25.6 C
Jakarta

Rayakan Iduladha, SMP Muhammadiyah Turi Lakukan Pemotongan Hewan Kurban

Must read

Tidak Mudah, ‘Menelan’ Amarah

Oleh Ashari, SIP * MARAH. Barang kali setiap orang dewasa, bahkan anak-anak pernah mengalaminya. Penyebabnya bisa bermacam-macam, namun muaranya satu, yakni sakit hati dan berujung...

Pakar Nilai Praktik Mafia Hambat Kemandirian Industri Farmasi dan Alkes Nasional

JAKARTA, MENARA62.COM – Industri nasional sektor kesehatan dan farmasi hingga kini belum bisa tumbuh maksimal. Salah satu kendalanya adalah praktik mafia dalam negeri yang...

Guru SD Muhammadiyah 1 Tetap Kreatif dan Inovatif di Tengah Pandemi Covid-19

  SOLO,MENARA62.COM – Agung Sudarwanto M.Sn Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta berinovasi Wayang Kulit Tokoh Kresna 30 cm untuk tarik minat generasi milenial, dan...

Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Terima Sertifikat Webinar Kangen Sekolah

  SOLOMENARA62.COM – Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta terima sertifikat webinar Kangen Sekolah Nomor: 0796/C3/PP/2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak...

SLEMAN, MENARA62.COM – Pandemi Covid-19 menjadikan penyelenggaraan Iduladha berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika tahun 2019, SMP Muhammadiyah Turi mampu menyembelih 1 ekor sapi, dan  mendatangkan siswa/wali untuk mengambil bagiannya masing-masing, tahun ini terpaksa tidak bisa dilakukan.

“Tahun kami hanya menyembelih 1 ekor kambing bantuan dari SMK Muhammadiyah 1 Turi,” kata Nur Rahayu, SP, MPd Kepala SMP Muhammadiyah Turi.

Meski jumlah hewan kurban berkurang, namun tidak mengurangi semangat sekolah untuk merayakan Iduladha. Hikmah Idualadha disampaikan kepada siswa melalui daring yang diselipkan pada materi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Penyembelihan hewan kurban itu sendiri baru dilaksanakan pada Senin (3/8) pagi  bersamaan dengan pengajian ringan guru karyawan dan siswa kelas VII. Usai dipotong, daging hewan kurban dimasak lalu dibagikan ke warga sekolah dan siswa kelas VII.

Pengajian guru dan siswa SMP Muhammadiyah Turi

Menurut Nur Rahayu, untuk menjadi generasi penerus Muhammadiyah, maka siswa musti taat atau tertib dalam  beribadah. “Yang tidak kalah pentingnya adalah semangat untuk belajar,”tandas Nur Rahayu.

SMP Muhammadiyah Turi yang tahun ini, di era covid-19, membuka kelas golden (emas) dengan fasilitas lebih di antaranya pembelajaran IT dan kelas ber-AC. Hingga saat ini metode pembelajaran masih mengggunakan daring atau PJJ hingga ada keputusan pemerintah terkait pandemi Covid-19.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Tidak Mudah, ‘Menelan’ Amarah

Oleh Ashari, SIP * MARAH. Barang kali setiap orang dewasa, bahkan anak-anak pernah mengalaminya. Penyebabnya bisa bermacam-macam, namun muaranya satu, yakni sakit hati dan berujung...

Pakar Nilai Praktik Mafia Hambat Kemandirian Industri Farmasi dan Alkes Nasional

JAKARTA, MENARA62.COM – Industri nasional sektor kesehatan dan farmasi hingga kini belum bisa tumbuh maksimal. Salah satu kendalanya adalah praktik mafia dalam negeri yang...

Guru SD Muhammadiyah 1 Tetap Kreatif dan Inovatif di Tengah Pandemi Covid-19

  SOLO,MENARA62.COM – Agung Sudarwanto M.Sn Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta berinovasi Wayang Kulit Tokoh Kresna 30 cm untuk tarik minat generasi milenial, dan...

Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Terima Sertifikat Webinar Kangen Sekolah

  SOLOMENARA62.COM – Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta terima sertifikat webinar Kangen Sekolah Nomor: 0796/C3/PP/2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak...

Bupati Sleman Serahkan Bantuan RTLH bagi Warga Desa Ambarketawang Gamping

SLEMAN, MENARA62.COM - Bupati Sleman Sri Purnomo serahkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RLTH) kepada warga Ambarketawang, Gamping, Sleman. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh...