SOLO, MENARA62.COM – Upaya memperkuat kesehatan masyarakat tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pengembangan Prestasi dan Riset Mahasiswa (PRISMA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id resmi meluncurkan program pengabdian masyarakat terintegrasi di Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo.
Program bertajuk “Akselerasi Sukoharjo Sehat melalui Penguatan Kewaspadaan Kesehatan Keluarga berbasis Integrasi Kelas Ibu SIGAP dan Ekosistem Pangan Mandiri di Desa Blimbing” tersebut menjadi langkah awal pendampingan masyarakat selama empat bulan ke depan. Program ini dirancang untuk mendukung percepatan penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) di Kabupaten Sukoharjo melalui pendekatan edukasi kesehatan keluarga sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Peluncuran program berlangsung di Balai Desa Blimbing dan dihadiri Kepala Desa Blimbing beserta perangkat desa, ketua RT/RW, bidan desa, kader Posyandu, pengurus PKK, Kelompok Wanita Tani (KWT), Karang Taruna, perwakilan Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) UMS, dosen pendamping, pengurus PRISMA, serta seluruh tim mahasiswa PPK Ormawa yang dipimpin Ketua Pelaksana, Rengga Prayoga.
Ketua Pelaksana PPK Ormawa PRISMA UMS 2026, Rengga Prayoga, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Harapannya, seluruh rangkaian program yang kami jalankan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus berkelanjutan bagi masyarakat Desa Blimbing,” ujarnya, Kamis, (2/7/2026).
Melalui kolaborasi tersebut, lanjutnya, PPK Ormawa PRISMA UMS berharap mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya meningkatkan kesadaran kesehatan keluarga, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, serta pengelolaan lingkungan desa.
“Dengan dimulainya program ini, mahasiswa bersama masyarakat Desa Blimbing siap melaksanakan berbagai intervensi untuk mewujudkan desa yang lebih sehat, tanggap, mandiri, dan berdaya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Blimbing, Suwarjo, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa UMS yang dinilai menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan kesehatan di desa. Menurutnya, program tersebut selaras dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam upaya menekan angka stunting dan diare serta mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan dan pengelolaan sampah desa.
Pada sesi pemaparan, tim PPK Ormawa memperkenalkan potensi Desa Blimbing, latar belakang program, tujuan, hingga tahapan pelaksanaan kegiatan. Program tersebut mengintegrasikan Kelas Ibu SIGAP sebagai media edukasi kesehatan keluarga dengan pengembangan ekosistem pangan mandiri untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Diskusi yang berlangsung setelah pemaparan berlangsung interaktif. Para pemangku kepentingan desa memberikan berbagai masukan agar program dapat memberikan dampak jangka panjang. Salah satu perhatian utama adalah pengembangan sistem akuaponik yang perlu dirancang secara matang, mulai dari aspek budidaya, pengelolaan, hingga strategi pemasaran agar mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Selain itu, pemerintah desa berharap berbagai intervensi yang dilakukan melalui PPK Ormawa dapat berkontribusi terhadap penurunan angka stunting yang masih menjadi tantangan di Desa Blimbing. Keberlanjutan program juga menjadi perhatian penting agar manfaat yang dihasilkan tetap dapat dirasakan masyarakat meskipun masa pendampingan mahasiswa telah selesai.
Sebagai simbol dimulainya program, kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (24/6/2026) itu ditandai dengan pemotongan pita serta penandatanganan kerja sama antara DKPTI UMS dan Pemerintah Desa Blimbing. Tim PPK Ormawa PRISMA UMS 2026 juga menyerahkan cendera mata kepada Pemerintah Desa Blimbing sebagai bentuk apresiasi sekaligus komitmen membangun kemitraan yang berkelanjutan. (*)
