27 C
Jakarta

Dosen UM Magelang dan Untidar Kolaborasi Galakan Toga

Baca Juga:

SMP Muhammadiyah 1 Surakarta Semarakkan Hari Guru Nasional

  SOLO, MENARA62.COM-  Dalam rangka Hari Guru Nasional, SMP Muhammadiyah 1 Surakarta menginstruksikan kepada segenap civitas akademika SMP Muhammadiyah 1 Surakarta baik guru, karyawan, peserta...

Akselerasi Dekarbonisasi, Kementerian BUMN Resmikan Tiga PTBg Limbah Sawit PTPN V

  JAKARTA, MENARA62.COM - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara I Pahala Nugraha Mansury meresmikan tiga pembangkit tenaga biogas milik PT Perkebunan Nusantara V (PTPN...

BNI Kucurkan Kredit Investasi, Biayai Garudafood Rp1 Triliun

JAKARTA, MENARA62.COM - Ekspansi kinerja ekonomi riil pada akhir tahun ini semakin menguat. Kerja sama strategis antar pelaku usaha besar dengan perbankan pun semakin...

Menperin: Penerapan Industri Hijau Terbukti Mampu Menghemat Energi Hingga Rp3,2 Triliun

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya memacu pembangunan industri hijau untuk mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Hal...

MAGELANG, MENARA62.COM — Dua dosen Universitas Muhammadiyah Magelang dan seorang dosen Universitas Tidar (Untidar) melakukan kolaborasi menggalakan budi daya tanaman obat keluarga (Toga). Kolaborasi itu dituangkan pada proposal Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Kelompok Dasa Wisma Desa Growong, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang berjudul ‘Pemanfaatan Pekarangan Rumah sebagai Tanaman Obat Keluarga.’

Demikian diungkapkan Yudia Setiandini, Humas UM Magelang dalam rilis yang dikirim ke redaksi menara62.com, Rabu (4/7/2018). Ketiga dosen terebut yakni Ns. Robiul Fitri Masithoh, M.Kep (dosen Fikes UM Magelang), Friztina Anisa, SE, MBA (dosen FE UM Magelang) dan Siti Nurul Iftitah, ST,MP (dosen Fakultas Pertanian Untidar). Proposal tersebut berhasil lolos dalam pendanaan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tahun 2018.

Robiul Fitri mengungkapkan kegiatan tersebut ternyata sangat bermanfaat bagi warga Desa Growong. Meskipun sudah tinggal di sana berpuluh-puluh tahun, mereka ternyata belum memanfaatkan lahan untuk Toga yang dimasukkan dalam polibag. Hal tersebut diakui Samiyah, Ketua Pokdawis yang mengikuti program kegiatan ini.

Program kemitraan masyarakat ini, kata Fitri, bertujuan untuk mengoptimalkan Toga di Desa Growong, dalam memanfaatkan pekarangan, pengolahan toga serta diversifikasi Toga. “Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain kesepakatan dengan kelompok desa wisma dan perangkat desa serta pelatihan budidaya toga,” ujar Ftri yang menambahkan pengolahan Toga sebagai wedang jahe dan kunyit yang bekerjasama dengan Program Iptek bagi Desa Mitra (IbDM).

Metode yang dipakai dalam pencapaian tujuan tersebut, lanjut Fitri, adalah model pemberdayaan masyarakat partisipatif atau metode Participatory Rural Apraisal (PRA). Metode ini dipilih berdasarkan pertimbangan bahwa yang mempunyai atau menghadapi masalah adalah mitra, oleh karena itu keterlibatan mitra dalam penentuan pemecahan masalah yang dihadapi dan penyelesaiannya sangat diperlukan.

Sebagai langkah monitoring, Rabu 4/7, bertempat di Balai Desa Growong, Kecamatan Tempuran, tim melakukan penguatan kelembagaan dengan menghadirkan pemateri yakni Gunawan SP (koordinator penyuluh pertanian Kecamatan Tempuran) yang membahas tentang Budidaya Tanaman Obat serta Rasidi, M.Pd (akademisi UMMagelang) sebagai motivator.

Dalam kegaitan yang diikuti oleh 20 peserta ibu-ibu anggota dasa wisma, Gunawan antara lain mengevaluasi toga yang sudah ditanam. Adapun Rasidi antara lain memberikan motivasi kepada warga agar toga dimanfatkan secara maksimal sebagai awal untuk penghasilan tambahan. “Mulai sekarang kami ajak para warga khsususnya melalui ibu-ibu anggota dasa wisma untuk berpikir kreatif dalam menanfaatkan toga yang bisa digunakan sebagai suvenir pernikahan atau oleh-oleh, tinggal tergantung dari kemasan dan sajiannya,” ujar Rasidi.

Ia kemudian mencontohkan beberapa produk dari toga yang memiliki nilai jual tinggi bila dikemas secara unik dan apik. Rasidi yang tengah menyelesaikan studi Doktornya itu bahkan mengajak warga untuk segera membuat produk yang bisa dijual dan akan dibantu dalam hal kemasan serta penjualannya.

Di akhir acara, tim memberikan reward kepada ibu-ibu yang tanaman obatnya dinilai paling subur disamping juga memberikan penghargaan bagi dawis yang telah mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Tak lupa, Tim juga meninjau toga yang ditanam oleh warga serta memberikan beberapa arahan.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

SMP Muhammadiyah 1 Surakarta Semarakkan Hari Guru Nasional

  SOLO, MENARA62.COM-  Dalam rangka Hari Guru Nasional, SMP Muhammadiyah 1 Surakarta menginstruksikan kepada segenap civitas akademika SMP Muhammadiyah 1 Surakarta baik guru, karyawan, peserta...

Akselerasi Dekarbonisasi, Kementerian BUMN Resmikan Tiga PTBg Limbah Sawit PTPN V

  JAKARTA, MENARA62.COM - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara I Pahala Nugraha Mansury meresmikan tiga pembangkit tenaga biogas milik PT Perkebunan Nusantara V (PTPN...

BNI Kucurkan Kredit Investasi, Biayai Garudafood Rp1 Triliun

JAKARTA, MENARA62.COM - Ekspansi kinerja ekonomi riil pada akhir tahun ini semakin menguat. Kerja sama strategis antar pelaku usaha besar dengan perbankan pun semakin...

Menperin: Penerapan Industri Hijau Terbukti Mampu Menghemat Energi Hingga Rp3,2 Triliun

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya memacu pembangunan industri hijau untuk mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Hal...

BSN Luncurkan Etalase Digital Produk UMKM Ber-SNI

JAKARTA, MENARA62.COM - Guna lebih mengenalkan produk UMKM ber-SNI kepada masyarakat dan membantu memasarkan produk-produk UMKM melalui platform digital, Badan Standardisasi Nasional (BSN) meluncurkan...