25.2 C
Jakarta

BKKBN, Adinkes dan HIPPG Apresiasi Inovasi Masyarakat dalam Penanganan Stunting

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus berupaya menggenjot percepatan penurunan stunting. Tidak hanya dengan program-program dari BKKBN sendiri, namun juga berkolaborasi dengan segenap lapisan masyarakat dan pemerintah daerah.

Maka dari itu, BKKBN terus mendorong masyarakat dan seluruh pemerintah daerah menciptakan terobosan dan inovasi. Untuk menurunkan stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024 nanti.

BKKBN bersama Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) dan The Habibie Institute For Public Policy and Governance (HIPPG) memberikan penghargaan atas inovasi masyarakat dalam penanganan stunting. Pemberian penghargaan dilakukan lewat daring melalui aplikasi zoom meeting, dari Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Inovasi tersebut telah terbukti ampuh menurunkan angka stunting di masing-masing wilayah. Kepala BKKBN Dr (HC) dr. Hasto Wardoyo Sp OG (K) dalam acara Penganugerahan Penghargaan Inovasi Cegah Stunting itu mengatakan, inovasi penting sekali untuk mempercepat penurunan stunting.

Dia berharap inovasi ini tidak sekedar mencari pemenang, tapi ke depan bisa membawa perubahan untuk wilayah nya masing-masing. Maka, inovasi akan menghasilkan revolusi perubahan mindset.

Untuk mengubah tatanan dan cara-cara baru, guna menyebarkan informasi secara menyeluruh. Hal ini terbukti karena para bupati semangat menyebarkan inovasi terhadap desa-desa lainnya.

Dikatakan Hasto, inovasi ini sangat penting untuk membangun kerja sama pada semua stakeholders. Jadi, desa memiliki indikator utama, guna pengentasan kemiskinan dan bebas stunting.

Kepala BKKBN mengemukakan, Kementerian Desa, PDTT telah mengizinkan penggunaan anggaran, untuk program stunting seperti operasional dan sebagainya. Dengan penghargaan ini, lanjutnya, inovasi-inovasi terbaik bisa tersampaikan ke seluruh wilayah Indonesia.

Sehingga, bisa saja diikuti daerah lainnya dengan memanfaatkan kearifan lokal dan berbagai sumber daya alam lokal, yang tersedia di masing-masing wilayah. Seperti salah satu penerima penghargaan yang berasal dari Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau dengan program Gemar makan ikan sejak 1000 HPK.

Program ini memanfaatkan kelebihan ikan sebagai sumber protein hewani, yang lebih mudah dicerna oleh bayi usia 6 – 11 bulan, dan juga memiliki zat gizi yang bagus untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. “Upaya ini bahkan telah terbukti mampu menurunkan stunting 1,5 persen persen di Natuna dalam setahun,” ujarnya.

Peran para pemerintah daerah dalam mendukung inovasi-inovasi tersebut pun juga diapresiasi. Banyaknya dukungan dari pemerintah daerah, menjadikan BKKBN optimis Indonesia bisa mencapai target penurunan angka stunting 14 persen di tahun 2024 mendatang.

Di bagian lain, Kepala Adinkes dr M Subuh MPPM berharap dengan adanya acara inovasi cegah stunting ini, seluruh daerah dapat menjaga inovasi serta memperluas cakupan inovasi yang telah dilakukan.

Saat ini, kurang lebih terdapat 185 aplikasi inovasi yang terdaftar. Namun, pasti masih ada beberapa inovasi yang belum terdaftarkan.

“Kami yakin tiap daerah memiliki inovasi yang baik, untuk daerahnya masing-masing. Untuk itu perlunya sebuah dukungan dari kepala daerah setiap wilayah, agar inovasi ini bisa berguna untuk masyarakat daerah,” ujarnya.

Pemenang penghargaan dibagi menjadi beberapa kategori yaitu: Kategori Edukasi Masyarakat: 1. Sumarji (CETING E ABAH KOLEL) dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur 2. Karimatur Rizqi, S.Gz (PUSPA KUNING) dari Pekalongan, Jawa Tengah.

Kategori Kolaborasi Lintas Sektor: 1. Sofiana Nur Khasanah (SEHATI) dari Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah 2. Dardimansyah, SE, MSI (AKSI STUNTING) dari Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Kategori Penggunaan Teknologi Informasi: 1. Prof. Rosmala Nur (MOM’s CARE) dari UNTAD Palu, Sulawesi Tengah 2. Hj. Tuti Roswati (SIMPATI) dari Sumedang, Jawa Barat.

Kategori Pemberdayaan Masyarakat: 1. Dedik Kurniawan (UKM Flash) dari Kabupaten  Malang, Jawa Timur 2. Ramalis Subandi (Ruang Riung Ceria) dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat Kategori Pengolahan Pangan Lokal: 1. Suharmianti Mentari, A.Md.Gz (GASING PERMATA) dari Kab. Natuna, Kepulauan Riau 2. Dwi Fajar Ulfah (BETING MANJA) dari Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta.

Kategori Lainnya: 1. Kamaria K.Lamanele (GEROBAK CINTA) dari Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur 2. Yuzak Totok Krido Saksono (GIZI 1000 HPK) dari Kabupaten Tolikara, Papua.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!