SLEMAN, MENARA62.COM — Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)/Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya (BBPPMPV), Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat-Minggu, 11–13 September 2026.
Rakernas mengusung tema “Sinergi dan Inovasi: Penguatan Kapasitas Wilayah dalam Manajemen Bencana Berbasis Teknologi dan Kearifan Lokal.” Forum ini menjadi momentum konsolidasi pimpinan dan pengelola MDMC dari berbagai wilayah di Indonesia untuk mengevaluasi program sekaligus menyusun strategi penanggulangan bencana ke depan.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Ancaman tersebut mencakup bencana geologis maupun hidrometeorologi yang membutuhkan penguatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan secara berkelanjutan.
Dalam kondisi tersebut, pemanfaatan teknologi dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat manajemen risiko bencana. Sistem peringatan dini berbasis teknologi informasi hingga sistem informasi geospasial dapat mendukung upaya mitigasi dan kesiapsiagaan secara lebih efektif.
Namun, penguatan teknologi tidak dapat dilepaskan dari potensi masyarakat di tingkat lokal. Kearifan lokal dan nilai-nilai kerelawanan masyarakat tetap menjadi modal penting dalam membangun ketangguhan komunitas menghadapi bencana.
“Rakernas ini menjadi ruang untuk mendengar dan belajar dari praktik baik manajemen risiko bencana yang telah dilakukan oleh masing-masing wilayah. Praktik-praktik tersebut kemudian diharapkan dapat disinergikan menjadi program pengurangan risiko bencana yang berkelanjutan,” demikian tujuan Rakernas sebagaimana dirumuskan dalam Kerangka Acuan Kerja LRB-MDMC 2026.
Rakernas diikuti 135 peserta, terdiri atas pimpinan dan anggota LRB-MDMC PP Muhammadiyah serta perwakilan MDMC wilayah. Sementara itu, pembukaan Rakernas dihadiri sekitar 165 undangan dari berbagai unsur.
Mereka antara lain berasal dari pemerintah seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Puskris Kementerian Kesehatan, PKPLK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Basarnas.
Hadir pula unsur Majelis, Lembaga, dan Organisasi Otonom Muhammadiyah tingkat pusat serta pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Hadirkan Jusuf Kalla hingga Menkes
Rangkaian pembukaan Rakernas pada Jumat (11/9) diisi sambutan Ketua LRB-MDMC PP Muhammadiyah H. Budi Setiawan, S.T., serta pidato Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc.
Pembukaan kemudian dilanjutkan dengan amanah sekaligus pembukaan Rakernas oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si.
Rakernas juga menghadirkan panel speech bertema “Membangun Resiliensi Bencana di Indonesia.” Sejumlah tokoh dijadwalkan menjadi narasumber, antara lain Ketua Umum PMI H.M. Jusuf Kalla, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, anggota DPR RI H. Singgih Januratmoko, serta unsur Pengarah BNPB Rahmawati Husein, Ph.D.
Pada hari kedua, peserta akan mengikuti keynote speech bertema “Kolaborasi Penanggulangan Bencana Unsur Pemerintah Daerah, Organisasi Masyarakat Sipil dan Dunia Usaha.”
Agenda tersebut dilanjutkan dengan pleno hasil regional dan diskusi per bidang. Rakernas sekaligus menjadi ruang evaluasi pencapaian program kerja MDMC di tingkat regional yang terbagi dalam empat regional.
Sementara itu, hari ketiga diarahkan pada penguatan keberlanjutan organisasi. Agenda yang dibahas mencakup sharing pengelolaan keuangan dan fundraising, model kemitraan program MDMC wilayah dengan Lazismu wilayah, hingga penyampaian hasil Rakernas.
Targetkan Rencana Aksi Berbasis Wilayah
Melalui Rakernas 2026, LRB-MDMC menargetkan lahirnya sejumlah rekomendasi strategis, terutama berupa rencana aksi penanggulangan bencana berbasis wilayah.
Forum tersebut juga diarahkan untuk memperkuat sinergi program antara MDMC Pimpinan Pusat dan wilayah dengan berbagai pihak, sekaligus meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan pimpinan serta relawan MDMC.
Penguatan resiliensi masyarakat dan komunitas menjadi salah satu fokus utama. Upaya tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan inovasi teknologi, pengalaman lapangan, potensi wilayah, serta kearifan lokal dalam pengelolaan risiko bencana.
Dengan demikian, Rakernas LRB-MDMC 2026 tidak sekadar menjadi forum evaluasi kinerja organisasi. Lebih dari itu, konsolidasi nasional ini diharapkan menjadi ruang membangun kesepahaman dan strategi bersama dalam menghadapi kompleksitas bencana di Indonesia secara berkelanjutan, kolaboratif, dan inklusif. (*)
