BOYOLALI, MENARA62.COM — SD ’Aisyiyah 01 Program Khusus Boyolali memperkuat karakter dan mental siswa menjelang pelaksanaan Asesmen Tengah Semester (ASTS) Semester Ganjil 2026. Penguatan dilakukan melalui Apel Bina Mental yang diikuti siswa kelas I hingga VI bersama seluruh dewan assatidz, Senin (28/9/2026).
Apel yang digelar pukul 07.00 WIB tersebut menjadi bagian dari pembiasaan disiplin sekaligus upaya sekolah membangun kesiapan mental siswa menghadapi evaluasi pembelajaran.
Kegiatan diawali dengan pembiasaan disiplin waktu saat berkumpul, dilanjutkan dengan doa bersama dan pengecekan kerapian pakaian siswa. Pengecekan dipimpin Arief Samudiyanto, S.E., S.Pd.
Pembiasaan tersebut diarahkan untuk menanamkan rasa tanggung jawab, membangun karakter bermental kuat, serta mendorong siswa agar mampu menghargai dan menjaga dirinya sendiri.
Pimpinan SD ’Aisyiyah 01 Program Khusus Boyolali, Drs. Sunaidi, yang bertindak sebagai pembina apel, mengingatkan seluruh siswa agar mempersiapkan diri menghadapi ASTS secara matang dan terstruktur.
Menurut Sunaidi, ASTS tidak semata-mata menjadi momentum untuk mengerjakan soal ujian. Lebih dari itu, asesmen tersebut menjadi sarana untuk mengukur tingkat kemampuan siswa pada setiap jenjang kelas.
“ASTS bukan hanya sekadar ujian, tetapi juga untuk mengukur tingkat kemampuan masing-masing siswa di setiap jenjang kelas,” ujar Sunaidi.
Ia mendorong siswa untuk menjadikan ASTS sebagai momentum mengukir prestasi melalui kebiasaan belajar yang tekun dan rajin.
Selain persiapan akademik, Sunaidi menekankan pentingnya keseimbangan antara belajar, beribadah, dan berdoa. Menurutnya, kesiapan spiritual juga penting agar siswa lebih tenang dan bersungguh-sungguh dalam menghadapi ujian.
“Ukir prestasi dengan belajar yang tekun dan rajin pada diri masing-masing siswa, diimbangi dengan selalu rajin beribadah serta berdoa kepada Allah SWT agar diberi kemudahan dalam mengerjakan soal-soal ASTS Tengah Semester 1,” tuturnya.
Melalui kegiatan rutin Apel Bina Mental, SD ’Aisyiyah 01 Program Khusus Boyolali berupaya membangun budaya sekolah yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kesiapan mental siswa.
Semangat tersebut sejalan dengan slogan sekolah, “Pintar, Ceria, Ngaji, Bisa.” (AS/*)

