SOLO, MENARA62.COM – Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ mengajak mahasiswa merancang kompleks peternakan terpadu sapi dan kambing yang terintegrasi dengan pusat penjualan produk olahan serta kawasan agrowisata. Untuk mendukung proyek tersebut, mahasiswa melakukan survei lapangan di Bima Sejahtera Farm, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Selasa (27/10/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari mata kuliah Perancangan Multi Disiplin yang diampu Surhayani, S.T., M.T., dan Ar. Erwin Herliana, S.T., M.Ars., IAI. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam mengamati kondisi tapak, melakukan pengukuran, serta mengidentifikasi kebutuhan desain berdasarkan aktivitas peternakan yang sedang beroperasi.
Dalam mata kuliah ini, mahasiswa ditantang menyusun rancangan kompleks peternakan terpadu yang tidak hanya efisien dan fungsional dari sisi teknis peternakan, tetapi juga mampu mengakomodasi pengembangan pada masa mendatang (future expansion).
Pengembangan tersebut mencakup fasilitas penjualan produk olahan (retail), pusat kunjungan (visitor center), hingga kawasan agrowisata yang dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat.
Surhayani menjelaskan, Kecamatan Muntilan dipilih karena memiliki posisi strategis di koridor Yogyakarta-Borobudur. Kawasan tersebut juga memiliki karakter iklim mikro tropis pegunungan di lereng Gunung Merapi serta potensi besar dalam sektor agribisnis dan pariwisata.
“Kami memilih Kecamatan Muntilan karena merupakan kawasan strategis di koridor Yogyakarta-Borobudur, dengan iklim mikro tropis pegunungan di lereng Gunung Merapi serta potensi besar di bidang agribisnis dan pariwisata,” jelas Surhayani, Minggu (1/11/2026).
Menurutnya, survei lapangan menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung kondisi tapak dan fasilitas peternakan. Hasil pengamatan tersebut selanjutnya menjadi dasar analisis perancangan yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu.
Aspek yang dikaji meliputi arsitektur dan penyusunan masterplan, sains bangunan dan iklim tropis, teknik lingkungan dan sanitasi, struktur dan material bangunan, hingga inovasi bisnis dan pengembangan agrowisata.
Selama survei, mahasiswa mengamati sejumlah aspek teknis, mulai dari penentuan zonasi berdasarkan tingkat kebisingan, arah angin, dan prinsip biosecurity, hingga penghawaan serta pencahayaan alami.
Selain itu, mahasiswa mempelajari sistem pengelolaan limbah ternak, ketahanan material bangunan, serta alur operasional peternakan, mulai dari pengolahan bahan mentah hingga produk siap dipasarkan kepada pengunjung.
Libatkan Praktisi Peternakan dalam Proses Perancangan
Bima Sejahtera Farm merupakan peternakan milik Hari Suwito. Dalam kegiatan tersebut, Ibrahim Azhar, putra pemilik peternakan, turut memberikan penjelasan mengenai kebutuhan fasilitas dan standar operasional peternakan.
Ia menekankan bahwa rancangan peternakan harus mempertimbangkan efisiensi biaya produksi sekaligus mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan hewan ternak.
Ibrahim juga menyatakan kesediaannya menjadikan Bima Sejahtera Farm sebagai mitra kampus, baik untuk lokasi survei lapangan maupun sumber informasi bagi mahasiswa dalam proses perancangan.
“Kami akan membuka lokasi peternakan ini sebagai objek studi dan saya juga siap menjadi narasumber bagi mahasiswa dalam proses perancangan suatu proyek,” tuturnya.
Diskusi bersama pihak pengelola peternakan tersebut memberikan perspektif praktis kepada mahasiswa mengenai kebutuhan operasional di lapangan. Salah satu hal penting yang menjadi perhatian adalah bagaimana aktivitas produksi peternakan tetap terlindungi dan berjalan optimal ketika fasilitas ritel serta pusat kunjungan mulai dikembangkan.
Dengan demikian, rancangan yang dihasilkan diharapkan tidak hanya memiliki nilai estetika dan kekuatan arsitektural, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan teknis, operasional, lingkungan, serta potensi ekonomi peternakan.
Selanjutnya, data hasil pengukuran dan temuan selama survei akan diolah mahasiswa Program Studi Arsitektur UMS menjadi karya akhir berupa panel gambar serta buku laporan yang memuat analisis dan eksplanasi desain.
Melalui pembelajaran berbasis proyek dan kolaborasi dengan mitra lapangan ini, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan rancangan arsitektur yang aplikatif, berkelanjutan, serta memiliki nilai tambah bagi pengembangan sektor peternakan dan agrowisata. (*)

