SOLO, MENARA62.COM – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menyelenggarakan Lomba Business Model Canvas (BMC) dalam rangkaian Annual Innovation on Learning and Education Competition (AILEC) 2026. Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan bisnis, inovasi produk, serta kemampuan merancang model usaha secara sistematis dan aplikatif.
Lomba BMC AILEC 2026 menantang peserta untuk menyusun rancangan bisnis yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki kelayakan pasar, nilai inovasi, keberlanjutan, dan potensi implementasi. Melalui format Business Model Canvas, peserta memetakan elemen-elemen utama pengembangan usaha, mulai dari proposisi nilai, segmen pelanggan, kanal distribusi, relasi pelanggan, sumber pendapatan, sumber daya utama, aktivitas utama, mitra utama, hingga struktur biaya.
Pada tahun ini, BMC AILEC 2026 diikuti oleh 31 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Peserta berasal dari sejumlah kampus, antara lain Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Jember, Universitas Brawijaya, Telkom University Bandung, Universitas Muhammadiyah Magelang, Universitas Airlangga, Universitas Udayana, Universitas Mulawarman, UIN Alauddin Makassar, Universitas Tidar, Universitas Muhammadiyah Gombong, dan perguruan tinggi lainnya.
Ketua Panitia AILEC 2026, Dias Aziz Pramudita, S.Pd., M.Cs., menyampaikan bahwa kompetisi BMC menjadi bagian penting dalam mendorong mahasiswa agar lebih adaptif terhadap perkembangan dunia usaha dan kebutuhan masyarakat.
“Mahasiswa perlu dibiasakan berpikir kreatif, terstruktur, dan solutif. Melalui Lomba Business Model Canvas, peserta tidak hanya diminta menghadirkan ide, tetapi juga menjelaskan bagaimana ide tersebut dapat dijalankan, dikembangkan, dan memberi nilai bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Para peserta mampu menunjukkan nilai inovasi, kejelasan model bisnis, potensi keberlanjutan, serta relevansi terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan ekonomi kreatif. Kompetisi ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran agar mahasiswa semakin terlatih menyusun ide bisnis secara terukur dan komunikatif.
Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum, memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Menurutnya, kompetisi BMC sejalan dengan kebutuhan pendidikan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang inovatif, mandiri, dan memiliki orientasi kewirausahaan. “FKIP UMS terus mendorong lahirnya mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap peluang dan tantangan di masyarakat,” tuturnya.
Dengan terselenggaranya Lomba Business Model Canvas AILEC 2026, mahasiswa semakin terdorong untuk mengembangkan ide bisnis yang kreatif, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan zaman. AILEC diharapkan menjadi agenda akademik yang mampu memperkuat budaya inovasi, kompetisi, dan kolaborasi antar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Juara 1 Lomba Business Model Canvas AILEC 2026 diraih oleh tim Calon Mentri (Funara) dari Universitas Airlangga dengan ketua tim Senopathi Barathayuda. Posisi Juara 2 diraih oleh tim A6 Nyingkong (Tanem) dari Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan ketua tim Aisyahra Ayasofia, sedangkan Juara 3 diraih oleh tim Luna Kuadrat dari Telkom University Purwokerto dengan ketua tim Balqis Awaluna Rahmah.
Panitia juga memberikan penghargaan kepada tiga tim peraih Juara Harapan. Juara Harapan 1 diraih oleh tim Salam Kenal dari Telkom University dengan ketua tim Muhammad Rizi Adrika. Juara Harapan 2 diraih oleh tim POSTURELY dari Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan ketua tim Yulaihah, sedangkan Juara Harapan 3 diraih oleh tim Si Wacana (Swanala) dari Universitas Kristen Krida Wacana dengan ketua tim Nikeisha Yosephin Palingu. (*)

