Das’ad Latif di UMS: Jaga Akidah Generasi dari Serangan Internet

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Ustadz Dr. H. Das’ad Latif, M.Si., mengingatkan pentingnya menjaga akidah generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital. Ia juga mengajak umat Islam memperkuat pendidikan agama dalam keluarga, mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadikan ilmu sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas diri.

 

Pesan tersebut disampaikan Das’ad Latif dalam Tabligh Akbar Hari Jadi ke-68 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Ahad (18/10/2026). Ribuan peserta dari berbagai daerah menghadiri kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan hari jadi kampus tersebut.

 

Tabligh Akbar ini mengusung semangat bersinergi, berdampak, dan berkelanjutan. Selain menjadi sarana penguatan spiritual, kegiatan tersebut juga mempererat silaturahmi warga Muhammadiyah, keluarga mahasiswa, dan masyarakat luas.

 

Dalam tausiyahnya, Das’ad Latif menegaskan bahwa menjalankan Islam tidak cukup sebatas simbol atau mengikuti tren. Keberislaman harus diwujudkan melalui ketaatan, keteguhan akidah, dan perilaku yang mencerminkan ajaran agama.

 

Ia menilai, perkembangan teknologi dan penggunaan perangkat digital menghadirkan tantangan tersendiri bagi orang tua dalam mendampingi anak-anak.

 

“Perlawanan saat ini bukan dengan senjata, melainkan dengan menjaga akidah generasi dari serangan internet dan HP,” ungkapnya.

 

Menurutnya, penguatan pendidikan agama perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua harus memberikan perhatian terhadap pembentukan akhlak dan kepribadian anak, termasuk mempertimbangkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keislaman.

 

Pendidikan agama, lanjutnya, menjadi bekal penting agar generasi muda mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan prinsip dan keyakinan. Dalam konteks ini, perguruan tinggi Islam, termasuk UMS, memiliki peran strategis dalam mengembangkan kapasitas intelektual sekaligus membentuk karakter generasi penerus.

 

Ajak Umat Islam Perkuat Kepedulian Sosial

 

Selain menekankan pentingnya menjaga akidah, Das’ad Latif menguraikan karakter pengikut Nabi Muhammad SAW sebagaimana tercermin dalam Surah Al-Fath. Karakter tersebut meliputi keteguhan dalam menjalankan agama, kasih sayang terhadap sesama, dan kesungguhan dalam beribadah.

 

Ia menyoroti prinsip ruhamau bainahum, yakni kasih sayang di antara sesama, yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Salah satunya dengan membiasakan sedekah dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

 

“Jadilah orang yang pandai menitipkan harta. Kalau ada harta, gunakan untuk sedekah dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” pesannya.

 

Das’ad Latif mengingatkan bahwa harta tidak semestinya hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi atau menunjukkan status sosial. Harta juga merupakan amanah yang dapat menjadi sarana memberikan manfaat bagi orang lain.

 

Kepedulian sosial tersebut, menurutnya, dapat diwujudkan melalui bantuan kepada masyarakat terdampak bencana maupun kelompok yang membutuhkan dukungan.

 

Ia juga menekankan bahwa nilai ibadah perlu tercermin dalam kebiasaan sehari-hari, termasuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta bekerja dengan baik. Dengan demikian, ajaran agama tidak berhenti pada ritual, tetapi hadir dalam perilaku dan kehidupan bermasyarakat.

 

Das’ad Latif turut mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga, mendidik anak dengan nilai-nilai agama, dan tidak pernah berhenti berdoa kepada Allah SWT.

 

Apresiasi Kampus UMS dan Semangat Pembaruan

 

Dalam kesempatan tersebut, Das’ad Latif menyampaikan apresiasinya terhadap lingkungan kampus UMS. Ia mengaku terkesan dengan infrastruktur, kebersihan, serta penghijauan di kawasan kampus, termasuk fasilitas Edutorium KH Ahmad Dahlan yang menjadi lokasi Tabligh Akbar.

 

Menurutnya, lingkungan pendidikan yang baik dapat mendukung proses pembelajaran sekaligus memberikan kenyamanan bagi sivitas akademika dan masyarakat.

 

Saat dimintai pandangan mengenai karakter kader Muhammadiyah, ia menekankan pentingnya semangat pembaruan atau inovasi. Menurutnya, organisasi dan institusi pendidikan harus terus berkembang agar mampu menjawab tantangan serta kebutuhan masyarakat yang terus berubah.

 

“Berkelanjutan itu pembaruan. Dia tidak akan puas dengan apa yang dimiliki sekarang, tetapi selalu mencari hal-hal yang baru,” jelasnya.

 

Ia mengaitkan semangat pembaruan tersebut dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama penelitian dan riset. Melalui kegiatan tersebut, perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan inovasi, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

 

Pesan itu sejalan dengan semangat Hari Jadi ke-68 UMS yang menekankan sinergi, dampak, dan keberlanjutan. Pengembangan perguruan tinggi, menurut perspektif tersebut, tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas, tetapi juga peningkatan mutu pendidikan, penguatan riset, dan perluasan manfaat sosial.

 

Jangan Menyerah Menuntut Ilmu

 

Menutup tausiyahnya, Das’ad Latif memberikan pesan kepada generasi muda agar tidak mudah menyerah dalam menempuh pendidikan. Ia memahami bahwa perjalanan menuntut ilmu tidak selalu mudah karena dapat diwarnai tekanan psikologis, kesulitan akademik, hingga keterbatasan ekonomi.

 

Ia mengibaratkan kehidupan seperti roda yang terus bergerak naik dan turun. Kesulitan yang dihadapi selama proses belajar semestinya tidak menjadi alasan untuk berhenti berusaha, melainkan dapat dijadikan motivasi untuk terus berkembang.

 

“Jangan pernah menyerah dalam menuntut ilmu. Kemiskinan, kampung, tidak boleh menjadi tantangan. Dia boleh menjadi motivasi untuk bergerak,” pesannya.

 

Ia menegaskan bahwa ilmu dapat mengangkat derajat seseorang apabila dipelajari dan diamalkan dengan baik. Karena itu, mahasiswa dan generasi muda didorong untuk terus belajar, menjaga niat, dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan potensi diri.

 

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dan fasilitas, tetapi juga ketekunan, karakter, serta kemampuan menghadapi keterbatasan.

 

Melalui Tabligh Akbar Hari Jadi ke-68 ini, UMS tidak hanya menghadirkan ruang penguatan spiritual bagi masyarakat, tetapi juga menegaskan pentingnya pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai keislaman, kepedulian sosial, dan semangat pembaruan untuk menghadapi tantangan masa depan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!