33.7 C
Jakarta

ANGKAT TEMA “ RAKSA PELAJAR MUHAMMADIYAH DI PULAU DEWATA “! MUSYWIL XIX PW IPM BALI SIAP MEMBANGUN BALI

Baca Juga:

DENPASAR, MENARA62.COM. Semangat kebersamaan dan komitmen membangun generasi muda Muhammadiyah kembali menggelora dalam pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Musywil) XIX Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Bali yang berlangsung pada 19–21 Juni 2026 di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Bali, Denpasar.

Mengusung tema “Raksa Pelajar Muhammadiyah di Pulau Dewata”, Musywil XIX PW IPM Bali menjadi momentum penting dalam merumuskan arah gerakan pelajar Muhammadiyah Bali untuk periode mendatang. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh perwakilan Pimpinan Daerah (PD) IPM se-Bali, jajaran PW IPM Bali, serta peserta mustamik atau peninjau dari Pimpinan Ranting (PR) IPM sekolah-sekolah Muhammadiyah se-Bali.

Acara pembukaan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhidmatan suasana. Selanjutnya, Ketua Panitia, Tri Anggun Lutfia, menyampaikan laporan kegiatan sekaligus mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh peserta yang hadir dan mendukung suksesnya Musywil XIX PW IPM Bali.

Ketua PW IPM Bali, Ardiansyah Pratama, dalam sambutannya menjelaskan makna tema yang diangkat pada Musywil kali ini. Menurutnya, kata Raksa memiliki arti menjaga, melindungi, dan mengayomi pelajar Muhammadiyah di Pulau Dewata.

“Musywil ini diharapkan menjadi titik balik kemajuan IPM di Bali serta mampu menghadirkan inspirasi yang berkemajuan bagi generasi muda Muhammadiyah,” ungkapnya di hadapan peserta.

Sementara itu, Ketua Umum PP IPM, Dany Rahmat Mukarram, memberikan sejumlah pesan strategis kepada seluruh kader IPM Bali. Ia menekankan pentingnya merawat harmoni dan nilai-nilai multikultural yang menjadi karakter khas masyarakat Bali.

Menurutnya, Musywil bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, tetapi merupakan momentum untuk mengoptimalkan kapasitas diri sebagai anggota IPM, menjaga eksistensi organisasi, serta mempertahankan kemurnian gerakan pelajar Muhammadiyah.

“Musywil juga harus menjadi momentum untuk menghadirkan berbagai prestasi yang membanggakan. Perbedaan pendapat dalam forum adalah hal yang biasa, namun lakukanlah dengan baik dan demi kepentingan bersama. Jadilah Raksa, pembela bangsa,” pesannya.

Puncak acara pembukaan ditandai dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi Musywil XIX PW IPM Bali oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bali, yang diwakili oleh Drs. M. Barhiman. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa Musywil harus menjadi penyemangat bagi seluruh pelajar Muhammadiyah untuk memiliki keteguhan ideologis yang kuat.

“Kader pelajar Muhammadiyah adalah mereka yang mampu mewarnai lingkungan dengan akhlak dan moral yang kokoh, memiliki keteguhan hati yang tidak mudah digoyahkan oleh berbagai pengaruh yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah,” tegasnya.

Menutup sambutannya, beliau menyampaikan pesan yang mengundang refleksi mendalam bagi seluruh peserta.

“Kebaikan yang tidak dimanajemen dengan baik akan dikalahkan oleh kejahatan yang dimanajemen dengan baik.”

Pesan tersebut menjadi pengingat penting bahwa semangat berbuat baik harus dibarengi dengan kemampuan organisasi yang kuat, profesional, dan terstruktur agar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Selain agenda persidangan dan pembahasan program strategis organisasi, Musywil XIX PW IPM Bali juga diramaikan dengan kegiatan Talk Show bertajuk “Speak Up, Stand Up, Level Up” yang menghadirkan ruang diskusi inspiratif bagi para pelajar untuk mengembangkan keberanian berpendapat, kepemimpinan, serta kapasitas diri dalam menghadapi tantangan zaman.

Melalui Musywil XIX ini, diharapkan lahir kepemimpinan baru yang mampu melanjutkan estafet perjuangan IPM Bali, memperkuat gerakan pelajar Muhammadiyah, serta menghadirkan kontribusi nyata dalam membangun generasi muda yang berakhlak, berprestasi, dan berkemajuan di Pulau Dewata.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!