30 C
Jakarta

Deteksi Dini Kanker Akan Dilakukan di Puskesmas

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM– Deteksi dini kanker akan dilakukan di Puskesmas. Model seperti ini diharapkan bisa menjaring kasus kanker dari gejala dini sehingga bisa dilakukan intervensi lebih lanjut.

“Deteksi yang kita lakukan sesederhana mungkin di tingkat pelayanan kesehatan dasar, Puskesmas,” kata Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Ekonomi Kesehatan M Subuh di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Kamis (25/10).

Menurut Subuh, pengendalian penyakit kanker harus dengan secara terus-menerus melalui tindakan preventif dan promotif. Upaya preventif promotif tersebut dengan mengutamakan tiga hal,  yaitu mendeteksi, prevensi, kemudian merespon.

Subuh mengatakan apabila tidak dilakukan deteksi dini kanker maka kemungkinan pengidap kanker akan semakin banyak dan pembiayaan jaminan kesehatan akan semakin membengkak.

“Untuk Indonesia yang paling tinggi, kanker payudara saja sudah mencapai 41 persen dari keseluruhan kasus kanker yang ada. Mungkin dengan deteksi dini ini kita akan lebih menguak gunung es yang ada,” kata Subuh.

Subuh memperkirakan butuh waktu kurang lebih lima tahun untuk menjalankan kesisteman deteksi dini kanker dari pelayanan kesehatan dasar seiring upaya-upaya preventif dan promotif yang terus dilakukan.

Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais Abdul Kadir mengatakan permasalahan penyakit kanker di Indonesia ini cukup Kompleks mulai dari pengidap kanker yang hampir 4 persen dari populasi penduduk hingga variasi pasien dari berbagai macam usia dan kalangan.

“Kasus kita banyak. Jadi kita dengan populasi 260 juta penduduk, kasus kanker ini yang termasuk yang terbanyak. Dan bukan cuma itu variasi pasiennya juga sangat banyak,” kata dia.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!