26.7 C
Jakarta

CEO RS Premier Bintaro: Perawat Ujung Tombak Penanganan Covid-19

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Perawat menjadi ujung tombak layanan kesehatan di rumah sakit termasuk saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Mereka harus menghadapi dan melayani pasien selama 24 jam tanpa kenal lelah meskipun harus mempertaruhkan nyawa, bersama tenaga medis lainnya.

“Kalau dokter ada jam, ada waktunya menangani pasien. Tapi kalau perawat, 24 jam pasien berada dalam pengawasan perawat,” kata Dr. Martha M.L. Siahaan, MARS, MHKes selaku CEO RS Premier Bintaro pada Giant Webinar bertema Perawat Tangguh, Indonesia Bebas Covid-19, Masyarakat Sehat yang digelar atas kerjasama RS Premier Bintaro dengan IKAMARS, PPNI, RSUP Persahabatan, dan STIKES Pertamedika Jakarta, Ahad (28/3/2021).

Karena itu, sebagai apresiasi dan ucapan terimakasih kepada para perawat, dalam rangka HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang ke-47, RS Premier Bintaro menggelar webinar yang menghadirkan sejumlah narasumber yang sangat kompeten dibidangnya. Harapannya, dengan mengikuti sesi webinar, para perawat lebih bersemangat, semakin tangguh, penuh optimisme dan lebih profesional dalam melayani para pasien secara professional.

Senada juga disampaikan Ketua IKAMARS Haryadi Wibowo. Menurutnya perawat adalah garda terdepan penanganan Covid-19 di Indonesia. Perawat sekaligus menjadi benteng pertahanan terakhir dari penanganan Covid-19. Itu sebabnya untuk tetap menjaga ketahanan para perawat dalam penanganan Covid-19 ini perlu sinergitas antar berbagai pihak baik rumah sakit, pemerintah maupun organisasi keprofesian.

Ketua KARS Dr Sutoto mengatakan profesi perawat di Indonesia dalam beberapa dekade belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup pesat. Baik dari segi pendidikan maupun semangat organisasi keprofesian. “Mutu dan kualitas perawat kita sudah setara dengan perawat-perawat di negara-negara maju,” kata Sutoto.

Ia mendorong upaya-upaya yang dilakukan berbagai pihak dalam meningkatkan kompetensi perawat Indonesia seperti webinar yang digelar RS Premier Bintaro ini.

Sementara itu, Satinah, S.Kep, Ners, M.Kep, Kepala Bidang Keperawatan RSUP Persahabatan dalam meterinya menyampaikan bahwa sudah lebih dari setahun pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Hingga saat ini angka kasus Covid-19 masih cukup tinggi, rata-rata 4.982 kasus per hari.

Dengan melihat kasus Covid-19 yang masih tinggi, menurutnya ketangguhan perawat menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. “Mereka sudah berjuang tanpa kenal lelah sejak Maret tahun lalu,” katanya.

Diakui menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 tentu membawa beban mental/psikologis yang cukup berat bagi perawat. Tidak hanya menyangkut bagaimana ia berjuang menyelamatkan diri agar tidak tertular Covid-19, bagaimana bekerja dengan alat pelindung diri yang tidaklah nyaman, hingga masalah harus berpisah dengan keluarga, dan lainnya.

Untuk mempertahankan ketangguhan perawat, lanjut Satinah dibutuhkan komitmen yang tinggi dari pimpinan rumah sakit untuk memperhatikan kesehatan perawatnya. Misal dengan memberikan nutrisi tambahan, vitamin, memastikan setiap perawat mendapatkan APD dengan baik, dan lainnya.

“Penting diperhatikan pula kondisi psikologis dan fisik perawat. Disinilah komunikasi perlu dibangun. Jika ada perawat yang mengalami masalah, jenuh, bosan atau yang lainnya, bahkan ada yang kena Covid-19, manajemen rumah sakit harus bijak menanganinya,” jelas Satinah.

Hal yang sama juga dikemukakan Hanif Fadilah, Ketua PPNI. Ia mengatakan pandemi Covid-19 masih belum akan berakhir. Ketangguhan para perawat dalam menjalankan tugas menangani pasien sangat penting demi keberhasilan penanganan Covid-19 secara menyeluruh di Indonesia.

Ketangguhan perawat itu sendiri menurut Hanif dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah memiliki kompetensi perawat untuk menangani Covid-19, memiliki spiritualitas yang tinggi sehingga melahirkan optimisme, tahu akan kemampuan diri sendiri serta memiliki sense of humor.

Prof. Dr. Budi Anna Keliat, S.Kp, M.App, Sc, Guru Besar Ilmu Keperawatan Jiwa dan Komunitas Fakultas Ilmu Keperawatan  Univ. Indonesia) mengatakan selain menjalani protokol kesehatan yang ketat, apabila perawat memiliki emosi positif maka dapat meningkatkan endorfin, imunitas dan kepatuhan terhadap perawatan meningkat, dengan demikian ia tidak akan tertular maupun menularkan.

Selain Satinah, S.Kep, Ners, M.Kep dan Prof. Dr. Budi Anna Keliat, S.Kp, M.App.Sc, webinar tersebut juga menampilkan pembicara Ns. Maryati, S.Kep, S.Sos, MARS, Ketua STIKES Pertamedika Jakarta.

RS Premier Bintaro sendiri merupakan bagian dari Ramsay Sime Darby Health Care Group, grup rumah sakit swasta yang memiliki beberapa rumah sakit dan fasilitas di Malaysia, Hongkong dan Indonesia. RS Premier Bintaro memiliki layanan unggulan / Center of Excellence (COE), yaitu Spine Center, Sport Clinic dan Vascular Center.

Rumah Sakit Premier Bintaro adalah rumah sakit pertama di Indonesia yang terakreditasi menggunakan standar Joint Commission International (JCI) edisi ke empat. JCI adalah organisasi akreditasi internasional, bagian dari Akreditasi Komisi Gabungan Organisasi Perawatan Kesehatan (JCAHO-USA).

Filosofi “People Caring for People”, mencerminkan komitmen terhadap peningkatan kualitas berkelanjutan – tanggung jawab untuk memberikan layanan berstandar internasional, juga untuk mengembangkan sumber daya manusia secara konsisten.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!