25.6 C
Jakarta

CIRNOV UAD Ciptakan Pistol Penangkal Covid-19

Must read

Bantuan Kuota Internet bagi 27,3 Juta Siswa dan Guru Mulai Disalurkan

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyalurkan bantuan kuota data internet tahap satu dan dua September kepada 27.305.495 nomor telepon selular (ponsel)...

Kenali Lalilulelo, Gejala Dini Pikun

Lalilulelo suatu istilah singkatan untuk mempermudah mengenali gejala dini pikun/demensia. Lalilulelo memiliki arti labil, linglung, lupa, lemot, dan logika menurun. Demikian dikemukakan oleh dr....

PP IAI akan Lantik Dua Apoteker Spesialis Farmasi Nuklir

JAKARTA, MENARA62.COM – Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) melalui Kolegium Ilmu Farmasi Indonesia (KIFI) akan mengukuhkan Apoteker Spesialis Farmasi Nuklir secara offline...

Pendaftaran Calon Anggota Dewas, Dewan Direksi BPJS Kesehatan dan BP Jamsostek Dibuka Oktober

JAKARTA, MENARA62.COM – Masa tugas telah berakhir, pemerintah buka Seleksi Calon Anggota Dewan Pengawas dan Calon Anggota Dewan Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial BPJS...

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Center for Integrated Research and Innovation (CIRNOV) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta berhasil menciptakan Pistol penangkal Coronavirus 2019 (Covid-19). Pistol yang bagian depan berupa lampu lebar ini menggunakan sinar ultra violet (UV) jenis C untuk membunuh kuman (bakteri atau virus).

“Penggunaan pistol hanya diarahkan ke area yang ingin disterilkan dalam waktu sekitar satu menit. Operator tidak perlu meninggalkan ruangan karena pistol ini dilengkapi dengan pelindung sinar berupa reflektor. Reflektor ini juga berfungsi sebagai alat pemfokus sinar ke area/obyek yang diinginkan,” jelas Prof Hariyadi, Kepala CIRNOV UAD kepada wartawan di Kampus I UAD Yogyakarta, Rabu (17/6/2020).

Penemuan pistol, jelas Haryadi, prosesnya cukup panjang dan berkolaborasi dengan Laboratorium Mikrobiologi, Program Studi Biologi Industri, Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (FAST) UAD. Sehingga Haryadi berhasil ditemukan formula penggunaan sinar UV, reflektor yang lebar untuk melindungi operator, dan lama penyinaran.

Rektor UAD menembak masker sebagai sasaran Pistol Covid-19 agar steril dari virus. (foto : heri purwata)

“Sinar UV jenis C yang dipancarkan pistol ini cukup berbahaya bila mengenai organ tubuh manusia. Sehingga penggunaan Pistol ini difokuskan sebagai disinfektan,” kata Haryadi.

Sedang Kepala Laboratorium Mikrobiologi, Drs Hadi Sasongko MSi mengatakan uji coba Pistol Covid-19 ini menggunakan bakteri E-coli. Secara prinsip, molekul bakteri ini lebih kuat dibandingkan virus. Setelah dilakukan penembakan dengan Pistol Covid-19 atau penyinaran sinar UV bakteri E-coli mati.

“Efek mematikan ini akan dialami juga virus yang memiliki struktur molekul lebih rapuh dibanding dengan bakteri. Sehingga Pistol ini dapat mencegah terjadinya pembiakan virus atau wabah penyakit akibat virus, termasuk virus corona (Covid-19),” kata Hadi Sasongko.

Sosialisasi penggunaan Pistol Covid19 telah dilakukan di depan Kepala Dislitbang TNI AD (Kadislitbangad), Brigjen TNI AD Mulyo Aji, MA. Hal ini sebagai Iangkah antisipasi terjadinya ancaman virus di obyek-obyek vital yang masuk ranah bidang pertahanan dan keamanan.

Menurut Rektor UAD, Dr Muchlas MT mengatakan seiring perkembangan zaman, Pistol ini diperlukan sebagai senjata yang dapat menangkal serangan senjata biologi yang melibatkan virus. Selain itu Pistol ini juga dapat digunakan untuk keperluan disinfektan di rumah sakit, kantor, peralatan medis, ruangan fasilitas umum, dan lain-lain. .

Komponen bahan pembuatan Pistol Covid-19 ini dapat diperoleh di pasar lokal. Pistol karya CIRNOV UAD ini cukup praktis penggunaanya dan berat hanya sekitar 0,5 kilogram.

Saat ini, kata Muchlas, UAD sedang fokus untuk mendapatkan hak kekayaan Intelektual (HKI) atas penemuan Pistol Covid-19 ini. Setelah itu, UAD akan melakukan produk massal skala industri.

“Kita sedang mencari proteksi cara-cara untuk melindungi produk ini. Sebab pembuatannya sangat mudah dan mudah ditiru. Kalau tidak bisa melakukan proteksi kurang menguntungkan. Tetapi kami berharap produk ini bisa dimiliki masyarakat secara mudah dan murah,” kata Muchlas.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Bantuan Kuota Internet bagi 27,3 Juta Siswa dan Guru Mulai Disalurkan

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyalurkan bantuan kuota data internet tahap satu dan dua September kepada 27.305.495 nomor telepon selular (ponsel)...

Kenali Lalilulelo, Gejala Dini Pikun

Lalilulelo suatu istilah singkatan untuk mempermudah mengenali gejala dini pikun/demensia. Lalilulelo memiliki arti labil, linglung, lupa, lemot, dan logika menurun. Demikian dikemukakan oleh dr....

PP IAI akan Lantik Dua Apoteker Spesialis Farmasi Nuklir

JAKARTA, MENARA62.COM – Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) melalui Kolegium Ilmu Farmasi Indonesia (KIFI) akan mengukuhkan Apoteker Spesialis Farmasi Nuklir secara offline...

Pendaftaran Calon Anggota Dewas, Dewan Direksi BPJS Kesehatan dan BP Jamsostek Dibuka Oktober

JAKARTA, MENARA62.COM – Masa tugas telah berakhir, pemerintah buka Seleksi Calon Anggota Dewan Pengawas dan Calon Anggota Dewan Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial BPJS...

Strategi Semut

Oleh Ashari* SUDAH dua tiga hari ini saya mengamati perilaku semut. Baik di rumah, di warung maupun di kantor. Terlebih di era pandemi Covid-19 ini,...