25.6 C
Jakarta

Indonesia Kekurangan Jutaan Bibit Puyuh Produktif

Must read

Tiap Menit 4,7 Juta Video Diunggah ke YouTube, LSF Gencarkan Budaya Sensor Mandiri

JAKARTA, MENARA62.COM – Digitalisasi pada era industri 4.0 telah mentransformasikan bentuk media konvensional menjadi media baru. Kondisi ini turut mengubah cara masyarakat dalam mengonsumsi...

BSN Tetapkan 28 SNI Terkait Penanganan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM - Mewabahnya Covid-19 memberikan efek yang luar biasa terhadap kehidupan manusia di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Penularannya antar manusia sangat cepat...

Kemendikbud Akhirnya Terbitkan Kurikulum Darurat untuk Kondisi Khusus

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan...

SUKABUMI, MENARA62.COM–  Asosiasi Peternak Puyuh Indonesia (APPI) menyebutkan bahwa Indonesia masih kekurangan jutaan bibit puyuh produktif untuk mengejar target permintaan telur puyuh tingkat nasional.

“Ada empat provinsi yang populasi burung puyuhnya terbanyak di Indonesia seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta,” kata ketua APPI Slamet Wuryadi di Sukabumi seperti dikutip dari Antara, Minggu, (28/5/2017).

Menurutnya, permintaan akan telur puyuh saat ini meningkat drastis, bahkan produsen mie instan terbesar di Indonesia meminta pasokan setiap bulannya mencapai 4 juta perbulan. Belum lagi permintaan dari masyarakat nonindustri yang setiap harinya membutuhkan pasokan 15 juta butir.

Untuk menghasilkan kuantitas dan kualitas telur puyuh kata Slamet, diperlukan bibit yang berkualitas. Namun sayangnya saat ini pemenuhan bibit puyuh belum bisa terpenuhi walaupun pemerintah baik daerah hingga pusat sudah sangat memperhatikan potensi ekonomi ini.

Bahkan, Lampung dan Nusa Tenggara Timur serta beberapa daerah lainnya kerap meminta pasokan bibit puyuh ke Kabupaten Sukabumi, Jabar. Tetapi karena jumlahnya terbatas terpaksa tidak bisa memenuhi permintaan tersebut tetapi disesuaikan dengan populasi yang ada.

Adapun kualitas bibit puyuh betina yang baik seperti minimal berusia 45 hari dan mampu bertelur selama 18 bulan yang rata-rata perharinya dua hingga tiga butir.

“Selain telur, bibit puyuh juga sangat tinggi permintaannya apalagi masyarakat sudah mulai “melek” bahwa telur puyuh tersebut mempunyai kadar protein paling tinggi dibandingkan unggas lainnya sementara kadar lemaknya terendah,” tambahnya.

Slamet mengatakan dibandingkan beternak unggas lainnya seperti ayam potong, puyuh lebih berpeluang menambah penghasilan karena peluang usahanya sudah jelas dan tidak ada kartelnya dibandingkan ayam.

Selain itu, mulai telur, daging, tulang hingga tainya mempunyai nilai ekonomi tinggi. Seharusnya ini bisa menjadi peluang usaha masyarakat minimalnya untuk sampingan penghasilan.

“Peternak baru tidak perlu pusing menjajakan hasil ternaknya karena pasar sudah siap menampungnya dan berapa pun jumlahnya sudah pasti diterima,” katanya.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Tiap Menit 4,7 Juta Video Diunggah ke YouTube, LSF Gencarkan Budaya Sensor Mandiri

JAKARTA, MENARA62.COM – Digitalisasi pada era industri 4.0 telah mentransformasikan bentuk media konvensional menjadi media baru. Kondisi ini turut mengubah cara masyarakat dalam mengonsumsi...

BSN Tetapkan 28 SNI Terkait Penanganan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM - Mewabahnya Covid-19 memberikan efek yang luar biasa terhadap kehidupan manusia di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Penularannya antar manusia sangat cepat...

Kemendikbud Akhirnya Terbitkan Kurikulum Darurat untuk Kondisi Khusus

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan...

Disdik Indramayu Perbolehkan Sekolah Gunakan Dana BOS Untuk Pembelian Kuota Internet Siswa

INDRAMAYU, MENARA62.COM– Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indramayu memperbolehkan setiap sekolah untuk mempergunakan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) untuk membeli kuota internet bagi siswa di...