32.7 C
Jakarta

Dirjen Wikan Lega, Semua Prodi di Tiga Kampus Vokasi di Jakarta Sudah ‘Nikah’ dengan Industri

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Pastikan semua pendidikan tinggi vokasi di Jakarta telah menerapkan link & match atau pernikahan massal, Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto kunjungi Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) Jakarta, Politeknik Negeri Jakarta, Program Vokasi Universitas Indonesia, Kamis (16/7/2020). Didampingi Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi, Beny Bandanadjaja, Wikan mengecek satu persatu apakah program studi (prodi) di tiga pendidikan vokasi tersebut telah menikah dengan dunia industri.

“Ternyata hampir seluruh prodi di Polimedia, PNJ dan Program Vokasi UI, sudah menerapkan empat paket minimal link and match. Ini bagus sekali. Dan, ternyata cocok dengan fakta serapan lulusan kampus-kampus ini yang sudah mencapai di atas 80% diterima oleh dunia kerja,” kata Wikan dalam siaran persnya.

Bahkan, PNJ sudah cukup lama menerapkan dual system mirip di Jerman, yaitu pembelajaran dan perkuliahan diselenggarakan di dalam kawasan industri HOLCIM. Jadi, mahasiswa kuliah, dan belajar sambil bekerja di dalam industri, serta mendapatkan honor yang baik setiap bulannya.

Dirjen Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto saat berkunjung ke kampus PNJ (ist/pnj)

“Kondisi seperti ini harus diperjuangkan agar terjadi di seluruh kampus-kampus vokasi di Indonesia,” tambah Wikan.

Pada kesempatan kunjungan tersebut Wikan meminta buku atau buklet yang memuat daftar prodi dan kurikulum masing-masing prodi di tiga kampus vokasi. Ia ingin memastikan bahwa kurikulum telah disusun bersama dan disetujui oleh industri. Ini adalah syarat utama dalam konsep link and match yang saat ini digalakkan.

Lebih lanjut Wikan menjelaskan kurikulum harus sesuai dengan kebutuhan industri yaitu hardskills dan softskills yang seimbang, tidak boleh hanya satu diantaranya yang dikuatkan. Karena itu, setelah menyusun kurikulum bersama, harus diikuti dengan menghadirkan dosen tamu praktisi dan expert dari industri, serta merancang program magang sejak awal pada penyusunan kurikulum.

“Tidak bisa, tanpa kurikulum disetujui oleh industri, lalu tiba-tiba mahasiswa datang ke industri untuk meminta diterima magang,” jelas Wikan.

Dalam hubungan pernikahan tersebut, Wikan mengingatkan bahwa industri harus menyatakan komitmen yang kuat untuk menyerap lulusan kampus-kampus vokasi Indonesia.

“Tidak mewajibkan industri menerima, namun meminta komitmen yang kuat untuk menyerap lulusan, apabila kurikulum dan magang sudah dirancang bersama dan sesuai kebutuhan riil di dunia kerja,” katanya.

Sebagai informasi, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menandatangani nota kesepakatan kerjas ama dengan PT. Formosa Teknologi Central, Kamis (16/07). Kerjasama tersebut untuk menjembatani antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Adapun paket kerjasama yang dilakukan meliputi kuliah umum industri, penyediaan tempat magang bagi mahasiswa, rekruitmen lulusan, penyusunan kurikulum berbasis industri, pemberdayaan sumber daya manusia, dan penyediaan fasilitas sarana prasarana pembelajaran, serta lainnya.

Penandatanganan Mou kerjasama dilakukan oleh Direktur PNJ, Dr. Zaenal Nur Arifin dan Direktur Utama PT Formosa Teknologi Central, Mr Kao Ying Chang di lantai 3 Gedung Direktorat PNJ, Kampus UI Depok.

Pada kesempatan kunjungan tersebut, Wikan juga memberi tantangan kepada Polimedia untuk mengubah seluruh prodi jenjang D-3 menjadi D-4, atau Sarjana Terapan, pada 2021, serta membuka prodi Magister (S-2) Terapan pada 2022. Menanggapi tantangan tersebut, Direktur Polimedia Dr Purnomo Ananto menyatakan siap menerima tantangan Dirjen Wikan.

Kegiatan di Polimedia juga dihadiri oleh beberapa mitra eratnya yaitu PT. Indofood, Bali Animasi, Penerbit Andi Offset, The Local Enablers serta Polimedia PSDKU Medan dan Maskassar melalui video conference. Semuanya menyatakan setuju dengan program “pernikahan massal” yang dijelaskan detil oleh Wikan.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!