25.6 C
Jakarta

Jerohan Hewan Sembelihan Kurban, Dibuang Sayang Dirawat Merepotkan

Must read

Potret Perayaan Maulid Nabi di salah satu Desa di Indonesia

PAMEKASAN, MENARA62.COM -- Potret perayaan Maulid Nabi di salah satu musala di Desa Waru Timur, Pamekasan, Madura pada Rabu malam (28/10/2020).

Lolonyo Chicken Katsu, Brand Milenial yang Bikin Nagih!

MAU  mencecap gurihnya chicken katsu? Ada baiknya coba Lolonyo chicken katsu. Brand milenial yang belum lama diluncurkan tersebut dapat menjadi pilihan yang tepat untuk...

Gudeg Yu Brindil, Melekatkan Pakem Jogja ke Lidah Orang Jakarta

PRADYNA Paramita yang akrab disapa Mitha bukan berdarah Yogyakarta. Tetapi naluri bisnisnya untuk mengangkat makanan lokal tradisional membawanya untuk mengesplorasi gudeg. Makanan khas Yogyakarta...

MDMC Gelar Jambore Relawan Muhammadiyah Secara Online

    Yogyakarta,MENARA62.COM- Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah hari ini (29/10) melaksanakan Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah dengan tema “Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan...

SLEMAN, MENARA.COM – Menyembelih hewan kurban tak melulu berurusan dengan daging. Ada bagian lain yang juga perlu diperhatikan yakni soal jerohan (organ dalam) hewan kurban.

Di sejumlah kepanitiaan Iduladha, jerohan ini sering dibuang karena membersihkannya tidak mudah. Perlu orang-orang yang tahan bau dan mau berkotor-kotor dengan kotoran hewan. Beberapa panitia kurban memilih mewakafkan jerohan kepada yang mau menerima, gratis. Ada juga yang membuangnya begitu saja.

Tetapi tidak dengan Ngadimin, tim Jerohan Al Hidayah, Sleman. Ia memilih merawat jerohan hewan sembelihan karena memang sejatinya masih bisa dimanfaatkan.

“Saya bersama teman-teman masih siap mas untuk merumat jerohan ini, meskipun ya repot, tetapi tidak mengapa. Kalau dibuang, eman-eman, ” kata Ngadimin.

Hal senada diungkapkan oleh Utet Manuhana. Ia bahkan bersedia menerima hibah jerohan dari masjid lain, tidak hanya satu atau dua jerohan. “Yang penting bisa dimanfaatkan,” kata Utet.

Heri Supriyanto, dari Turi, yang baru pertama kami bertugas membersihkan jerohan di sekolahnya mengatakan, ternyata tidak terlalu berat. “Yang penting kemauan, nyatanya tidak berat kok, tidak membutuhkan waktu lama” kata Heri.

Maka sudah selayaknya Tim Jerohan ini kita perhatikan, jika perlu diberikan anggaran khusus dari Panitia. Karena memang tidak semua mau. Anak muda sekalipun.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Potret Perayaan Maulid Nabi di salah satu Desa di Indonesia

PAMEKASAN, MENARA62.COM -- Potret perayaan Maulid Nabi di salah satu musala di Desa Waru Timur, Pamekasan, Madura pada Rabu malam (28/10/2020).

Lolonyo Chicken Katsu, Brand Milenial yang Bikin Nagih!

MAU  mencecap gurihnya chicken katsu? Ada baiknya coba Lolonyo chicken katsu. Brand milenial yang belum lama diluncurkan tersebut dapat menjadi pilihan yang tepat untuk...

Gudeg Yu Brindil, Melekatkan Pakem Jogja ke Lidah Orang Jakarta

PRADYNA Paramita yang akrab disapa Mitha bukan berdarah Yogyakarta. Tetapi naluri bisnisnya untuk mengangkat makanan lokal tradisional membawanya untuk mengesplorasi gudeg. Makanan khas Yogyakarta...

MDMC Gelar Jambore Relawan Muhammadiyah Secara Online

    Yogyakarta,MENARA62.COM- Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah hari ini (29/10) melaksanakan Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah dengan tema “Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan...

Libur Panjang, Ratusan Kendaraan Serbu Kota Bogor

BOGOR, MENARA62. COM -- Libur panjang, ratusan kendaraan terlihat memadati jalan Tol Jagorawi menuju Kota Bogor, Jawa Barat (29/10/2020).