29.1 C
Jakarta

Astra Perkuat Desa Les Lewat Alam, Budaya, dan UMKM

Baca Juga:

BULELENG, MENARA62.COM – Desa Les, Kabupaten Buleleng, Bali, membuktikan bahwa pembangunan ekonomi dapat berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan dan budaya. Melalui Program Desa Sejahtera Astra, PT Astra International Tbk bersama masyarakat mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan hingga meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus mengantarkan Desa Les meraih berbagai prestasi nasional.

 

Desa yang berada di pesisir utara Pulau Bali itu memiliki kekayaan alam yang membentang dari kawasan perbukitan hingga pantai. Selama bertahun-tahun, potensi tersebut menjadi sumber penghidupan masyarakat melalui sektor pertanian, perikanan, serta produksi garam tradisional yang masih dipertahankan sebagai warisan budaya.

 

Sejak bergabung dalam Program Desa Sejahtera Astra pada 2024, berbagai inisiatif pengembangan desa dijalankan secara kolaboratif. Program tersebut telah menjangkau lebih dari 800 warga, mendorong peningkatan pendapatan masyarakat hingga 25 persen, membuka lapangan kerja baru, serta memperluas akses pasar bagi produk-produk unggulan desa.

 

Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk, Boy Kelana Soebroto, mengatakan pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan, budaya, dan kesejahteraan masyarakat.

 

“Melalui Desa Sejahtera Astra, kami percaya pembangunan desa tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kemajuan, kelestarian lingkungan, serta identitas budaya masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi desa dan masa depan Indonesia,” ujarnya.

 

Pengembangan Desa Sejahtera Astra Desa Les dilakukan melalui empat pilar kontribusi sosial Astra, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.

 

Di bidang kesehatan, Astra bersama masyarakat memperkuat layanan Posyandu, edukasi kesehatan ibu dan anak, serta pemberian makanan tambahan bagi anak yang mengalami stunting dan gizi buruk.

 

Sementara pada sektor pendidikan, generasi muda didorong mengenali potensi desanya melalui pelatihan bahasa Inggris dan penguatan kapasitas pariwisata. Program tersebut dipersiapkan untuk mencetak pemandu wisata lokal yang mampu melayani wisatawan mancanegara.

 

Komitmen terhadap kelestarian lingkungan juga diwujudkan melalui konservasi dan transplantasi terumbu karang, pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Program Les Grow, serta pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos yang dimanfaatkan untuk kebun terpadu di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

 

Berbagai upaya tersebut tidak hanya menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.

 

Di sisi lain, pelestarian budaya terus diperkuat melalui pengembangan produksi garam tradisional yang menjadi identitas Desa Les. Masyarakat mampu menghasilkan sekitar dua hingga tiga ton garam setiap musim panen yang dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.

 

Pemasaran produk unggulan desa semakin berkembang melalui kolaborasi dengan BUMDes Giri Segara dan Pemerintah Provinsi Bali. Kerja sama tersebut membuka peluang pemasaran garam hingga sekitar satu ton setiap bulan dengan nilai ekonomi mencapai sekitar Rp25 juta.

 

Keberhasilan mengintegrasikan pelestarian alam, budaya, dan pemberdayaan ekonomi turut mengantarkan Desa Sejahtera Astra Desa Les meraih Juara Umum Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 dari Kementerian Pariwisata.

 

Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan potensi lokal secara berkelanjutan mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

 

Melalui Program Desa Sejahtera Astra, perusahaan terus memperkuat kolaborasi bersama masyarakat desa sebagai bagian dari komitmen mendukung pembangunan berkelanjutan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.

 

Dengan pendekatan yang mengedepankan gotong royong, pelestarian alam, dan penguatan budaya lokal, Desa Les kini menjadi salah satu contoh bagaimana desa mampu tumbuh menjadi kawasan yang mandiri, berdaya saing, sekaligus tetap menjaga identitas dan kelestarian lingkungannya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!