JAKARTA, MENARA62.COM – Pengurus Cabang Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Kota Surakarta turut mengambil bagian dalam Kongres Nasional (KONAS) XVI dan Forum Ilmiah Tahunan (FIT) XII IAKMI 2026. Keikutsertaan ini menjadi momentum memperluas jejaring sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam mendorong transformasi sistem kesehatan Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung pada 29–31 Oktober 2026 tersebut diselenggarakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Depok, serta Gedung Nusantara V Kompleks MPR/DPR/DPD RI, Jakarta.
Delegasi IAKMI Kota Surakarta terdiri atas Dr. Ida Untari, S.K.M., M.Kes.; Syarifah, S.ST., MKM., dari Poltekkes Kemenkes Surakarta; serta Dr. Sulistyani Prabu Aji, S.SiT., SKM., M.Kes., dari Universitas Sebelas Maret (UNS). Rombongan tersebut juga bersama Prof. Dr. Yuli Kusumawati, M.Kes. (Epid.), yang mewakili Pengurus Daerah IAKMI Jawa Tengah.
KONAS XVI dan FIT XII IAKMI 2026 mengangkat tema “Kolaborasi untuk Mendukung Transformasi Sistem Kesehatan dan Keberlangsungan Jaminan Kesehatan Nasional Menuju Asta Cita.”
Tema tersebut menjadi landasan pembahasan berbagai persoalan strategis kesehatan nasional, mulai dari penguatan sistem pelayanan kesehatan hingga keberlanjutan pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Salah satu agenda penting dalam forum tersebut adalah Public Health Expert Meeting. Pertemuan ini membahas rekomendasi para ahli kesehatan masyarakat terhadap enam pilar transformasi kesehatan Indonesia.
Keenam pilar tersebut mencakup transformasi layanan primer, layanan rujukan, ketahanan sistem kesehatan, pembiayaan kesehatan, sumber daya manusia kesehatan, serta teknologi kesehatan.
Selain itu, rangkaian kegiatan di Kompleks MPR/DPR/DPD RI menghadirkan sejumlah pengambil kebijakan nasional untuk membahas isu-isu strategis. Pembahasannya meliputi transformasi sistem kesehatan, keberlanjutan JKN, pembangunan keluarga dan bonus demografi, pembiayaan kesehatan, hingga kebijakan fiskal untuk mendukung upaya pencegahan penyakit.
Bagi IAKMI Kota Surakarta, keikutsertaan dalam forum nasional tersebut bukan sekadar memenuhi agenda organisasi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperluas wawasan, membangun jejaring lintas sektor, serta menyerap berbagai gagasan dan rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan di tingkat daerah.
Ketua IAKMI Cabang Kota Surakarta, Purwanti, menyampaikan dukungan terhadap para utusan yang mengikuti KONAS XVI dan FIT XII IAKMI 2026.
Ia berharap pengalaman, pengetahuan, dan jejaring yang diperoleh selama kegiatan dapat ditindaklanjuti melalui berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi pengembangan kesehatan masyarakat di Kota Surakarta.
Keterlibatan delegasi Surakarta dalam forum tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara organisasi profesi, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi persoalan kesehatan yang semakin kompleks.
Sinergi berbagai pihak dinilai menjadi salah satu kunci untuk memperkuat promosi kesehatan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mendorong kebijakan kesehatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui partisipasi dalam KONAS XVI dan FIT XII IAKMI 2026, IAKMI Kota Surakarta berharap dapat terus memperkuat peran ahli kesehatan masyarakat, tidak hanya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam advokasi kebijakan dan implementasi program kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Momentum ini sekaligus menjadi penguatan komitmen IAKMI Kota Surakarta untuk berkontribusi dalam mewujudkan transformasi kesehatan Indonesia melalui kolaborasi dan pendekatan berbasis keilmuan. (*)
