30.4 C
Jakarta

Ini Makna Di Balik Simbol Obor Asian Games 2018

Baca Juga:

JAKARTA– Nyala api dalam bentuk obor menjadi simbol dari Asian Games. Dalam Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang, obor api Asian Games dikirab mengelilingi sejumlah kota.

Nyala obor Asian Games XVII itu juga istimewa. Nyalanya merupakan gabungan dari api dari Stadion Dhyan Chand, New Delhi, India, dan api abadi dari Mrapen. Api yang di New Delhi iambil dengan cermin parabola sedangkan yang dari Mrapen bersumber dari api abadi yang seperti keluar dari perut bumi.

Kedua api disatukan dalam satu obor di Prambanan dalam sebuah prosesi yang disaksikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menko PMK Puan Maharani beberapa hari lalu.

Nyoman Shuida, Deputi Koordinasi Bidang Kebudayaan (Kemenko PMK) dalam siaran persnya menjelaskan pada berbagai budaya, nyala api di kepala obor sering dianggap mewakili hal-hal yang positif, seperti semangat juang, lambang ilmu pengetahuan, gerakan pencerahan, juga simbol persahabatan.

‘’Belakangan nyala obor juga menjadi simbol kesetaraan, perdamaian dan  toleransi,’’ kata Nyoman Shuida, Kamis (19/7/2018).

Menurutnya pemilihan Kota Yogyakarta sebagai temoat start untuk kirab obor (torch relay) Asian Games XVII 2018 bukanlah sebuah kebetulan. Dari berbagai perspektif, pilihan kepada Yogyakarta itu sangat tepat.

Kirab obor memang digulirkan dari keraton Yogyakarta, dengan pelari pertamanya adalah Retno Lestari Priansari Marsudi. Menteri Luar Negeri RI yang alumnus UGM itu membawa obor seberat 2,5 kg itu sejauh 300 sebelum dialihkan ke pelari lain. Setelah menjalani kirab di Kota Yogyakarta,  torch relay Asian Games itu akan melanjutkan perjalanan ke 53 kota di 18 provinsi dengan menempuh jarak sekitar 18.000 km selama sebulan.

Dengan segala keunikan prosesinya ini, Nyoman Shuida melihat banyak makna simbolik dengan menempatkan kota Yogyakarta sebagai tempat bergulirnya torch relay. ‘’Penyatuan api itu juga simbol akulturasi, pertautan budaya,’’ Nyoman menambahkan.

Sekiranya, tocrh relay itu dimaknai sebagai kirab yang membawa simbol persahabatan, perdamaian dan toleransi, kata Nyoman, adalah hal yang cocok bila prosesi itu dimulai dari Jogyakarta. Selama puluhan tahun, bahkan ratusan tahun, Jogyakarta menjadi kota tempat bertemu dan berpautnya banyak budaya, dan semua berlangsung dalam suasana damai, penuh persahabatan dan selalu menjaga toleransi.

Dengan torch relay yang menempuh perjalanan ke berbagai kota itu, Nyoman mengharapkan masyarakat bisa merasakan sentuhan semangat api olah raganya, sekaligus merasakan simbol obor Asian Games yang membawa pesan persahabatan, perdamaian dan toleransi.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!