31.3 C
Jakarta

Bandara Kertajati Siap Sambut Kedatangan WNI ABK Diamond Princess

Baca Juga:

BANDUNG, MENARA62.COM – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kertajati, Kabupaten Majalengka, menjadi tempat pendaratan WNI awak buah kapal (ABK) Diamond Princess dari Jepang. Dari bandara Kertajati, para ABK tersebut selanjutnya akan dibawa ke Pulau Sebaru, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Terkait rencana pendaratan para WNI ABK Diamond Princess, Direktur Utama PT bandarudara Internasional Jawa Barat (PT BIJB) Salahudin Rafi membenarkan bahwa para ABK akan mendarat di Bandara Kertajati pada Ahad malam (1/3/2020).

“Tetapi tepatnya jam berapa mendarat, kami belum tahu persis,” kata Salahudin dikutip dari Antara.

Pihaknya saat ini terus menyiapkan fasilitas khusus terkait rencana kepulangan WNI ABK Diamond Princess tersebut. Meski seluruh proses pemulangan tersebut dibawah kendali dan koordinasi Kementerian Kesehatan RI.

“Betul, seluruh kegiatannya langsung di bawah Kementerian Kesehatan, Bandara KJT (Kertajati) telah menyiapkan fasilitas terkait penerbangan,” kata Salahudin.

Masih istirahat

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengabarkan bahwa pesawat Garuda Indonesia Airbus 330 yang bertugas menjemput WNI di Kapal Diamond Princess telah mendarat di Bandara Haneda, Jepang.

“Sekarang kru pesawat sedang istirahat karena mereka akan melakukan penerbangan panjang,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto melalui sambungan telepon kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan kru pesawat tersebut akan beristirahat setidaknya selama 24 jam agar bugar dan bisa melakukan perjalanan kembali ke Indonesia.

Selain itu, Yuri juga mengatakan bahan bakar pesawat sudah diisi kembali, sementara tim kesehatan dijadwalkan akan segera menuju kapal tempat ABK WNI diobservasi.

“Berarti tim kesehatan tinggal turun dari pesawat untuk menuju ke kapal. Sampai di kapal, mereka (WNI ABK) akan diperiksa lagi satu-satu. Yang sedang sakit pasti tidak boleh ikut,” katanya.

Ketentuan tersebut, katanya, berlaku bagi para WNI yang berada di kapal. Sementara bagi para WNI yang saat ini dinyatakan positif dan dirawat di rumah sakit tidak akan diikutsertakan dalam rencana pemulangan.

Kemenkes berharap 68 WNI di kapal tersebut dapat diberangkatkan pada Ahad (1/3) pukul 18.00 waktu setempat dan diperkirakan akan tiba di Indonesia pada 23.30 WIB.

Kemenkes menyiapkan dua alternatif lokasi pendaratan awal sebelum dibawa ke Pulau Sebaru untuk menjalani masa observasi.

Kedua lokasi pendaratan itu adalah Bandara Halim Perdanakusuma, di Jakarta Timur, atau di Bandar Udara Kertajati di Jawa Barat.

“Yang kita siapkan dua, apakah di Halim atau di Kertajati. Halim sudah saya cek. Kemudian Kertajati baru besok saya cek,” katanya.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!