GUNUNG KIDUL, MENARA62.COM – Dinas Pariwisata Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalihfungsikan Pusat Informasi Pariwisata atau Tourist Information Center (TIC) menjadi pusat informasi kegeologian. Alih fungsi tersebut dilakukan guna mendukung Gunung Kidul sebagai bagian dari Geopark Gunungsewu.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Gunung Kidul Yuni Hartini mengatakan Pusat Informasi Pariwisata atau Tourist Information Center (TIC) sempat mangkrak sehingga Dinas Pariwisata mengalihfungsikannya sebagai pusat informasi kegeologian.

“Pusat informasi kegeologian sangat diperlukan sebagai upaya mendukung Gunung Kidul sebagai bagian dari Geopark Gunungsewu. Siapa saja bisa datang, gratis untuk mendapatkan informasi mengenai geopark,” kata Yuni, dikutip dari Antara, Ahad (15/12/2019).

Ia mengakui mangkraknya bangunan TIC merupakan dampak dari masyarakat yang lebih memilih mengakses semua hal berkaitan dengan wisata menggunakan telepon genggam sehingga  komplek TIC menjadi kurang diminati.

“Lokasi TIC yang kurang strategis juga menjadi salah satu penyebab wisatawan tidak berkunjung untuk mendapatkan informasi soal pariwisata di Gunung Kidul,” katanya,

Untuk itu, TIC difungsikan sebagai pusat informasi kegeologian. Siapa saja yang hendak datang, bisa mendapatkan informasi mengenai geopark secara visual. Informasi visual tersebut ditampilkan dengan monitor yang nanti pengakses tinggal memilih akses mengenai geologi yang ada di Gunung Kidul.

“Wisatawan bisa melihat visual di pusat informasi kegeologian. Kemudian, bisa langsung terjun ke lokasi seperti di Gunung Api Purba Nglanggeran,” katanya.

Sementara itu, Kasi Promosi dan Informasi Dinas Pariwisata Gunung Kidul Purnomo Sumardamto menambahkan, dengan  pengalihfungsian, tentu saja akan ada rencana pembangunan sarana dan prasarana. Anggaran akan diambilkan dari dana bantuan Badan Kegeologian.

Di lokasi tersebut, akan dilengkapi dengan berbagai macam teknologi untuk mempermudah akses masyarakat yang hendak belajar lebih jauh mengenai Kawasan Geopark Gunung Kidul.

“Semua kami sajikan dengan teknologi canggih layar sentuh,” katanya,

Ia mengakui sejak awal, TIC memang sepi peminat karena informasi wisata bisa diakses melalui telepon genggam.

“Semua akses hanya melalui genggaman, di sisi lain tempat kami tidak strategis, seluruh masukan kami terima hingga akhirnya diambil keputusan pengalihfungsian,” katanya.

Sumardamto mengatakan Dispar Gunung Kidul juga menempatkan petugas di pusat informasi kegeologian. Dispar mempersilakan masyarakat maupun siswa-siswi untuk berkunjung dan belajar mengenai kegeologian.

“Kami sudah bekerja sama dengan sekolah sekitar untuk menyelenggarakan belajar di luar kelas, belajar geologi di pusat informasi tersebut,” katanya.