30.8 C
Jakarta

Dosen UMJT Lolos Seleksi Workshop PASTI-Q1 Kemdiktisaintek

Baca Juga:

MADIUN, MENARA62.COM — Dosen Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), Santosa Pradana Putra Setya Negara, S.Si., M.Biotech., terpilih mengikuti Workshop Penulisan Artikel Submit to Journal International Q1 (PASTI-Q1) Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

 

Workshop yang digelar Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) tersebut berlangsung di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, Denpasar, Bali, 15-18 September 2026.

 

Program PASTI-Q1 menjadi salah satu upaya Kemdiktisaintek memperkuat kapasitas peneliti dan dosen dalam menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas serta meningkatkan reputasi riset perguruan tinggi Indonesia.

 

Dari 1.740 Pengusul

 

Antusiasme akademisi terhadap program PASTI-Q1 2026 cukup tinggi. Berdasarkan informasi Kemdiktisaintek, sekitar 1.740 pengusul dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti proses seleksi.

 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 581 peserta diusulkan mengikuti pelatihan. Workshop di Denpasar menjadi kegiatan pertama dalam rangkaian PASTI-Q1 2026 dan diikuti 75 peserta dari 63 perguruan tinggi.

 

Bagi UMJT, terpilihnya Pradana menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dosen dalam bidang riset dan publikasi ilmiah pada tingkat nasional.

 

“Saya mengikuti Workshop PASTI-Q1 di Denpasar bersama peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Program ini juga dilaksanakan di beberapa kota lain sebagai bagian dari rangkaian PASTI-Q1 tahun 2026,” ujar Pradana.

 

Artikel Riset Disiapkan Menuju Jurnal Q1

 

Dalam seleksi PASTI-Q1, Pradana mengajukan artikel ilmiah yang mengangkat pengembangan metode deteksi non-invasif berbasis biomarker dari sampel urin.

 

Selama workshop, peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai teknik penulisan artikel ilmiah, tetapi juga mengikuti sesi bedah artikel melalui diskusi kelompok bersama fasilitator.

 

Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan masukan mengenai substansi penelitian, penyajian artikel hingga kesiapan manuskrip sebelum diajukan ke jurnal internasional bereputasi.

 

Pradana mengatakan, artikel yang dibawanya dalam workshop telah memasuki tahap pre-submission dan memperoleh respons dari jurnal yang masuk kategori Q1.

 

“Pada saat pelatihan, artikel ilmiah saya sudah melalui tahap pre-submission dan telah mendapat respons dari jurnal Q1. Saat ini, naskah tersebut sudah disubmit dan masih menunggu respons serta proses review dari jurnal,” katanya.

 

Program PASTI-Q1 tidak semata diarahkan untuk meningkatkan jumlah publikasi. Kemdiktisaintek juga menekankan aspek kualitas dan reputasi hasil riset sehingga publikasi yang dihasilkan dapat memberikan dampak lebih luas.

 

Bangun Jejaring Akademik

 

Workshop PASTI-Q1 juga menjadi ruang bagi para peserta untuk membangun jejaring akademik. Pradana menyebut peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi dan bidang penelitian.

 

“Salah satu hal yang saya dapatkan dari workshop ini adalah jejaring dengan sesama peserta. Kami berasal dari berbagai perguruan tinggi dengan latar belakang dan bidang penelitian yang beragam. Ini membuka peluang untuk saling bertukar pengalaman dan membangun kolaborasi ke depan,” jelasnya.

 

Sejumlah peserta dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) juga mengikuti workshop di Denpasar. Menurut Pradana, pertemuan tersebut membuka peluang pertukaran pengalaman terkait penelitian dan pengembangan institusi.

 

Ia berharap jejaring yang terbentuk tidak berhenti setelah workshop selesai, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi penelitian maupun publikasi.

 

Pengetahuan Akan Dibagikan ke Dosen UMJT

 

Pradana juga berencana membagikan pengalaman dan pengetahuan yang diperolehnya kepada dosen di lingkungan UMJT.

 

“Secara internal, saya akan membagikan hasil dan pengalaman dari workshop ini kepada dosen-dosen UMJT, terutama terkait proses penyiapan artikel untuk jurnal internasional bereputasi. Harapannya, pengalaman ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pengembangan publikasi ilmiah di UMJT,” ujarnya.

 

Langkah tersebut sejalan dengan tujuan PASTI-Q1 untuk mendorong peserta menularkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan kepada sivitas akademika di perguruan tinggi masing-masing.

 

Wakil Rektor I UMJT, Dr. Fajar Junaedi, S.Sos., M.Si., mengapresiasi keterlibatan dosen UMJT dalam program tersebut.

 

“Kami mendorong dosen UMJT untuk terus meningkatkan kemampuan dalam mempublikasikan karya ilmiah. Salah satunya melalui workshop penulisan artikel ilmiah maupun pengembangan karya ilmiah lainnya,” kata Fajar.

 

Ia mengatakan UMJT juga menyiapkan sejumlah program pengembangan kapasitas dosen, termasuk boot camp penulisan buku dan penyelenggaraan international conference untuk pertama kalinya di UMJT.

 

“Ini menjadi bagian dari upaya pengembangan kapasitas dosen sekaligus memperluas jejaring akademik,” ujarnya.

 

Keikutsertaan Pradana dalam PASTI-Q1 diharapkan memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah di UMJT. Upaya tersebut mencakup peningkatan kualitas penelitian, pengembangan jejaring akademik, serta pembukaan peluang kolaborasi pada tingkat nasional dan internasional. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!