dengan model pendidikan yang terintegrasi, umat Islam diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang memiliki fondasi keagamaan sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Sehingga kita sebagai umat Muslim tidak tinggal di belakang dibandingkan dengan negara-negara lain,” ujar Haedar.
Haedar menegaskan Muhammadiyah berkomitmen mengawal proses kerja sama tersebut. Menurutnya, pembenahan kondisi dan tata kelola kehidupan umat Islam membutuhkan langkah konkret, termasuk melalui penguatan sektor pendidikan.
“Untuk memperbaiki penataan dan situasi umat Islam memang diperlukan tindakan yang konkret dan nyata,” pungkasnya.
Nigeria Sebut Muhammadiyah Punya Model Terbaik
Sementara itu, Abba Idris Adam mengungkapkan alasan Yobe State memilih Muhammadiyah sebagai calon mitra kerja sama pendidikan.
Menurut Adam, delegasi Yobe State sebelumnya telah melakukan kunjungan dan mempelajari berbagai model pendidikan di sejumlah tempat, terutama di Indonesia dan Malaysia.
Dari berbagai model yang dipelajari, Muhammadiyah dinilai memiliki konsep pendidikan yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Kami mengunjungi banyak tempat, tetapi akhirnya kami menyadari bahwa contoh terbaik, model terbaik yang kami dapatkan adalah di Muhammadiyah,” papar Adam.
Pernyataan tersebut menunjukkan besarnya ketertarikan Yobe State terhadap pengalaman Muhammadiyah dalam mengembangkan lembaga pendidikan yang memadukan nilai-nilai Islam dengan pendidikan modern.
Kerja sama ini sekaligus membuka peluang bagi Muhammadiyah untuk memperluas kontribusi pendidikan Islam ke tingkat global. Pengalaman panjang Muhammadiyah dalam mengelola pendidikan dapat menjadi referensi bagi pengembangan sistem pendidikan di negara-negara dengan kebutuhan serupa.
Bagi Muhammadiyah, kerja sama internasional di bidang pendidikan juga sejalan dengan gagasan membangun peradaban Islam yang maju, berkemajuan, dan mampu menjawab tantangan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Jika terealisasi, kolaborasi Muhammadiyah dan Yobe State tidak hanya menjadi kerja sama antarlembaga, tetapi juga berpotensi menjadi jembatan pertukaran pengetahuan dan pengalaman pendidikan antara Indonesia dan Nigeria. (*)
