25.6 C
Jakarta

Din Syamsuddin Berbicara di Doha

Must read

Mau Lihat Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman? Yuk, Hadiri Pameran Pusaka Pangeran Diponegoro di Museum Nasional

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan akan menggelar Pameran Pusaka Pangeran Diponegoro sebagai rangkaian kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN)...

Menhub Pantau Tol Cikampek Via Helikopter

CIKAMPEK, MEANRA62.COM -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan pantauan kondisi lalu lintas di Tol Cikampek dengan menggunakan Helikopter. Dalam pantauan tersebut, Menhub menemukan...

Sumpah Pemuda, Secarik Kertas yang Mengantar Indonesia Merdeka

JAKARTA, MENARA62.COM – Barangkali Profesor Muhammad Yamin tak pernah menduga bahwa tulisan yang dituangkan dalam secarik kertas, 92 tahun yang lalu, menjadi catatan penting...

Legislator Anis Ingatkan Pentingnya Bekal Perjuangan Politik bagi Pengurus PKS

JAKARTA, MENARA62.COM - Anggota DPR-RI Komisi XI F-PKS, Dr. Hj. Anis Byarwati, S.Ag., M.Si. menggelar  pertemuan virtual bersama struktur PKS se-Jakarta Timur dalam rangka...

DOHA, MENARA62.COM — Sebagai Chairman of Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), Prof Din Syamsuddin, diundang untuk berbicara pada Konperensi “Enriching the Middle East’s Economic Future” di Doha, Qatar, 30-31 Oktober 2018.

Konperensi diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Qatar bersama UCLA Centre for Middle East Development. Din ditampuk berbicara pada Upacara Pembukaan bersama tiga tokoh lain dengan moderator Prof Steven Spiegel, Director of UCLA CMED dan mahaguru politik Timur Tengah dari Amerika Serikat.

Sesi Pembuka tersebut diisi tanya jawab antara moderator dan para pembicara, dan Din ditanya tentang apakah agama dan etnisitas berperan terhadap pembangunan khususnya ekonomi di TemTeng. Din menjawab bahwa agama, khususnya Islam, berpengaruh dalam kehidupan masyarakat TimTeng, namun belum maksimal diperankan sebagai faktor pendorong ekonomi. Islam di TimTeng belum ditampilkan sebagai sumber etika pembangunan ekonomi, seperti etika Protestan yang telah mendorong kemajuan Eropa dan etika Konghucu yang sekarang ditengarai menjadi faktor pendorong kebangkitan China dan Asia Timur.

Hal itu menurut Din, karena keberagamaan umat Islam di kawasan itu berkutat pada keyakinan dan peribadatan, belum menjadi paradigma etika. Selain itu, menurut Din, umat Islam belum berhasil merebut supremasi ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti pada abad-abaf pertengahan yang membawa Dunia Islam (Arab dan Persia) menjadi pemegang supremasi peradaban dunia. Tanpa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi maka mustahil umat Islam meraih kemajuan.

Lebih dari pada itu, tegas Din yanh juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI, negara-negara Arab terjebak pada egosentrisme primordial etnik (clanship) sehingga kurang mampu menampilkan Islam sebagai faktor pemersatu di antara mereka.

Selain menjadi pembicara kunci pada pembukaan, Din Syamsuddin, yang juga  Guru Besar Politik Islam Global di FISIP dan Program Pascasarjana UIN Jakarta, menjadi salah seorang panelis pada Sesi bertajuk “How International Understanding Can Help Economic Development”.

Pada kesempatan ini Din meminta Dunia khususnya Barat memandang kondisi TimTeng sebagai dinamika dan tidak menjadikannya sebagai sasaran Proxy War (Perang Perwakilan) dan ladang perang saudara. Karena, tegas Din mengatakan, konflik di TimTeng membawa resonansi ke Dunia Islam dan dunia pada umumnya.

Dalam kunjungan ke Doha kali ini, Din Syamsuddin menyempatkan diri bersilaturahim bersama para tokoh masyarakat Indonesia di Wisma KBRI Doha, dan terlihat dalam diskusi hangat yang dimoderatori oleh Dubes Basri Sidehapi.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Mau Lihat Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman? Yuk, Hadiri Pameran Pusaka Pangeran Diponegoro di Museum Nasional

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan akan menggelar Pameran Pusaka Pangeran Diponegoro sebagai rangkaian kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN)...

Menhub Pantau Tol Cikampek Via Helikopter

CIKAMPEK, MEANRA62.COM -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan pantauan kondisi lalu lintas di Tol Cikampek dengan menggunakan Helikopter. Dalam pantauan tersebut, Menhub menemukan...

Sumpah Pemuda, Secarik Kertas yang Mengantar Indonesia Merdeka

JAKARTA, MENARA62.COM – Barangkali Profesor Muhammad Yamin tak pernah menduga bahwa tulisan yang dituangkan dalam secarik kertas, 92 tahun yang lalu, menjadi catatan penting...

Legislator Anis Ingatkan Pentingnya Bekal Perjuangan Politik bagi Pengurus PKS

JAKARTA, MENARA62.COM - Anggota DPR-RI Komisi XI F-PKS, Dr. Hj. Anis Byarwati, S.Ag., M.Si. menggelar  pertemuan virtual bersama struktur PKS se-Jakarta Timur dalam rangka...

Peringati Sumpah Pemuda, Ketum Kowani Ingatkan Peran Perempuan Sebagai Ibu Bangsa

JAKARTA, MENARA62.COM – Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr. Ir Giwo Rubianto, M.Pd mengingatkan bahwa peristiwa Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 memiliki...