SOLO, MENARA62.COM – Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menegaskan komitmennya dalam penguatan kaderisasi Muhammadiyah dengan memastikan para mahasiswa memiliki Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) sebelum mengikuti prosesi wisuda.
Komitmen tersebut disampaikan pada kegiatan Yudisium dan Pembekalan Calon Wisudawan FKIP UMS Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Moh. Djazman UMS, Kamis (18/6). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para calon sarjana sebelum mengikuti wisuda yang akan berlangsung pada Sabtu mendatang.
Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS, Dr. Eko Sudarmanto, S.Pd., M.Or., menegaskan bahwa kepemilikan KTAM bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan bagian dari tanggung jawab institusi dalam menyiapkan kader Muhammadiyah yang memiliki identitas ideologis, semangat pengabdian, dan komitmen terhadap gerakan dakwah serta tajdid.
“Kami bersama pimpinan Program Studi Pendidikan Jasmani ingin memastikan bahwa mahasiswa kami telah memiliki KTAM sebagai wujud tanggung jawab kami dalam proses pengkaderan di Muhammadiyah. Pendidikan Jasmani harus mampu berkontribusi secara nyata dan memberikan dampak dalam proses pengkaderan,” ujar Eko, Sabtu, (20/6/2026).
Ia berharap para lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi kader umat, kader bangsa, dan kader persyarikatan yang siap memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Harapan kami, para alumni tidak hanya menjadi sarjana yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi kader umat, kader bangsa, dan kader persyarikatan,” tambahnya.
Menurut Eko, penguatan identitas kemuhammadiyahan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan di lingkungan UMS.
Lulusan Pendidikan Jasmani diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai Islam Berkemajuan, mengembangkan budaya hidup sehat, serta berkontribusi dalam memajukan pendidikan dan pembinaan masyarakat.
Bagi Prodi Pendidikan Jasmani, penguatan kaderisasi melalui kepemilikan KTAM menjadi salah satu langkah nyata dalam menyiapkan alumni yang siap mengabdi untuk umat, bangsa, dan persyarikatan Muhammadiyah.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menekankan bahwa lulusan FKIP harus memiliki kesiapan untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Menurutnya, profesi guru merupakan panggilan hidup yang memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan peradaban bangsa.
“Guru bukan sekadar profesi, tetapi panggilan hidup untuk mencerdaskan bangsa. Menjadi seorang guru membutuhkan ketekunan, kesabaran, dedikasi, dan kerja keras yang tidak mudah luntur oleh berbagai tantangan zaman,” tuturnya.
Harun juga mengingatkan pentingnya menjadi pembelajar sepanjang hayat di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat.
Seorang guru, menurutnya, tidak hanya dituntut menguasai kompetensi akademik dan pedagogik, tetapi juga mampu menjadi teladan dan agen perubahan di masyarakat.
Dalam pembekalannya, Harun memperkenalkan konsep “PT Guru” yang terdiri dari Pengabdian dan Transendensi sebagai bekal utama bagi calon pendidik. Konsep tersebut menekankan pentingnya menjadikan nilai spiritual sebagai landasan dalam menjalankan profesi.
“Pengabdian mengajarkan kita untuk bekerja dan berkarya demi kemaslahatan orang lain. Sementara transendensi mengingatkan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan harus bernilai ibadah dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,” jelasnya.
Sementara itu, Dekan FKIP UMS Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., secara simbolis menyerahkan mahasiswa kepada perwakilan orang tua sebagai tanda bahwa FKIP UMS telah menunaikan amanah dalam mendidik dan membimbing para mahasiswa hingga menyelesaikan studinya.
Ia berpesan agar para lulusan terus mengembangkan kompetensi, karakter, dan nilai-nilai kemanusiaan yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di FKIP UMS.
“Pegang teguh nilai-nilai kealumnian. Jadilah sarjana yang cakap, hebat, islami, dan mencerahkan. Jadilah lulusan yang unggul dan mampu melebarkan sayap ke berbagai penjuru dunia,” pesannya. (*)

