BANDUNG, MENARA62.COM — Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung resmi melantik dan mengambil sumpah 12 apoteker lulusan angkatan pertama Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker. Seluruh lulusan tersebut dinyatakan lulus 100 persen dalam ujian kompetensi nasional.
Prosesi pengambilan sumpah berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 751, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dengan disaksikan pimpinan universitas, keluarga lulusan, serta sejumlah tamu undangan dari organisasi dan instansi bidang kefarmasian.
Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto meminta para apoteker baru menjadi tenaga profesional yang berintegritas dan memiliki komitmen kuat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Selamat kepada para apoteker yang sudah disumpah. Anda sekalian adalah pelopor yang ikut membentuk reputasi apoteker UM Bandung dengan prestasi yang membanggakan,” ujar Herry.
Menurut Herry, kelulusan angkatan pertama merupakan capaian penting sekaligus awal bagi para lulusan untuk membangun reputasi profesi apoteker UM Bandung.
Ia mengingatkan para apoteker agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan profesi. Perkembangan ilmu farmasi, teknologi kesehatan, dan regulasi menuntut tenaga profesional untuk terus memperbarui pengetahuan serta kompetensinya.
Herry juga mendorong lulusan membangun kolaborasi dengan sesama apoteker dan tenaga kesehatan dari berbagai profesi ketika memasuki dunia kerja, baik di rumah sakit, industri farmasi, maupun sektor pelayanan kesehatan lainnya.
“Jadilah apoteker yang peduli kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Teruslah memperkuat layanan kesehatan masyarakat,” katanya.
Tekankan Akhlak dan Kompetensi
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Ketua Badan Pembina Harian UM Bandung Dadang Kahmad turut berpesan agar para apoteker menjadi pribadi yang andal, berakhlak, amanah, serta terus mengembangkan keilmuan.
Menurut Dadang, kompetensi di bidang farmasi perlu berjalan beriringan dengan kemampuan soft skill. Kemampuan berkomunikasi, membangun relasi, bekerja sama, serta menunjukkan kepribadian dan akhlak yang baik menjadi bagian penting dalam menjalankan profesi.
Sementara itu, Dekan Farmasi UM Bandung Dwintha Lestari menegaskan bahwa sumpah apoteker bukan sekadar formalitas. Sumpah tersebut menjadi landasan moral dan profesional bagi apoteker dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan kepedulian terhadap kemanusiaan.
“Di mana pun Anda mengabdi, junjung tinggi etika dan profesionalisme. Teruslah belajar karena dunia kefarmasian saat ini terus berkembang. Kami titip jaga nama baik UM Bandung,” ujar Dwintha.
Ia juga meminta para lulusan menghayati setiap poin sumpah yang telah diikrarkan serta menjaga etika dan profesionalisme sepanjang menjalankan karier.
Lulusan Raih IPK 3,96
Salah satu apoteker yang dilantik adalah Fransisca Natalia Hedy. Ia menjadi lulusan dengan IPK tertinggi pada angkatan pertama dengan capaian 3,96.
Fransisca mengaku nyaman menjalani pendidikan profesi apoteker di UM Bandung. Ia juga menyampaikan pengalamannya sebagai mahasiswa beragama Katolik di lingkungan perguruan tinggi Islam di bawah naungan Muhammadiyah.
“Saya enjoy bisa kuliah di UM Bandung. Tidak ada diskriminasi terkait latar belakang agama,” ucap Fransisca.
Dalam mengikuti mata kuliah agama, Fransisca memilih memahami berbagai persamaan dan mengesampingkan perbedaan. Menurut dia, pendekatan tersebut membuat proses pembelajaran berlangsung dalam suasana saling menghargai.
Ia mengaku bahagia menjadi bagian dari angkatan pertama Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker UM Bandung. Dukungan dosen dan fasilitas pembelajaran, kata dia, turut menunjang proses pendidikan yang dijalaninya.
Setelah mengucapkan sumpah, Fransisca berkomitmen menjalankan profesi secara profesional dengan menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tanpa memandang latar belakang.
Selain Fransisca, 11 apoteker lain yang dilantik adalah Andriyani Putri Kusuma, Azra Syafira, Eka Nurhayati, Fikta Rialas Lina, Ganjar Permana, Intan Putri Kurniati, Jasmine Trialisa, Mohammad Al-Hafiz, Nafilah Azzahra, Novia Dwiyanti, dan Sintia.
Dari 12 lulusan tersebut, 10 orang meraih predikat pujian, sedangkan dua lainnya memperoleh predikat sangat memuaskan dan memuaskan.
Prosesi ini menjadi pengambilan sumpah apoteker pertama yang digelar Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker UM Bandung. Momentum tersebut sekaligus menandai dimulainya perjalanan profesional angkatan pertama apoteker UM Bandung.
Sejumlah tamu undangan turut hadir, antara lain perwakilan Kolegium Farmasi Indonesia Hidayat Setiadji, perwakilan APTFMA Aziz, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Epy Yuginingsih, Pengurus Pusat dan Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), serta para preseptor dari lima wahana Praktik Kerja Profesi Apoteker. (FA/*)

