SRAGEN, MENARA62.COM – Akademi Teknologi dan Bisnis (ATB) Baiturrahman Sragen kembali menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang diikuti mahasiswa Program Studi S1 Terapan Bisnis Digital tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat pada Jumat (18/9/2026).
PKKMB ini menjadi kegiatan kedua sejak ATB Baiturrahman Sragen berdiri. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru diperkenalkan dengan lingkungan akademik, nilai-nilai keislaman, budaya perguruan tinggi, serta tuntutan pembelajaran di era digital.
Direktur ATB Baiturrahman Sragen, Dr. Sudir, M.Pd, dalam sambutannya meminta mahasiswa baru tidak berkecil hati meski kampus tempat mereka menempuh pendidikan masih tergolong baru.
“Jangan berkecil hati meskipun Kampus ATB Baiturrahman Sragen merupakan kampus yang baru berdiri dan berada di ujung timur, di Desa Sambirejo, Sragen,” ujar Sudir.
Menurut dia, keberhasilan mahasiswa tidak semata-mata ditentukan oleh nama besar perguruan tinggi. Kemauan untuk belajar, ikhtiar, dan dorongan kuat dari dalam diri menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk bersama-sama mengembangkan Program Studi Bisnis Digital ATB Baiturrahman Sragen.
“Penentu utama kesuksesan seorang mahasiswa bukanlah nama besar kampus, melainkan ikhtiar dan dorongan kuat dari dalam diri sendiri,” katanya.
Sudir sekaligus meyakinkan mahasiswa bahwa ATB Baiturrahman Sragen telah resmi terdaftar dan terdata di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Bekali Growth Mindset di Era Digital
Untuk memperkuat wawasan mahasiswa menghadapi perubahan teknologi, panitia menghadirkan akademisi dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) Jakarta, Dr. Sigid Edy Purwanto, M.Pd, sebagai narasumber.
Sigid menyampaikan materi bertajuk “Perguruan Tinggi di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 dan Pengenalan Growth Mindset Mahasiswa”.
Materi tersebut diarahkan untuk membantu mahasiswa memahami perubahan lingkungan pendidikan dan dunia kerja sekaligus membangun pola pikir bertumbuh dalam menghadapi tantangan era digital.
Pembekalan kemudian dilanjutkan dengan materi internal kampus oleh Ketua Program Studi Bisnis Digital ATB Baiturrahman Sragen, Augustina Puspa Dewi, S.E., M.M.
Ia menjelaskan sejumlah perubahan yang perlu dipahami mahasiswa saat beralih dari jenjang sekolah menengah ke perguruan tinggi. Di antaranya kemandirian dalam belajar, kejujuran akademik, sikap proaktif, eksplorasi ilmu pengetahuan, riset, serta kemampuan analitis.
“Mahasiswa dituntut untuk proaktif dalam mengeksplorasi ilmu pengetahuan, melakukan riset, dan mengasah keterampilan analitis,” jelas Augustina.
Mahasiswa Diminta Jadi Agen Perubahan
Aspek pembentukan karakter juga menjadi bagian penting dalam PKKMB. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ATB Baiturrahman Sragen, Arindra Alfarizi, S.Pd., M.Pd., memberikan materi wawasan kebangsaan.
Ia menekankan posisi mahasiswa sebagai agent of change dan iron stock bangsa. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki rasa cinta tanah air sekaligus memahami empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Melalui PKKMB tersebut, ATB Baiturrahman Sragen berharap mahasiswa baru tidak menjadikan perkuliahan sekadar jalan untuk memperoleh gelar.
Perguruan tinggi diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membentuk diri menjadi pribadi yang kompeten, berkarakter, adaptif terhadap digitalisasi, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, serta negara.
Kegiatan PKKMB ditutup dengan foto bersama dan sesi pengakraban yang melibatkan pengelola kampus, dosen, mahasiswa baru, serta mahasiswa lama. (*)
