25.6 C
Jakarta

Dokter Cerai

Must read

MDMC  dan LazisMu Salurkan Hasil Penggalangan Dana Peduli Korban Kebakaran

LAHAT,MENARA62.COM- Surat Keputusan Pimpinan Daerah  Muhammadiyah Kabupaten Lahat Tentang Pembentukan Pengurusan Pos Koordinasi (POSKOR) MDMC Lahat pada hari senin tanggal 5 Oktober 2020,  Dikarenakan telah...

Peringati Hari Santri, Menag Minta Pesantren Jangan Jadi Klaster Covid-19

Jakarta,Menara62.com - Menteri Agama Fachrul Razi meminta pondok pesantren lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan Covid-19. Hampir setahun sejak wabah covid melanda negeri ini,...

Angka Stunting Ditargetkan Turun Menjadi 14 Persen pada Akhir 2024

JAKARTA, MENARA62.COM - Staf khusus Wakil Presiden RI Bambang Widianto mengatakkan, pemerintah berkomitmen akan menurunkan stunting pada akhir 2024 menjadi 14%. Sudah tentu ini...

Pandemi Covid-19, Kekerasan Berbasis Gender Meningkat

JAKARTA, MENARA62.COM- Kekerasan terhadap perempuan bukan hanya terjadi di situasi normal sebelum pandemi Covid-19 terjadi. Di tengah pendemi yang sudah memasuki bulan ke delapan...

Ia dokter. Kaya raya. Dari hasil prakteknya. Punya tujuh rumah: dua di Kanada, satu di Florida, di Thailand, di Malaysia dan di negaranya: Singapura. Punya juga pondok di kawasan ski Big White di dekat Vancouver. 

Mobilnya Roll Roys jenis Gost, Maserati Gran Cabrio, Range Rouver, Audi 8L, Audi RS7 dan entah bagaimana cara menaikinya. Tabungannya gendut. Dalam bentuk uang. Sebanyak sekitar Rp 400 miliar. Jam tangannya Audemars Piguet berlapis diamond. Ia punya klinik, tempatnya praktek: di rumah sakit Mount Elizabeth Singapura.

NAMANYA: Dr Gobinathan Devathasan.
SPESIALIS: Ahli saraf. Neurologist.
STATUS: Ruwet.

Maksud saya status perkawinannya.
Perkawinan yang mana? Perkawinan yang kedua itu. Perkawinannya dengan perawat berumur 19 tahun itu, yang terjadi di tahun 1984 itu. Saat sang dokter berumur 34 tahun waktu itu.

Perkawinan itu berakhir minggu lalu. Di pengadilan Vancouver. Saat sang dokter berumur 69 tahun. Dan sang perawat berumur 55 tahun. Heboh sekali. Jadi berita besar di Singapura. Dan di Kanada. Pengadilan yang sama juga mengadili putri pemilik Huawei Sabrina Meng.

NAMA ISTRI: Christie. Perawat. Model. Aktif juga di EO.
Seperti juga dokter Gobinathan, Christie lahir di Singapura. Sekolah di Singapura. Awalnya jadi perawat di RS General Hospital Singapura (GHS). Tingginya 1,72 cm. Rambutnya hitam. Matanya kehijauan.

Itulah rupanya yang membuat dokter Gobinathan kepencut. Saat ia menangani pasien di RS tersebut. Waktu itu sang dokter sudah beristeri. Punya satu anak. Christie juga sudah kawin. Belum punya anak. Mereka saling terpikat. Sang perawat berhenti jadi perawat. Lalu cerai dengan suaminya. Hamil bersama sang dokter. Melahirkan anak laki-laki.

Christie membesarkan anak itu sendirian. Tanpa status menikah dengan sang dokter. Bahkan tidak ada lagi hubungan. Sendirian bersama bayinya itu. Dari tahun 1987 (saat melahirkan) sampai tahun 1993 (saat si bayi berumur 6 tahun) tidak ada kontak. Itulah pengakuan Christie di pengadilan Vancouver. Seperti dimuat media internasional. Termasuk koran-koran di Singapura.

Saat tidak ada hubungan itulah sang dokter punya anak lagi. Dengan isteri pertamanya.
Selama enam tahun sendiri itulah Christie menjadi model. Juga menjadi EO. Sampai tahun 1993.

Christie mengaku, di tahun 1993 itu pula terjadi kontak lagi dengan sang dokter. Tidak dia jelaskan bagaimana proses kontaknya kembali itu. Namun, yang jelas keduanya kemudian menikah. Dan lahirlah anak kedua: wanita.

Lima tahun hidup di Singapura sang dokter punya ide: lebih baik sang istri tinggal di Kanada. Agar sang neurolog bisa konsentrasi di profesinya. Ia memang pekerja keras. Sangat mencintai keahliannya. Lebih 100 karya tulisnya dipublikasikan jurnal internasional.

Ia diminta juga jadi asosiate profesor tamu untuk John Hopkins University Amerika. Pernah juga menjadi kepala bagian saraf di RS National University Hospital of Singapore. Tidak sulit bagi sang neurolog untuk mengurus ijin tinggal di Kanada. Tinggal menempatkan uang tabungan 500 ribu dolar di bank di sana. Itulah cara Kanada menarik orang kaya. Untuk memperkuat struktur sumber dana lembaga keuangannya.

Selama hidup pisah itu, dokter Gobinathan berjanji akan selalu ke Kanada. Beberapa kali setahun. Christie juga diberi hak setahun sekali ke Singapura. Sepuluh tahun berlalu. Tahun 2015 kapal jarak jauh mereka retak. Tidak terungkap siapa yang menggugat cerai dulu. Kelihatannya Christie.

Finalnya minggu lalu itu. Sang dokter dijatuhi hukuman tambahan. Lebih berat. Membayar Christie Rp 1 miliar setiap bulan. Lalu 40 miliar selama menjadi isteri. Juga membayar Rp 5 miliar untuk biaya kuliah anak wanitanya.

Saat perceraian terjadi minggu lalu, anak pertama mereka sudah jadi insinyur. Sedang anak kedua berstatus mahasiswi seni di salah satu universitas di Kanada. Hukuman tambahan diberikan karena sang dokter dianggap tidak jujur dan menyembunyikan aset. Soal jam berlapis diamond tadi misalnya. Dokter mengklaim itu hadiah dari pasien. Bukan hasil pembelian. Ada surat keterangannya. Tapi hakim menilai bukti itu diadakan belakangan.

Tambahan hukuman itu sebenarnya juga karena hal sepele. Hanya karena sang dokter sempat mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Selama proses persidangan berlangsung.

Misalnya: menyebut isterinya itu sebagai pelacur gembrot. Mungkin karena badannya sudah tidak seperti saat jadi model dulu. Bahkan, sempat juga keluar kata-kata menghina hakim wanita. Dengan istilah yang tidak pantas ditulis di sini. Yang ada kata ‘mengangkangkan paha’ dalam kalimat itu.

Ia juga sempat mengatakan tidak akan mau membayar satu dolar pun. Sampai kapan pun, atas perintah siapa pun. Sampai ia mati.

“Saya hanya mau bayar dengan pantat saya,” katanya.
Emosi sang neurolog memang sempat memuncak saat hakim membuat putusan sela: membekukan seluruh asset sang dokter.

Emosi itu kini sudah mereda. Kepada harian The New Paper Singapura sang dokter berkata pendek: bisa menerima putusan itu. Juga mengatakan: putusan itu fair. Asset itu dibekukan agar sang suami memenuhi putusan pengadilan. Tentang pembagian harta.
Salah satu pertimbangan dalam pembagian harta itu adalah: bahwa harta tersebut bisa didapat karena sang dokter bisa konsentrasi penuh mencari uang. Tidak terganggu ikut mengurus anak. Tidak pula ribet ikut mengurus rumah tangga.
Berapa nilai aset sang dokter secara total?
Pengadilan menyebut 41 juta dolar Kanada. Sekitar Rp 400 miliar.
“Itu aset kotor. Belum dipotong biaya-biaya,” ujar sang dokter.
Mungkin ada beberapa pembaca yang ikut membesarkan aset itu. Saat ke Mount Elizabeth dulu.

Di Singapura, ini memang perceraian termahal. Meski untuk kelas dunia tidak ada apa-apanya,dibanding perceraian bos Amazon, MacKanzie Bezos tahun lalu. Perceraian yang harus membagi harta kepada isteri senilai sekitar Rp 400 triliun.

Dana sebesar itu, sebagian uang itu tentu dari Anda. Yang selama ini mengakses Amazon.com. Siapa tahu.

Penulis: Dahlan Iskan

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

MDMC  dan LazisMu Salurkan Hasil Penggalangan Dana Peduli Korban Kebakaran

LAHAT,MENARA62.COM- Surat Keputusan Pimpinan Daerah  Muhammadiyah Kabupaten Lahat Tentang Pembentukan Pengurusan Pos Koordinasi (POSKOR) MDMC Lahat pada hari senin tanggal 5 Oktober 2020,  Dikarenakan telah...

Peringati Hari Santri, Menag Minta Pesantren Jangan Jadi Klaster Covid-19

Jakarta,Menara62.com - Menteri Agama Fachrul Razi meminta pondok pesantren lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan Covid-19. Hampir setahun sejak wabah covid melanda negeri ini,...

Angka Stunting Ditargetkan Turun Menjadi 14 Persen pada Akhir 2024

JAKARTA, MENARA62.COM - Staf khusus Wakil Presiden RI Bambang Widianto mengatakkan, pemerintah berkomitmen akan menurunkan stunting pada akhir 2024 menjadi 14%. Sudah tentu ini...

Pandemi Covid-19, Kekerasan Berbasis Gender Meningkat

JAKARTA, MENARA62.COM- Kekerasan terhadap perempuan bukan hanya terjadi di situasi normal sebelum pandemi Covid-19 terjadi. Di tengah pendemi yang sudah memasuki bulan ke delapan...

Kunjungi Kali Sentiong, Wagub Riza Pastikan Wilayah Siap Hadapi Banjir

JAKARTA, MENARA62.COM – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria melakukan kunjungan ke Kali Sentiong di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2020). Kunjungan...