31.9 C
Jakarta

Gunung Semeru Erupsi

Rabu dan Kamis, Terjadi Empat Kali Erupsi

Baca Juga:

LUMAJANG, MENARA62.COM — Gunung Semeru Erupsi. Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi. Erupsi yang terjadi dengan ketinggian letusan teramati sejauh 900 meter di atas puncak, atau 4.576 meter di atas permukaan laut (mdpl) pada Kamis (25/1/2024) pagi.

Petugas Pos Pengamatan Gunung api Semeru, Sigit Rian Alfian dalam keterangan tertulisnya menyebutkan di Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur, Kabupaten Lumajang, telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Kamis pukul 05.06 WIB.

“Kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 96 detik,” kata Sigit seperti dilansir situs Antaranews.com.

Rabu

Sebelumnya, Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl juga erupsi tiga kali pada Rabu (24/1/2024). Ketiganya terjadi pada pukul 07.25 WIB, pukul 08.55 WIB, dan pukul 19.14 WIB.

Erupsi pertama, tinggi kolom abu vulkanik teramati sekitar 700 meter di atas puncak (sekitar 4.376 mdpl), abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara.

Kemudian, erupsi kedua ketinggian abu vulkanik teramati sekitar 800 meter di atas puncak (sekitar 4.476 mdpl) dan kode warna penerbangan oranye.

Erupsi ketiga terjadi, tinggi kolom abu vulkanik teramati sekitar 700 meter di atas puncak (± 4376 mdpl). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 112 detik.

Siaga

Status gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih pada Level III atau siaga. Petugas mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Masyarakat juga dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Selain itu, warga juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Waspadai, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!